Tips Menyiasati Konsumsi Fast Food Agar Lebih Sehat

22 October 2015

Terkadang, fast food atau makanan cepat saji menjadi menu pilihan yang praktis dan hemat di kala lapar melanda. Padahal, makanan cepat saji dikategorikan dalam menu junk food, yakni makanan yang kurang sehat. Berbagai resep diet  juga tidak menyarankan Anda untuk menyantap fast food saat sedang menjalankan diet sehat. Lantas, adakah cara untuk membuat fast food menjadi makanan yang “lebih” sehat?

 

Beberapa tips kesehatan menyarankan Anda untuk tidak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji. Namun, apabila Anda terpaksa mengonsumsi fast food, cobalah beberapa trik berikut untuk membuat fast food menjadi makanan yang “lebih” sehat:

 

Pilih Porsi Kecil

Makanan cepat saji sarat akan kalori dan lemak yang berlebih. Anda dapat memangkas lemak dan kalori yang berlebih dengan memilih porsi kecil. Misalnya, Anda dapat memilih menu fast food untuk anak-anak atau paket yang lebih hemat.

 

Hindari Nasi Goreng, Ayam Goreng, dan Kentang Goreng

Menu makanan yang digoreng mengandung kalori yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang diolah dengan cara digoreng. Sebagai pengganti, menu makanan kuah, panggang, steam, tumis bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.

 

Hindari menu creamy

Pasta saus krim, sup krim, soto dengan kuah santan kental memang nikmat sekali. Kandungan lemak pada krim dan santan membuat makanan menjadi sangat gurih. Untuk hidup yang lebih sehat, kurangi konsumsi makanan-makanan ini dan gantikan dengan pilihan yang lebih sehat, misal pasta saus tomat dan sup bening

 

Tentukan Minuman Anda

Apa minuman favorit Anda saat menikmati fast food? Soda? Sebanyak 1 gelas minuman soda (500 ml) mengandung hampir 50 gram gula, yang tentunya berkontribusi pada peningkatan asupan kalori kalian hingga 200 Kal. Jumlah kalori ini sama saja dengan menambah nasi 1.5 porsi. Cobalah tentukan minuman yang lebih sehat, seperti teh tawar atau air mineral.

 

 

Meskipun Anda dapat menyiasati fast food menjadi sedikit lebih sehat, makanan yang diolah sendiri merupakan makanan yang paling sehat karena kita bisa memastikan semua bahan yang digunakan. Yuk sesekali masak sendiri untuk pasangan dan keluarga kita

 

 

 

Source:

mayoclinic.org/healthy-living/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fast-food/art-20047179

heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/HealthierKids/HowtoMakeaHealthyHome/Tips-to-Make-Fast-Food-Friendlier-for-Kids_UCM_303806_Article.jsp

Diakses pada 30 Maret 2015


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *