Hipertensi pada Ibu Hamil

23 September 2015

Hipertensi dapat dialami oleh siapa pun, tak terkecuali ibu hamil. Kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi dan kehamilan umumnya bukan merupakan kombinasi yang berbahaya, tetapi harus ditangani dengan baik. Sebagian kondisi hipertensi telah terjadi pada wanita sebelum kehamilan. Pada kondisi lainnya, hipertensi baru  justru terjadi selama masa kehamilan.

 

Kondisi hipertensi selama masa kehamilan dapat menimbulkan beberapa risiko bagi ibu dan janin, diantaranya1 :


Mengurangi aliran darah ke plasenta

apabila aliran darah ke plasenta berkurang, maka janin akan menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi sehingga dapat berpengaruh pada gangguan pernapasan pada janin dan pertumbuhannya.


Gangguan pada plasenta

Pada kasus pre-eklampsia, yaitu komplikasi kehamilan dimana tekanan darah tinggi memicu kerusakan pada sistem organ, plasenta dapat mengalami kerusakan yang apabila tidak ditangani dapat berakibat kepada komplikasi serius.


Kelahiran prematur

Pada keadaan tertentu, kelahiran prematur menjadi opsi yang dibutuhkan untuk menghindari adanya komplikasi serius/ fatal akibat tekanan darah tinggi

 

Hipertensi umumnya berkembang secara perlahan. Pada tahap ringan, kondisi hipertensi tidak memiliki gejala yang signifikan. Akan tetapi, apabila tidak diketahui maupun ditangani dengan baik, tekanan darah dapat menjadi semakin tinggi. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih merupakan kondisi hipertensi dan harus ditangani. Kenaikan tekanan darah tinggi merupakan tanda awal terjadinya pre-eklampsia (komplikasi kehamilan)1,3.

 

Beberapa saran yang dapat dilakukan bagi ibu hamil untuk mengontrol dan menjaga tekanan darah1,2:

- lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur selama masa kehamilan,
- konsultasikan kehamilan anda dengan dokter kandungan, termasuk apabila mengonsumsi obat penurun tekanan darah,
- konsumsi pola makan sehat dengan mengurangi asupan garam tinggi dan memperbanyak asupan sayur dan buah segar,
- hindari stress dengan istirahat yang cukup,
- tetap aktif dengan melakukan olah raga ringan dan relaksasi.

Meskipun tidak dapat dicegah, gejala hipertensi apabila diketahui lebih awal akan semakin baik. Hipertensi yang dialami oleh ibu hamil harus segera diturunkan untuk menghindari terjadinya gangguan kesehatan baik pada diri dan janin.

 

 

Source:
http://www.mayoclinic.org/pregnancy/ART-20046098?p=1
patient.co.uk/doctor/hypertension-in-pregnancy
babycenter.com/0_chronic-hypertension-during-pregnancy_1427404.bc
Diakses pada 6 Maret 2015


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *