Tips untuk Menghentikan “Sweet Tooth”

6 October 2015

Pernah dengar istilah “sweet tooth”?

 

Idiom bahasa Inggris ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang manis. Rasa manis biasanya memang digemari oleh hampir semua kalangan umur, ya. Padahal, mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar gula dalam darah dan mengakibatkan gangguan kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya.

 

Lantas, adakah cara untuk mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis?

 

Minum Air yang Cukup

Ketika Anda ingin mengonsumsi makanan manis, cobalah untuk meminum segelas air terlebih dulu. Bila dalam 10 menit Anda masih merasa lapar, Anda bisa menyantap camilan dalam porsi kecil. Namun, bila Anda tidak merasa lapar dalam waktu 10 menit, otak Anda hanya memberikan sinyal haus yang sering disalahartikan tubuh sebagai keinginan untuk makan.

 

Konsumsi dalam Porsi Kecil

Kerry Neville, R.D., seorang ahli gizi asal Amerika menyatakan bahwa keinginan untuk mengonsumsi hidangan manis bisa diatasi dengan mengonsumsi hidangan tersebut dalam porsi kecil. Sepotong chocolate chip cookies atau sepotong kecil permen cokelat akan membuat mood menjadi lebih baik dan asupan gula bagi tubuh tetap seimbang.

 

Pilih Makanan Rendah Kalori

Makanan rendah kalori  menjadi alternatif makanan sehat untuk mengontrol asupan gula bagi tubuh. Anda bahkan bisa membuat sendiri camilan dan hidangan rendah kalori lainnya dengan menggunakan gula rendah kalori sebagai salah satu bahan dasarnya. Gula rendah kalori memiliki rasa manis yang sama dengan kalori yang jauh lebih kecil dibandingkan gula.

 

Menikmati aneka makanan manis tidak akan membuat Anda merasa bersalah lagi bila Anda menyantapnya dalam porsi yang tepat. Selain mengontrol porsinya, Anda juga dapat membuat sendiri makanan rendah kalori yang sehat dan lezat untuk camilan manis Anda sehari-hari.

 

 

Sources :
caloriesecrets.net/how-to-stop-sugar-cravings-naturally/
webmd.com/diet/13-ways-to-fight-sugar-cravings
Diakses pada : 11 Maret 2015


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *