YANG MURAH…MAHAL HARGANYA

18 January 2010 Yang Murah... Mahal HarganyaEra globalisasi telah menggeser pola hidup masyarakat menjadi lebih konsumtif dan selalu ingin dianggap modern. Bahkan penyakit pun ikut menjadi modern pula. Tahun 1986, diare adalah penyebab kematian utama (12%), namun sejak 1992 posisi itu direbut penyakit kardiovaskular (16%)-penyakit yang sulit ditangani dan mahal biayanya. Bahkan angka tersebut mengalami peningkatan menjadi 19% pada tahun 1995. Apakah sebenarnya penyebab penyumbatan pada penyakit kardiovaskular ini? Ternyata rendahnya kadar kolesterol baik HDL- High Density Lipoprotein (yang banyak dipengaruhi oleh gaya hidup, seperti aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan latar belakang budaya yang berhubungan dengan jenis dan kebiasaan makan seseorang) memegang peran utama. HDL inilah yang seharusnya menyingkirkan kolesterol jahat/LDL- Low Density Lipoprotein (yang sangat dipengaruhi oleh pola makan) dari arteri jantung sebelum akhirnya menghalangi aliran darah. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari pentingnya HDL untuk pencegahan penyakit kardiovaskular dan stroke. Hal tersebut nampak pada perilaku masyarakat saat menerima hasil pemeriksaan darahnya. Hampir semua orang hanya memfokuskan perhatian pada kadar kolesterol dan LDL darah, sedangkan untuk HDL sering diabaikan. Ini adalah kesalahan besar yang harus Anda sadari! Lalu, berapakah kadar HDL yang dibutuhkan sebagai ‘penyingkir' LDL yang efektif? Batas minimal HDL normal adalah 35 mg/dl, namun akan semakin baik jika angka tersebut dilipatgandakan. Jika kadar HDL Anda lebih dari 60 mg/dl, Anda memiliki faktor positif kuat untuk terhindar dari penyakit jantung. Berlawanan dengan HDL, makin rendah kadar LDL akan makin baik. Seseorang dikatakan berisiko tinggi terhadap jantung koroner jika kadar LDL tubuhnya lebih dari 160 mg/dl, dengan kadar kolesterol melebihi 240 mg/dl. Fenomena menyedihkan, terutama untuk golongan ekonomi atas: makanan bukan lagi sebagai sumber tenaga tapi juga bagian dari gengsi. Bahkan banyak yang merasa gengsi untuk makan makanan murah seperti tahu/tempe. Tidak heran jika banyak penderita penyakit kardiovaskular justru berasal dari golongan ekonomi atas. Lalu mengapa tahu/tempe? Ternyata kacang-kacangan, termasuk tahu dan tempe memiliki angka rata-rata HDL terbaik. Tentunya untuk mendapatkan hasil optimal, pola makan sehat pun harus dijalankan, termasuk dalam upaya asupan asam lemak jenuh yang lebih rendah dari asupan asam lemak tak jenuh. Menu makan yang mengandung kacang kacangan seperti bumbu pada pecel dan gado-gado, adalah contoh alternatif menu yang baik karena kaya akan asam lemak tak jenuh. Berdasarkan penelitian, zat gizi tersebut mampu menurunkan kadar trigliserida dan LDL, sekaligus menjaga kondisi HDL. Alternatif lain menu sehat adalah selai kacang sebagai olesan roti dan segelas orange juice untuk sarapan, yang juga dapat meningkatkan kadar HDL darah. Diduga kandungan flavonoid, yang bernama hisperidin dalam orange juice dapat mengurangi kerapuhan pembuluh darah. Jika Anda bosan dengan selai kacang, Anda dapat pula menggantinya dengan sup kacang merah. Selain baik untuk jantung, kacang merah juga mengandung jenis karbohidrat rendah gula yang tidak memicu produksi insulin selama proses pencernaan. Sekarang tentunya Anda dapat menyimpulkan, bahwa makanan murah seperti tahu, tempe , kacang merah, gado-gado, dan pecel, justru sangat ‘mahal' harganya. Apalagi jika dihubungkan dengan kesehatan yang tidak dapat dibeli dengan uang. Jadi apakah sekarang Anda harus gengsi dalam memilih menu makanan?


Comments

  1. noni cantik

    November 24, 2011, 10:18 pm

    trim’s infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *