Penyakit Jantung: Bukan Hanya Milik Pria

15 January 2010 Penyakit Jantung: Bukan Hanya Milik Pria Penyakit jantung bukanlah persoalan eksklusif bagi para pria, wanita pun berisiko terkena penyakit jantung. Wanita juga berisiko Sering terjadi kesalahpahaman dalam masyarakat bahwa wanita mempunyai tingkat imunitas yang tinggi terhadap penyakit jantung, sehingga wanita sangat sulit untuk menderita penyakit ini. Anggapan ini tentu saja tidak benar. Data WHO menyebutkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor 1 pada wanita, melebihi bahaya kanker serviks dan kanker payudara. Tak hanya itu saja karena wanita muda yang mendapat serangan jantung umumnya lebih berbahaya bahkan mempunyai tingkat kematian dua kali dibandingkan dengan pria pada usia yang sama. Selain itu wanita lebih mempunyai risiko meninggal pada serangan jantung pertama dan lebih besar kemungkinannya mereka menjadi cacat. Kecendrungan wanita dan pria untuk menderita penyakit jantung hanya dibedakan dari segi usia. Biasanya wanita cenderung mengalaminya pada usia 10 tahun lebih tua daripada pria atau setelah wanita tersebut menopause. Jadi, kalau pria harus berhati-hati setelah usia 45 tahun, maka wanita setelah usia 55 tahun. The American Heart Association mencatat bahwa satu dari sepuluh perempuan di Amerika menderita penyakit jantung setelah masa menopause. Mengapa demikian? Setelah menopause, produksi estrogen berkurang. Padahal, estrogen membantu memelihara arteri sehingga bebas dari penebalan pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi. Selain itu, setelah menopause, wanita biasanya mempunyai kecendrungan tingginya kadar LDL plasma dan rendahnya HDL. Wanita Bekerja Lebih Baik Selain wanita menopause, ada tipe lain dari wanita yang memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung. Penelitian yang menarik ini dilakukan untuk melihat pengaruh status pekerjaan terhadap kesehatan fisik dan mental wanita dan hubungannnya dengan penyakit jantung. Penelitian ini melibatkan hampir 35.000 wanita Amerika berkulit putih maupun hitam yang berusia antara 25 dan 64 tahun. Mereka dikategorikan ke dalam 3 kelompok yaitu wanita yang bekerja, wanita yang tidak bekerja karena paksaan dari pihak luar (dipecat atau dilarang bekerja oleh suami) dan ibu rumah tangga. Hasil penelitian yang disampaikan saat Konferensi Internasional Kedua tentang Wanita, penyakit jantung dan stroke ini cukup mengagetkan banyak pihak.: 1. Wanita yang tidak bekerja karena paksaan mempunyai kondisi kesehatan terburuk. Mereka tidak hanya mengalami tekanan emosional, namun juga mempunyai risiko lebih tinggi terkena hipertensi dan serangan jantung. Selain itu, mereka juga lebih berisiko terkena komplikasi lain seperti tekanan darah tinggi, sakit dada dan stroke. Gejala-gejala ini muncul sebagai akibat dari buruknya kesehatan mental mereka yang menstimulasi depresi, stres dan masalah emosional lainnya. Dua puluh delapan persen dari mereka mempunyai tekanan darah tinggi dan 6% menderita serangan jantung, sakit dada atau stroke 2. Wanita pekerja mempunyai kondisi fisk yang paling bagus, hanya 19% yang mengalami hipertensi dan hanya 2% yang menderita penyakit jantung. 3. Ibu rumah tangga rata-rata mempunyai kondisi kesehatan yang setara dengan wanita yang bekerja, namun mereka mempunyai kecenderungan terkena penyakit jantung 1.7 kali lebih tinggi dari wanita pekerja. 4. Wanita yang kehilangan pekerjaannya rata-rata mengalami 9 hari dimana mereka merasa stres dalam 30 hari terakhir. Wanita pekerja hanya mengalami 4 hari masa stres sedangkan ibu rumah tangga mengalami 5 hari masa stres Jangan Stres Mereka yang melakukan penelitian tersebut sama sekali tidak menduga akan adanya perbedaan status kesehatan antara wanita yang bekerja dengan ibu rumah tangga. Perbedaan ini mungkin disebabkan wanita yang bekerja lebih mempunyai akses dan informasi mengenai perkembangan penyakit serta berbagai macam tes kesehatan. Dengan demikian, pekerjaan mungkin menjadi pelindung jantung wanita, dengan catatan pekerjaan itu sendiri tidak menimbulkan stres. Stres memegang peranan utama pada sistim imunitas serta memberikan pengaruh negatif pada tekanan darah, kolesterol, kimia otak, gula darah, dan keseimbangan hormon. Dengan adanya pengaruh negatif tersebut, tidak heran jika mereka yang mengalami stres berkelanjutan akan cenderung terkena berbagai macam penyakit degeneratif seperti halnya penyakit jantung. Jadi, bila Anda saat ini adalah wanita yang bekerja, berbahagialah karena Anda memiliki status kesehatan yang paling bagus dibandingkan wanita yang lain. Oleh karena itu berusahalah untuk mempertahankannya. Caranya tentu saja dengan berusaha mengurangi tingkat stres di lingkungan kerja Anda.


Comments

  1. noni cantik

    November 24, 2011, 10:28 pm

    bgmn caranya utk menghindari serangan jantung

    =====================================================
    Tropicana Slim:

    Dear Noni Cantik,
    Untuk menghindari serangan jantung, maka beberapa hal yang dapat kamu lakukan yaitu :
    1. Stop Merokok
    2. Kontrol Tekanan Darah
    3. Kontrol Kadar Kolesterol Darah
    4. Aktifitas Fisik
    5. Kontrol Berat Badan
    6. Pola Makan yang baik, salah satunya kamu bisa coba Tropicana Slim Fitosterol, Omega Fiber atau GoldenMil
    7. Menjalani pola hidup sehat, salah satunya dengan aktif berolahraga

    Salam sehat,
    Tropicana Slim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *