Nafsu Makan Tinggi : Pertanda Penyakit Gula?

15 January 2010 Nafsu Makan Tinggi : Pertanda Penyakit Gula? Bagi mereka yang hobby makan, judul di atas tentu menimbulkan rasa khawatir. Benarkah nafsu makan berhubungan erat dengan penyakit diabetes? Epidemi Obesitas Tak dapat dipungkiri bahwa mereka yang kelebihan berat badan pada umumnya memiliki nafsu makan yang tinggi. Meski sudah melewati jam makan utama, aktivitas memasukkan makanan ke dalam mulut rasanya tak bisa berhenti. Ada saja keinginan untuk menyantap atau sekedar mencicipi makanan. Kalau sudah seperti ini, tak heran berat badan akan meningkat secara drastis. Hingga kini, obesitas tetap menjadi masalah yang aktual bahkan telah menjadi sebuah epidemi. Di dalam tubuh, obesitas ini ditandai dengan pertumbuhan sel-sel lemak yang berlebih yang biasanya terjadi di bagian perut. Leptin: Menurunkan Nafsu Makan Mereka yang mengalami obesitas diketahui mempunyai peluang 18 kali lebih besar mengalami diabetes daripada yang bertubuh normal. Awalnya munculnya kedua penyakit tersebut diduga disebabkan melimpahnya gula darah (glukosa) akibat konsumsi makanan yang berlebihan atau makanan yang kaya gula. Namun dalam dekade terakhir ini, para ilmuwan menunjukkan adanya hal yang baru yang menghubungkan kedua penyakit tersebut. Penghubung itu adalah sebuah hormon yang bernama Leptin. Hormon ini berasal dari bahasa Yunani: leptos, yang berarti kurus. Leptin mempunyai peranan yang penting dalam hal pengaturan berat badan seseorang. Caranya dengan mengendalikan rasa lapar dan pemakaian energi. Pada dasarnya, leptin adalah penghubung antara sistem syaraf pusat dan sel lemak dalam tubuh. Setelah leptin ditangkap oleh penerima leptin, otak segera menyampaikan sinyal yang menurunkan rasa lapar dan menaikkan pemakaian energi. Leptin ini diproduksi oleh sel-sel lemak. Semakin tinggi lemak tubuh seseorang, semakin tinggi pula kadar leptin dalam darah orang tersebut. Namun pada penderita obesitas yang terjadi tidaklah demikian. Penderita obesitas sering mengalami leptin deficiency dan leptin resistance. Leptin deficiency adalah suatu kondisi dimana sel-sel lemak tidak dapat memproduksi leptin dalam jumlah yang sesuai. Sedangkan leptin resistance adalah kerusakan pada bagian penerima leptin (leptin receptor). Kedua gangguan ini akan mengakibatkan nafsu makan akan terus-menerus tinggi dan penggunaan energi cenderung rendah. Biasanya disertai dengan insensitivitas penerima insulin sehingga memungkinkan penderitanya mengalami penyakit diabetes. Hanya Terjadi bila Rusak Total Semula diduga bahwa apapun gangguan yang menyebabkan terganggunya fungsi leptin akan meningkatkan risiko terkena diabetes secara signifikan. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa diabetes hanya muncul jika terjadi kerusakan fungsi leptin secara total. Hal ini dibuktikan oeh Martin G Myers melalui sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan dan Universitas Harvard terhadap dua kelompok tikus. Kelompok tikus yang masih memproduksi leptin dan penerima leptin namun mengalami gangguan pada fungsi leptin dalam mengatur nafsu makan, memang mengalami obesitas, namun mereka tidak terkena diabetes. Sebaliknya, kelompok tikus yang sama sekali tidak memproduksi leptin dan atau penerima leptin, semuanya mengalami obesitas dan juga mati karena diabetes. Penelitian mengenai leptin dalam kaitannya dengan obesitas dan diabetes masih terus berlanjut. Diduga di masa mendatang pengobatan diabetes tidak lagi hanya terpusat pada insulin namun juga pada hormon leptin dan penerima leptin. Bagi Anda yang saat ini memiliki nafsu makan yang tinggi sebaiknya lebih waspada karena tak menutup kemungkinan Anda menderita leptin deficiency atau leptin resistance. Siasati nafsu makan Anda yang tinggi dengan pemilihan jenis makanan yang tepat. Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula. Sebaliknya, untuk menjaga pola hidup sehat, konsumsilah makanan yang mengandung serat. Serat dapat menimbulkan perasaaan kenyang lebih lama sehingga tidak cepat lapar dan otomatis konsumsi makanan dapat dikurangi. (ptr)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *