Makanan untuk Diet Rendah Lemak yang Lezat

24 April 2015

Demi menurunkan berat badan atau kolesterol, umumnya orang akan menghindari makanan yang berlemak. Tapi, tahukah Anda? Tidak hanya jumlah saja yang perlu dibatasi, jenis lemak yang dikonsumsi juga penting diperhatikan. Dalam tips kesehatan kali ini, akan dijelaskan lebih lanjut tentang makanan untuk diet rendah lemak.

Apa sajakah yang aman dikonsumsi saat menjalankan diet rendah lemak untuk membantu upaya penurunan berat badan dan kadar kolesterol jahat dalam darah? Berikut adalah pilihan makanan lezat yang bisa membantu Anda menjalani diet rendah lemak:

1. Produk susu rendah
    Susu, yogurt, keju rendah lemak atau bebas lemak
2. Ikan, daging, dan unggas
    Daging yang rendah lemak (buang lapisan lemak di daging dan kulitnya)
    Pilih makanan yang dimasak dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang
3. Sereal, pasta dan biji-bijian
    Oat atau cereal yang rendah gula
    Pilih pasta saus tomat (bukan saus krim)
4. Buah dan sayuran
5. Snack rendah lemak dan rendah gula

 

Kriteria makanan untuk diet rendah lemak 

Saat memilih makanan untuk membatasi asupan lemak, sesungguhnya bukan hanya kandungan lemak saja yang perlu diperhatikan. Pasalnya, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemilihan makanan saat menjalankan diet sehat. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, selain membatasi asupan lemak, penting bagi Anda untuk juga membatasi asupan kalori. Salah satunya, batasilah asupan gula berlebih dengan cara mengganti gula pasir yang biasa Anda pakai sehari-hari dengan gula yang rendah kalori.

 

Contoh makanan untuk diet rendah kalori 

Buah dan sayur dapat menjadi pilihan baik saat melakukan diet sehat yang membatasi asupan kalori dan lemak. Penuhilah setengah dari piring Anda dengan buah dan sayur saat menjalankan diet sehat. Berikut ini adalah beberapa alternatif buah dan sayur yang penuh dengan nutrisi terbaik yang dibutuhkan oleh tubuh:

 

Asparagus

Di Indonesia, asparagus dikenal sebagai salah satu bahan untuk membuat sup, terutama sup jagung yang menggunakan campuran telur dan daging kepiting. Namun, di beberapa negara barat asparagus dikonsumsi dalam keadaan mentah atau dikukus sebagai bahan campuran salad. Asparagus mengandung sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti Vitamin A, C, E, K, dan B6, serta folat, besi, dan tembaga.

 

Brokoli

Superfood yang satu ini adalah sayuran berwarna hijau tua yang kaya nutrisi. Brokoli mengandung serat, vitamin, dan mineral. Bahkan, sayur ini juga mengandung antioksidan yang cukup kuat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

 

Kubis

Renyah, manis, dan sangat terjangkau. Itulah yang membuat kubis menjadi sayuran favorit bagi semua orang. Bahkan, sayuran yang bisa ditemukan dalam warna hijau muda dan ungu ini juga dibuat menjadi campuran bahan untuk membuat salad. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan beberapa fitonutrien di dalam kubis cukup tinggi. Fitonutrien bermanfaat karena dapat bertindak sebagai senyawa antioksidan. Salah satunya, kubis ungu mengandung anthocyanin yang bermanfaat melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

 

Selada

Alternatif sayuran lain adalah adalah selada, di mana satu cangkir selada hanya megandung 5 kalori saja. Jenis selada Romaine merupakan sumber asupan Vitamin B, asam folat, dan mangan yang bermanfaat. Apa pun jenis selada yang Anda pilih, sayuran ini dapat melengkapi menu makanan diet Anda.

 

Kembang Kol

Sama seperti kubis, kembang kol juga mengandung fitonutrien untuk memerangi pertumbuhan sel kanker. Bahkan, kembang kol merupakan sumber asupan Vitamin C dan folat yang baik. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi kembang kol dalam keadaan mentah, maka Anda dapat memasak sayuran ini terlebih dahulu dengan cara merebus atau mengukusnya.

 

Jamur

Ingin mencari makanan lezat yang rendah kalori dan kaya nutrisi? Anda bisa mengonsumsi berbagai varian jamur, seperti jamur kancing, kuping, shiitake, dan maitake. Hampir semua jenis jamur mengandung antioksidan, protein, kalium, vitamin B, dan serat.

 

Jeruk Bali

Jeruk Bali adalah buah yang sangat cocok untuk mengisi perut disaat Anda sedang merasa lapar. Pasalnya, buah ini hanya mengandung 39 kalori saja dalam setengah potongnya. Ada kandungan Vitamin C, asam folat, dan potasium di dalam buah ini. Selain itu, ada pula pektin yang merupakan serat larut yang baik unuk kesehatan pencernaan.

 

 

Ingat, diet rendah lemak bukan berarti Anda dilarang mengonsumsi lemak. Lemak tetap dibutuhkan dalam jumlah yang cukup dan jenis yang tepat. Yang dimaksud jenis yang tepat di sini misalnya: mengganti makanan yang mengandung lemak jenuh (lemak jahat) dengan lemak tak jenuh (lemak baik). Contoh sederhana adalah menggantikan minyak sawit yang tinggi lemak jenuh dengan minyak jagung atau zaitun. Minyak jagung (corn oil) dan minyak zaitun (olive oil) adalah contoh bahan pangan yang mengandung lemak tak jenuh serta diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL).

 

Selain memilih makanan yang tepat, Anda juga harus memperhatikan cara mengolah makanan tersebut. Jika sedang menjalankan diet sehat, hindari proses pengolahan hidangan dengan cara menggoreng yang mengharuskan Anda untuk memakai banyak minyak goreng dan menyebabkan makanan banyak menyerap minyak.

 

 

Source:

cancer.org/healthy/eathealthygetactive/takecontrolofyourweight/low-fat-foods

webmd.com/diet/low-fat-diet

foodnavigator-usa.com/R-D/Corn-oil-may-lower-cholesterol-better-than-extra-virgin-olive-oil-study

prevention.com/weight-loss/weight-loss-tips/low-calorie-foods-weight-loss

health.com/health/gallery/0,,20640804,00.html

Diakses pada 27 August 2014


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *