Bijak Masak untuk Jaga Kesehatan Jantung

22 January 2020

Ada yang bilang, masakan rumahan adalah makanan yang paling aman untuk dikonsumsi. Jika dibandingkan dengan makanan yang kebersihannya diragukan atau komposisi bahan bakunya kita tidak tahu, masakan rumah jelas lebih aman. Tapi bukan berarti semua masakan rumahan selalu sehat untuk kita. Ada juga masakan yang kalau tidak dijaga bahan dan cara masaknya malah berbahaya untuk kesehatan. Kok bisa berbahaya?

Masakan berbahaya yang dimaksud adalah masakan yang kandungan lemak jenuhnya tinggi. Kandungan lemak jenuh ini biasanya ditemukan pada minyak yang digunakan untuk menggoreng atau juga pada daging yang tinggi lemak. Kalau dibiarkan tidak dijaga, masakan-masakan ini malah akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Lemak Jenuh yang Jahat

Lemak jenuh sering disebut sebagai lemak jahat karena menyebabkan peningkatan kadar kolesterol di dalam darah, sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Penyakit jantung di Indonesia menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi. Penyakit jantung bahkan menjadi penyebab kematian kedua tertinggi di Indonesia di tahun 2017

Salah satu cara menurunkan risiko penyakit jantung adalah dengan mengganti konsumsi lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh. Mengganti konsumsi lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh terbukti secara ilmiah dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20%.

Karenanya, memilih bahan dan cara masak yang tepat bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Ganti bahan-bahan masakan yang tinggi lemak jenuh dengan yang lebih rendah lemak jenuh. Contohnya ganti bahan masak daging merah yang berlemak dengan ikan salmon, tuna atau makerel.

Bagi Anda yang sering membuat salad dengan dressing mayones, coba ganti dengan minyak zaitun. Mayones termasuk bahan makanan yang tinggi lemak jenuh lho, sedangkan minyak zaitun mengandung banyak lemak tidak jenuh. Bisa juga pakai minyak kanola dan minyak jagung, cocok untuk dressing salad.

Coba juga berkreasi dengan bahan-bahan makanan lain yang kaya akan lemak tak jenuh seperti buah alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian (wijen).

Saat memasak, ganti minyak sawit atau minyak kelapa untuk menumis atau menggoreng dengan minyak jagung atau minyak kanola. Minyak Jagung dan Minyak Kanola dari Tropicana Slim lebih baik untuk kesehatan jantung karena tinggi kandungan lemak tak jenuh dan kandungan lemak jenuhnya paling rendah. Usahakan juga untuk memasak dengan cara menumis atau memanggang, agar lebih sedikit minyak yang terserap.

Upaya menurunkan risiko penyakit jantung dapat dimulai dari dapur rumah Anda. Yuk sayangi jantung Anda mulai dari sekarang!

 

Referensi :

Data dari American Heart Association

Data dari World Health Organization. Institute for Health Metrics and Evaluation

Data dari Heart Foundation

Journal of the American College of Cardiology (2015), 66 (14): 1538–1548.

Recent Posts

Tags



Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *