Makin Manis Makin Pahit

15 December 2009 Makin Manis Makin PahitPernahkah Anda menghitung berapa sendok gula yang Anda konsumsi setiap harinya? Gula yang Anda hitung mungkin belum termasuk gula yang terselubung dan tersembunyi di dalam makanan manis yang Anda konsumsi seperti cake, coklat, atau cookies. Padahal, konsumsi gula yang tinggi berhubungan dengan berbagai macam gangguan kesehatan. Salah satu gangguan yang mungkin paling dikenal adalah penyakit kencing manis atau diabetes. Perlu Anda ketahui bahwa diabetes bisa merambat ke berbagai macam komplikasi pada organ-organ tubuh seperti jantung, pembuluh darah, ginjal, saraf, kulit, hingga mata. Tingginya konsumsi gula secara berlebihan ternyata juga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, salah satunya adalah kanker pankreas. Hal ini disebabkan oleh pembentukan senyawa radikal bebas yang dipicu oleh meningkatnya kadar gula darah akibat tingginya konsumsi gula. Senyawa radikal bebas inilah yang kemudian kerusakan oksidatif pada sel-sel pankreas1. Jenis kanker lain yang diketahui berhubungan dengan konsumsi gula berlebih adalah kanker payudara. Kanker yang satu ini berawal dari resistensi insulin akibat konsumsi gula berlebih. Kadar insulin dalam tubuh menjadi berlebihan dan memicu senyawa IGF-1 yang mendorong pertumbuhan sel-sel kanker2. Konsumsi gula juga bisa mengganggu kesehatan gigi Anda. Gula ternyata diketahui ikut terlibat pada masalah gigi pada anak-anak hingga orang dewasa3. Lalu, berapa banyak sebaiknya konsumsi gula per harinya? Berdasarkan rekomendasi WHO, konsumsi gula sebaiknya tidak lebih dari 10% total asupan kalori harian4, yaitu sekitar 40 gram atau 4 (empat) sendok teh gula (dengan menu rata-rata 2.000 kalori). Tidak banyak bukan?! Jangan sampai Anda melupakan gula yang dikonsumsi selain saat minum teh, kopi, atau minuman lain. Belum lagi gula yang terdapat pada berbagai makanan seperti roti, kue, atau permen yang terkadang tidak Anda sadari konsumsinya. Karenanya, untuk hidup yang lebih sehat kini dan nanti, ganti gula Anda dengan Tropicana Slim Sweetener yang rendah kalori. Risiko berbagai macam penyakit berbahaya seperti diabetes pun dapat dihindari. Jangan sampai rasa manis yang Anda nikmati harus berubah menjadi pahitnya penyakit. Dengan Tropicana Slim Sweetener, Anda tetap dapat menikmati rasa manis yang sehat untuk manisnya hidup sehat dan masa depan Anda. Referensi: 1. American Journal of Clinical Nutrition, Vol. 84, No. 5, 1171-1176, November 2006. 2. Cancer Causes and Control. Volume 13, Number 10 / December, 2002. 3. J. Nutr. 131: 2766S–2771S, 2001. 4. World Health Organization


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *