Manis Sekarang, Manis Pula di Kemudian Hari

30 June 2015

Siapa sih yang tidak kenal dengan gula? Pemanis alami yang diolah dari tebu ini memang serbaguna. Hampir di setiap makanan dan minuman pasti menggunakan gula sebagai pemanis atau penyedap. Sayangnya, si manis ini bisa memberikan kehidupan yang kurang manis pula di kemudian hari. Mengapa? Karena konsumsi gula berlebih dapat memicu munculnyat diabetes. Penyakit “kencing manis” ini pasti sudah santer terdengar di telinga Anda, bukan? Yuk, kenali hubungan gula dengan efek sampingnya untuk masa mendatang.

 

Apakah Anda pernah mencoba untuk menghitung konsumsi gula setiap harinya? Mungkin Anda menghitung konsumsi gula pada saat menambahkan pemanis tersebut ke dalam minuman Anda, baik itu teh atau kopi. Tapi, tahukah Anda konsumsi gula tidak hanya mencakup pada penambahan pada minuman saja. Makanan yang Anda konsumsi bisa jadi mengandung banyak gula. Mungkin Anda merupakan pecinta makanan manis seperti cake, roti, permen dan es krim. Makanan-makanan tersebut biasanya tidak menggunakan gula rendah kalori. Jadi, Anda harus berhati-hati ketika hendak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula tersebut. Jangan sampai rasa manis hari ini membawa kepahitan di lain hari.

 

Manusia memiliki batasan terhadap konsumsi gula per harinya. Menurut WHO, alangkah baiknya jika gula tidak dikonsumsi tidak lebih dari 10% total kalori harian, atau sekitar 50 gram/hari. Takaran tersebut sangatlah sedikit, bahkan hanya cukup untuk menambahkan gula pada minuman Anda. Sedangkan, konsumsi gula harian Anda dapat sangat besar dari minuman saja, belum lagi makanan pokok yang Anda konsumsi juga mengandung gula. Dapat dipastikan makanan sehari-hari, terutama yang bisa Anda beli di luar, tidak menggunakan gula rendah kalori. Mungkin tidak langsung sekejap setelah makan gula Anda akan jatuh sakit, tetapi di kemudian hari bisa saja Anda terkena penyakit diabetes. Secara medis, ketika seseorang menderita penyakit diabetes maka bisa merambat ke komplikasi pada organ tubuh lainnya, seperti jantung, ginjal, saraf, dll.

 

Untuk benar-benar lepas seutuhnya dari makanan manis memang sulit. Apalagi ketika Anda lelah beraktivitas, makanan dan minuman manis dapat mengembalikan tenaga Anda. Tapi, tak semua makanan manis tersebut berakhir dengan manis pula. Sesungguhnya makanan manis tersebut menyimpan banyak risiko penyakit, salah satunya diabetes. Namun, anda tak perlu khawatir karena Anda tetap dapat menikmati rasa manis dari gula rendah kalori. Gula berkalori rendah tentu lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi.

 

 

Sumber:

- tropicanaslim.com/makin-manis-makin-pahit

- tropicanaslim.com/makin-melar-makin-berisiko


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *