Sehatkah Pola Makan berdasarkan Golongan Darah?

21 October 2015

Pernahkah Anda mendengar tentang pola makan sehat  berdasarkan golongan darah?

Diet berdasarkan golongan darah cukup populer di masyarakat. Kendati demikian, kepopuleran diet ini belum didukung oleh bukti ilmiah yang memadai bahwa dapat meningkatkan metabolisme tubuh maupun berdampak kesehatan.

 

Tipe diet ini diperkenalkan sekitar tahun 1950-an oleh seorang naturopath bernama Peter J. D’Adamo. Diet golongan darah bermula dari pemahaman beliau bahwa setiap golongan darah mencerna protein makanan bernama lektin secara berbeda. Oleh karena itu masing-masing individu dengan jenis golongan darah yang berbeda harus mengonsumsi protein makanan yang sesuai sehingga tidak menyebabkan gangguan metabolisme di dalam tubuh. 

 

Adapun berikut pola makan berdasarkan golongan darah yang disarankan :

 

Tipe A

Orang dengan golongan darah A lebih dianjurkan untuk mengonsumsi protein kedelai, sayuran dan membatasi daging merah.

 

Tipe B

Menurut D’Adamo, orang dengan golongan darah B dapat mentoleransi produk susu dan daging, serta tidak disarankan untuk mengonsumsi jagung, tomat, kacang, dan gandum.

 

Tipe AB

Tipe AB dapat mengonsumsi jenis makanan yang disarankan kepada golongan darah A dan B. Tipe AB disarankan untuk menghindari daging dan mengonsumsi tahu, seafood, produk susu, dan sayuran.

 

Tipe O

Orang dengan golongan darah O lebih diuntungkan dengan makanan tinggi protein seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan serta membatasi roti dan makanan olahan untuk menjaga kesehatan pencernaan.

 

 

 

Seberapa ilmiahnya pola diet berdasarkan golongan darah ini?

 

Hingga saat ini, belum ada satupun riset yang membuktikan efek dari diet golongan darah secara langsung. Tidak heran, perencanaan diet ini cukup banyak mendapatkan kritik dari pakar kesehatan, diantaranya Jane Kirby, penulis buku Dieting for Dummies (Wiley, 2003) mengatakan “Setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing, tetapi mengelompokkan jenis makanan berdasarkan golongan darah adalah hal yang tidak masuk akal.”  Sependapat dengan Jane, Edee Hogan, RD (konsultan kuliner di Washington D.C) juga mengatakan “Tidak ada satupun indikasi bahwa golongan darah dapat mempengaruhi makanan. Kebutuhan nutrisi dasar untuk setiap orang adalah sama, meskipun golongan darah setiap orang bisa berbeda.”

Diet jenis ini juga kurang direkomendasikan pada Anda yang memiliki kondisi penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, maupun kolesterol tinggi karena cenderung membatasi jenis-jenis makanan yang anda konsumsi. Oleh karena itu tipe diet berdasarkan golongan darah tidak direkomendasikan.

 

Lantas? Tips hidup sehat  apa yang dapat dilakukan untuk  Tentunya Anda dapat memilih tipe diet yang sudah dibuktikan secara ilmiah manfaatnya seperti diet rendah garam (DASH diet), diet rendah kolesterol (TLC diet) maupun diet rendah indeks glikemik (Glycemic-Index Diet). Jangan lupa, kombinasikan pola diet Anda dengan berolah raga secara teratur minimal 150 menit per minggu.

 

Sources :

webmd.com/diet/blood-type-diet

empowher.com/community/ask/eating-your-blood-typedoes-really-work

http://www.health.com/health/article/0,,20410209,00.html

http://www.healthline.com/health/blood-type-diet

Diakses pada : 19 Maret 2015


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *