Pilih Bypass atau Angioplasti untuk Mengobati Penyakit Jantung?

18 January 2010

Bila tindakan preventif sudah tak mampu untuk mengatasi penyakit komplikasi hipertensi yang ada, maka tindakan kuratif merupakan langkah terbaik yang harus ditempuh. Untuk penyakit jantung terdapat dua metode yang biasa dipilih yakni operasi bypass dan angioplasti. Apakah perbedaan kedua metode ini?

 

Operasi Bypass

Operasi bypass atau yang dalam istilah asingnya disebut sebagai Coronary Artery Bypass Graft (CABG), dilakukan dengan membuat saluran baru melewati bagian arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Tujuannya agar kekurangan pasokan darah termasuk oksigen ke bagian ujung dari penyempitan dapat diatasi. Saluran baru yang dipasang dapat diambil dari pembuluh darah balik di tungkai bawah. Biasanya dari vena saphena, dapat juga dari pembuluh nadi (arteri) ditangan yaitu dari arteri radialis, arteri brachialis atau dari pembuluh darah arteria mammaria.


CABG dilakukan dengan membuka dada dengan pemotongan tulang dada untuk kemudian menguakkan bagian kanan dan kiri dada sedemikian sehingga jantung dapat terlihat secara nyata. Dokter akan memastikan kembali hasil kateterisasi yang menunjukkan penyempitan. Setelah itu barulah memasang pembuluh darah baru. Sebelum menutup kembali rongga, pasti akan diadakan pengujian terhadap graft yang dipasang. Tujuanya untuk mengantisipasi kalau-kalau ada kebocoran atau pendarahan.

 

Angioplasti

Bagi Anda yang takut akan tindakan operasi, percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) mungkin akan menjadi pilihan Anda. Terapi dengan PTCA dikenalkan pertama kali oleh Dr Andreas Gruentzig di tahun 1977. Dengan metode ini, tingkat kematian semakin menurun hingga 36 persen.


Angioplasti hanya perlu sayatan kecil di kulit pangkal paha atau pergelangan lengan dengan bius lokal. Selanjutnya diselipkan kateter ke arteri yang menuju muara pembuluh koroner. Melalui kateter itu dimasukan kawat kecil lentur menyeberangi lokasi penyempitan dengan petunjuk sinar X. Kemudian lewat kawat itu diselipkan balon yang sesuai ukuran hingga sampai di lokasi penyempitan. Balon kemudian dikembangkan dengan tekanan tertentu hingga penyempitan terbuka. Setelah itu balon dikempiskan dan ditarik keluar.


Sebagian besar angioplasti dilanjutkan dengan pemasangan cincin penyangga (stent). Stent yang umumnya terbuat dari baja antikarat ini bertujuan menekan terjadinya penyempitan ulang (restenosis). Tanpa stent, angka restenosis dapat mencapai 40 persen. Umumnya stent terbuat dari baja anti karat dan tersedia dalam berbagai ukuran. Diameter mulai dari 2,25 mm hingga 4 mm. Sedangkan panjangnya dapat mencapai hingga 33 mm. Model stent ada yang seperti kawat yang bergulung-gulung atau ada juga yang mirip sangkar.


Selain itu dikenal pula metode satu lagi adalah dengan melapisi stent dengan obat pencegah tumbuhnya jaringan baru. Obat itu adalah anti proliferasi seperti Sirolimus dan Paclitaxel . Obat akan dilepas pada saat stent dicopot dan perlahan obat itu bereaksi dengan plak sehingga pertumbuhan sel terhambat bahkan terhenti.

 

 

Pilih Mana?

Memilih antara bypass atau angioplasti dalam mengatasi penyakit jantung koroner tergantung dari beberapa hal, di antaranya lokasi dan karakter penyempitan koroner, jumlah pembuluh yang terlibat, fungsi jantung, adanya penyakit penyerta, usia, dan juga biaya. Untuk itu ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda. Dan sebagai bahan pertimbangan ( ptr )

METODEKelebihanKekurangan
Bypass
  • Cocok untuk mereka yang mengalami penyumbatan lebih dari tiga pembuluh darah atau penyumbatan terjadi di pembuluh utama kiri (left main coronary)
  • Lebih berisiko untuk mengalami komplikasi seperti pendarahan, stroke, dll
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama di rumah sakit (sekitar 1-2 hari) dan juga waktu pemulihan untuk bisa beraktivitas kembali secara normal
Angioplasti
  • Tidak memerlukan tindakan operasi, cukup bius lokal dan prosesnya berlangsung cepat
  • Risiko mengalami komplikasi relatif rendah
  • Dapat diulang jika sewaktu-waktu dibutuhkan
  • Besar kemungkinan arteri akan kembali menyempit
  • Kurang efektif untuk pasien diabetes yang memilki dua bahkan lebih penyumbatan pembuluh darah


Comments

  1. Erizal Mustari

    December 22, 2013, 11:56 am

    Terima kasih atas advis nya.Tanya S

  2. Erizal Mustari

    December 22, 2013, 12:12 pm

    Terima kasih atas infonya.Saya pernah dilakukan Tindakan PACR tgl,3 September 2013 dan Kesimpulannya: CAD 3VD Serta Saran: Tindakan CABG. Sekarang masih dalam rawat jalan makan obat yang diresepkan dokter jantung RS.Harapan Kita Jkt. Kalau dilaksanakan Tindakan CABG pada bulan Februari 2014 nanti,apakah Hasil Kateterisasi Jantung dan Pembuluh Darah (PACR) tsb masih bisa digunakan sebagai Pedoman Tindakan CABG nanti,terima kasih.

    jalan makan obat yang diresepkan dokter jantung RS.Harapan Kita Jkt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *