Vitamin D dan Diabetes
Apakah Anda merasa sulit mengontrol kadar gula darah Anda? Mungkin saja hal ini dikarenakan kurangnya konsumsi vitamin D Anda!
Penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh pasien diabetes tipe 2 mengalami defisiensi vitamin D. Defisiensi vitamin D dapat terjadi akibat kurangnya paparan terhadap sinar matahari dan kurangnya konsumsi vitamin D. Adapun tanda seseorang mengalami kekurangan vitamin D yaitu apabila kadar serum vitamin D dalam darah kurang dari 31 nanogram per desiliter.
Pasien yang mengalami defisiensi vitamin D dalam darah cenderung memiliki kadar hemoglobin A1c yang tinggi1. Adapun kadar hemoglobin A1c merupakan salah satu indikator risiko diabetes. Tingginya kadar hemoglobin A1c menandakan buruknya kontrol gula dalam darah. Para ahli kemudian menyimpulkan bahwa defisiensi vitamin D berkaitan dengan buruknya pengontrolan gula darah1,2.
Suplementasi vitamin D diketahui dapat membantu memperbaiki metabolisme glukosa dan aktivitas insulin. Hal tersebut tak lepas dari peran vitamin D dalam meningkatkan produksi hormon insulin serta memperbaiki respons insulin terhadap glukosa2. Selain itu, suplementasi vitamin D pun dapat mencegah penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1, terutama pada bayi dan anak-anak3. Adapun konsumsi vitamin D bersama kalsium lebih efektif dalam mencegah prevalensi diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan vitamin D dan kalsium bekerja bersama sinergis dalam memperbaiki metabolisme glukosa2.
Vitamin D dapat membantu Anda mengontrol kadar gula darah. Karena itu, penuhilah konsumsi vitamin D Anda! Sangatlah baik untuk berjalan di pagi hari. Sinar matahari dapat membantu meningkatkan sintesis vitamin D dalam tubuh. Jangan lupa konsumsi susu yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian Anda.
References:
- Patel, P., L. Poretsky, and E. Liao. 2009. Lack of Effect of Subtherapeutic vitamin D treatment on glycemic and lipid parameters in type 2 diabetes: A pilot prospective randomize trial. Journal of Diabetes 2: 36-40.
- Pittas, A.G., et. al. 2007. The Role of Vitamin D and Calcium in Type 2 Diabetes: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 92 (6): 2017-2029.
- Holick, M.F. 2004. Vitamin D: Importance in the prevention of cancers, type 1 diabetes, heart disease, and cholesterol. American Journal of Clinical Nutritrion 79: 362-371.


Dear Tropicana Slim,
Mau tanya, saya pernah dengar jika kita mengkonsumsi kalsium tanpa terkena sinar matahari, maka kalsium tidak akan terserap, melainkan menumpuk di ginjal. Untuk itu kita juga harus mengkonsumsi Vit D3. Apakah yang dimaksud Vit D3 itu sama dengan Vit D ?
=====================================================
Tropicana Slim:
Dear Alien,
Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium. Namun tidak benar bahwa kalsium yang tidak terserap akan menumpuk di ginjal karena, jika tidak terserap oleh tubuh maka dengan sendirinya kalsium akan di buang melalui urine. Vitamin D3 adalah provitamin yang di produksi sendiri oleh tubuh. Melalui sinar matahari, provitamin D (Vit D3) di sintesis menjadi vitamin D di dalam tubuh.
Jika kegiatan Anda lebih banyak berada di dalam ruangan pastikan Anda mengkonsumsi vitamin D untuk memaksimalkan penyerapan kalsium dalam tubuh Anda. Sebagai informasi, Anda bisa mendapatkan vitamin D dari ikan laut, ataupun pada susu seperti Susu Non Fat Tropicana Slim Fitosterol dan Omega fiber.