Minyak Kanola & Minyak Jagung untuk Jantung Sehat

12 May 2015

“Minyak”, kata yang satu ini rasanya sudah tidak asing lagi didengar. Mendengar kata minyak biasanya akan akan terbayang konotasi kata-kata : gemuk, tidak sehat, dan tinggi kalori. Kata-kata yang muncul itu sebetulnya tidak 100 % salah, namun bukan berarti sepenuhnya benar juga. Studi observasi menunjukkan salah satu penyumbang obesitas atau kegemukan adalah konsumsi lemak secara berlebihan. Mengapa demikian ? Minyak atau lemak memang mengandung nilai kalori yang tinggi, satu gram minyak mengandung 9 kkal energi, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menyumbang 4 kkal per satu gramnya. Tidaklah aneh kalau lemak menjadi salah satu penyumbang kelebihan energi, lebih parahnya kegemukan ini terhubung dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

 

So, should we avoid oil and fats ?  Jawabannya  tidak. lemak memang menyumbang nilai kalori yang tinggi bila dikonsumsi, namun tubuh tetap membutuhkan lemak dari makanan untuk membantu kerja tubuh lebih baik, misal untuk pembentukan hormon dan melindungi fungsi organ tubuh dari benturan. Akan tetapi memilih minyak tidak bisa asal-asalan, minyak yang baik harus lebih menyehatkan.

 

Choosing healthy oils

Semua makanan yang kita pikir sebagai “lemak” memang tersusun dari asam lemak. Asam lemak penyusun inilah yang secara khusus memberikan dampak bagi kesehatan. Secara umum, ada dua jenis asam lemak pada minyak yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh (saturated fat) dikategorikan sebagai lemak yang kurang sehat1. Pasalnya konsumsi asam lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol di dalam darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung1. Asam lemak jenuh banyak terdapat di minyak sawit, butter, shortening, dan gajih. Misalnya minyak kelapa sawit, hampir 50 % nya tersusun atas asam lemak jenuh.

 

Berbeda dengan asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh (unsaturated fat) baik tunggal (M

UFA) maupun ganda (PUFA) memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satu asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung adalah omega-33,5. Sumber asam lemak tak jenuh banyak terdapat di minyak nabati seperti minyak jagung, minyak kanola, dan minyak zaitun.

 

Membedakan minyak yang banyak mengandung asam lemak tak jenuh tidaklah sulit. Minyak dengan asam lemak tak jenuh yang tinggi akan berbentuk cair bahkan setelah dimasukkan ke kulkas. Sebaliknya minyak dengan asam lemak jenuh yang tinggi akan mudah membeku saat didinginkan di dalam kulkas1.

Gambar di bawah adalah contoh perbandingan minyak kanola, minyak jagung dan minyak sawit yang dimasukkan ke dalam kulkas. Minyak kanola dan jagung tidak membeku pada suhu rendah karena rendah lemak jenuh.

perbandingan minyak corn canola

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan minyak di dalam masakan akan memberikan cita rasa yang sedap pada masakan. Namun, memilih minyak yang sehat tentunya menjadi pilihan pola hidup yang menyenangkan. Selain bisa memperoleh makanan dengan cita rasa yang sedap, juga dapat mendapatkan manfaat kesehatan juga.

 

Corn and canola oil 

Kini di pasaran banyak minyak yang beredar dengan ragam klaim kesehatan. Memilih minyak yang sehat menjadi tantangan tersendiri, mengingat konsumsi minyak ini tidak hanya untuk diri kita sendiri namun digunakan juga untuk konsumsi keluarga. Ibu rumah tangga harus cermat dalam memilih minyak yang sehat terutama untuk kesehatan keluarganya.

 

Kriteria minyak yang lebih sehat adalah minyak yang rendah akan asam lemak jenuh (lemak jahat), juga harus tinggi akan kandungan asam lemak tak jenuh (lemak baik). Tahukah Anda ? Minyak kanola dan minyak jagung termasuk di dalam kriteria minyak yang lebih menyehatkan.

ladang canola

pic: Foto Ladang Bunga Kanola

Minyak kanola merupakan minyak yang diperoleh dari biji bunga kanola ini kaya akan kandungan asam lemak tak jenuh ganda yaitu omega-3. Dalam segi kandungan minyak kanola paling tinggi omega-3 bila dibandingkan minyak lainnya. Minyak kanola mengandung 45 kali lebih tinggi omega-3 dibandingkan dengan minyak sawit pada umumnya. Publikasi yang dikeluarkan British Journal of Nutrition menujukkan konsumsi omega-3 ini bersifat kardioprotektif atau dapat melindungi jantung. Hal ini ditunjukkan dari penurunan risiko penyakit jantung dan kematian akibat serangan jantung.6 Tak hanya sampai disitu, kandungan asam lemak jenuh (lemak jahat) pada minyak kanola juga rendah.

 

Peneliti dari Harvard School of Public Health, Dariush Mozaffarian,MD menyebutkan mengurangi konsumsi asam lemak jenuh (lemak jahat) dari 11,5 % menjadi 6,5 % total energi akan menurunkan risiko penyakit jantung sampai 10 %. Peneliti juga menambahkan diet sehat juga harus diikuti juga dengan gaya hidup sehat5.

 

Selain minyak kanola, minyak jagung juga merupakan salah satu alternatif minyak yang lebih sehat. Kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi dilengkapi dengan asam lemak jenuh yang relatif rendah menjadikan kombinasi nutrisi di dalam minyak yang lebih menyehatkan. Kandungan asam lemak tak jenuh (lemak sehat) pada minyak jagung 5 kali lebih tinggi daripada minyak sawit pada umumnya.  Selain itu minyak jagung memiliki aroma khas yang memberikan cita rasa masakan semakin sedap. Nah untuk lebih jelasnya, yuk lihat video berikut.

 

Minyak jagung dan minyak kanola memiliki smoke point yang tinggi. Smoke point  yang tinggi menunjukkan bahwa minyak tersebut stabil pemanasan sehingga tidak mudah berasap selama memasak. Karena stabil pemanasan, minyak jagung dan minyak kanola sangat cocok digunakan untuk memasak seperti menumis, memanggang, dan pan-fryingUntuk mendukung pola hidup sehat, ganti proses menggoreng (deep frying) dengan proses masak yang lebih sehat. Mengolah makanan dengan proses menumis, memanggang, dan pan-frying menjadi opsi yang jauh lebih menyehatkan bila dibandingkan dengan menggoreng.

Nah, kabar baiknya, Tropicana Slim menyediakan Minyak Kanola dan Minyak Jagung untuk alternatif minyak yang lebih sehat. For better health, choose your oils wisely.

TS Conola Bottle_New SOPTS-CornOil-BottlePouch

       Buy Canola Oil                      Buy Corn Oil

 

References

  1. http://www.webmd.com/food-recipes/healthy-cooking-oils-buyers-guide?page=1 (diakes pada 13 Maret 2015)
  2. http://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/fats-and-oils-explained (diakses pada 13 Maret 2015)
  3. http://www.webmd.com/food-recipes/canola-oil (diakses pada 13 Maret 2015)
  4. http://www.webmd.com/cholesterol-management/features/cholesterol-and-cooking-fats-and-oils (diakses pada 13 Maret 2015)
  5. http://www.webmd.com/diet/healthy_oils_healthy_fats?page=2 (diakses pada 13 Maret 2015)
  6. Long chain omega-3 fatty acids and cardiovascular disease: a systematic review. British Journal of Nutrition 107 (Suppl 2) : 201-213 (2012).

 



Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *