Tips Batasi Asupan Lemak untuk Jaga Kolesterol Darah

16 June 2020

“You are what you eat” adalah kutipan yang sudah tidak asing di telinga kita. Makanan bukan hanya menjadi kebutuhan, tapi juga kebiasaan yang akan menentukan kesehatan diri kita. Pertanyaannya, apakah kita sadar dengan makanan yang kita konsumsi? Kita lebih sering konsumsi yang sehat, atau yang tidak sehat?

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung dan stroke di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Bahkan, kedua penyakit ini juga menyerang kelompok usia yang semakin muda.

Salah satu penyebab utamanya adalah dari gaya hidup yang tidak sehat, termasuk secara berlebihan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kolesterol dalam darah.

Memang, berapa kandungan lemak di makanan kita sehari-hari?

  • 1 porsi kentang goreng mengandung sekitar 2 sendok makan lemak
  • 4 sendok santan mengandung sekitar 1 sendok makan lemak
  • 2 potong martabak mengandung sekitar5 sendok makan lemak
  • 1 potong pizza mengandung sekitar 1 sendok makan lemak
  • 1 porsi gulai mengandung sekitar 1 sendok makan lemak

Padahal, tahukah kamu? Batas asupan lemak harian yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah 67 gram per hari atau setara dengan 5 sendok makan lemak atau minyak. Salah satu cara untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh kita adalah dengan menjalankan pola makan sehat, salah satunya dengan memperhatikan asupan lemak dan serat.

Tidak hanya jumlah lemak saja, jenis lemak juga penting untuk diperhatikan. Lemak jenuh dikenal sebagai lemak jahat banyak ditemukan pada produk hewani, makanan gorengan, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit, serta santan. Konsumsi lemak jenuh yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan kadar kolesterol jahat di dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menggantikan lemak jenuh (lemak jahat) dengan lemak tidak jenuh (lemak baik) dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, misalnya dengan menggunakan minyak jagung, minyak canola, atau minyak biji bunga matahari Tropicana Slim yang rendah lemak jenuh saat memasak. Selain itu, untuk mengurangi asupan lemak, pilih bagian daging rendah lemak dan pisahkan bagian kulit sebelum mengolah daging. Biasakan juga memilih cara memasak dengan memanggang, merebus, menumis, atau mengukus, dan hindari masakan yang digoreng (deep fried).

Selain membatasi asupan lemak tak jenuh, konsumsi serat juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Pada sistem pencernaan, serat dapat berikatan dengan kolesterol sehingga bermanfaat menghambat penyerapan kolesterol. Tidak hanya itu, serat juga dapat membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Makanan yang kaya akan serat juga umumnya kaya nutrisi seperti sayuran, bijian utuh, serta kacang-kacangan.

Salah satu bumbu masakan yang cukup sering digunakan oleh keluarga Indonesia adalah santan. Sayangnya, santan memiliki kadar lemak yang cukup tinggi. Untungnya, saat ini di Indonesia telah hadir santan Tropicana Slim, produk inovasi santan yang lebih rendah lemak dan tinggi serat, sehingga keluarga Indonesia tetap bisa menikmati masakan yang gurih dengan asupan lemak jenuh yang lebih rendah serta tinggi serat. Kadar kolesterol dalam tubuh lebih terjaga, hidup pun jadi lebih sehat.

Recent Posts


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *