Gejala Hipertensi & Tips Menurunkannya

17 April 2015

Anda tentu sudah tak asing dengan istilah hipertensi. Ya, hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah melebihi batas normal (120/80 mmHg). Hipertensi seringkali tanpa gejala, namun ketika tekanan darah sudah terlalu tinggi, terkadang gejala hipertensi seperti sakit kepala, lelah, sakit di dada dapat dirasakan oleh penderitanya.

 

Pengenalan Jenis dan Gejala Hipertensi Secara Umum 

Beberapa orang yang merasakan gejala tekanan darah tinggi mungkin tidak menyadari bahwa ia sedang mengalami hipertensi. Bahkan, masih banyak sejumlah orang yang tidak sadar bahwa mereka hidup dengan kondisi hipertensi selama bertahun-tahun. Hipertensi tanpa gejala bukanlah kondisi yang baik dan tidak berbahaya. Pasalnya, jika tekanan darah tinggi semakin tidak terkontrol maka kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit jantung atau stroke.

 

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai gejala hipertensi, mari kita kenali dua jenis hipertensi terlebih dahulu. Jenis yang pertama adalah hipertensi primer atau hipertensi esensial di mana kondisi ini tidak disebabkan oleh suatu hal yang spesifik, melainkan kondisi yang biasa diperoleh penderitanya karena faktor keturunan. Namun, hipertensi primer ini bisa berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Jenis yang kedua adalah hipertensi sekunder yang merupakan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan yang sudah diperoleh sebelumnya.

 

Penjelasan Lengkap Seputar Penyebab dan Gejala Hipertensi 

Walaupun tidak semua orang merasakan gejala hipertensi, tetapi nyatanya masih banyak orang yang mengaku merasakan gejala dari tekanan darah tinggi ini. Beberapa gejala umum yang dialami oleh penderita hipertensi antara lain adalah:

- Sakit kepala ringan atau berat
- Sering mengalami mimisan
- Sesak napas
- Kecemasan berat

 

Gejala hipertensi yang dirasakan oleh para pengidapnya ini bukan datang tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang memperkuat risiko tekanan darah tinggi pada seseorang. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab hipertensi secara umum.

- Obesitas
- Kurang olahraga
- Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
- Riwayat keluarga yang pernah menderita hipertensi atau penyakit ginjal
- Riwayat pernah melahirkan anak kembar

 

Mitos Mengenai Gejala Hipertensi 

Terlepas dari semua gejala hipertensi yang sudah disebutkan di atas, setiap gejala tersebut ternyata memiliki penjelasannya tersendiri. Lantas, benarkan gejala hipertensi hanya merupakan sebuah mitos belaka?

 

Sakit Kepala

Pada tahun 1900-an dilaporkan bahwa penderita hipertensi lebih sering mengalami sakit kepala. Sebuah penelitian dalam jurnal Neurology menyatakan bahwa seseorang yang memiliki tekanan darah 40% lebih tinggi dari batas normal memang dapat mengalami sakit kepala. Namun, sakit kepala masih bukan merupakan indikator yang tepat untuk menyatakan kondisi hipertensi pada seseorang.

 

Mimisan

Hanya 17% pasien dengan hipertensi parah saja yang melaporkan tentang adanya gejala mimisan. Sementara itu, 83% lainnya menyatakan tidak mengalami mimisan. Perlu Anda ketahui bahwa mimisan terjadi karena udara yang kering. Lapisan hidung mengandung banyak pembuluh darah kecil yang mudah berdarah. Sementara itu, iklim panas dapat mengeringkan membran hidung sehingga lebih rentan terjadi pendarahan. Jadi, mimisan juga bukan salah satu gejala yang benar-benar menyimpulkan kondisi hipertensi pada seseorang.

 

Bercak darah di mata

Kondisi seperti ini biasa dialami oleh pengidap diabetes dan hipertensi. Namun, secara medis hipertensi tidak menimbulkan gejala berupa bercak darah di mata. Kondisi ini umumnya dialami penderita hipertensi yang tidak kunjung mendapatkan penanganan lalu terjadi kerusakan pada saraf di area mata.

 

Jika tidak melalui gejala, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita mengalami hipertensi atau tidak? Caranya sangat mudah, Anda bisa mengontrol tekanan darah secara rutin dengan tensi meter khusus. Seseorang didiagnosis menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik 180 atau lebih dan tekanan diastolik 110 atau lebih.

 

Cara Menurunkan Darah Tinggi yang Efektif 

Cara menurunkan darah tinggi salah satunya adalah dengan mengurangi konsumsi garam. Garam tersusun atas mineral sodium dan klorida. Sodium dapat mengikat air dalam tubuh manusia. Konsumsi sodium yang tinggi akan meningkatkan volume darah yang kemudian akan mengakibatkan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi garam merupakan salah satu cara menurunkan darah tinggi. Selain mengurangi konsumsi garam, upaya-upaya di bawah ini juga dapat membantu menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi, yaitu:

 

Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)

DASH adalah diet yang mengatur pola makan untuk menurunkan hipertensi. Diet ini menganjurkan Anda untuk mengurangi makanan yang tinggi sodium dan natrium dan menyantap lebih banyak makanan yang berkalium tinggi. Fokus utama dalam menjalani diet ini adalah mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian, dan ikan yang kaya omega-3.

 

Tingkatkan aktivitas fisik

Malas berolahraga adalah salah satu faktor penyebab hipertensi. Jadi, untuk menurunkan tekanan darah tinggi, Anda dianjurkan untuk lebih aktif bergerak dan berolahraga secara teratur. Lakukan olahraga yang dapat meningkatkan aktivitas jantung, seperti aerobik atau kardio. Latihan ini akan meningkatkan aktivitas jantung dalam memompa darah.

 

Konsumsi obat dari resep dokter

Bila Anda mengalami hipertensi kronis yang sudah sulit diatasi hanya dengan perubahan gaya hidup saja, maka Anda harus segera berkonsultansi ke dokter. Dokter akan meresepkan beberapa jenis obat penurun tekanan darah tinggi. Jenis obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk penderita hipertensi antara lain adalah diuretik untuk mengurangi kandungan natrium dalam tubuh, beta-blocker untuk memperlambat detak jantung sehingga alirah darah di pembuluh darah berkurang, angiotensin-converting enzyme untuk merelaksasi pembuluh darah yang menyempit, dan sejumlah obat-obatan lainnya.

 

Tips Menurunkan Tekanan Darah bagi Penderita Gejala Hipertensi 

Karena gejala hipertensi seringkali tidak nampak, ada baiknya Anda melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin dan menerapkan gaya hidup sehat sebagai pencegahan. Penderita hipertensi juga dapat melakukan cara-cara berikut untuk menurunkan tekanan darahnya.

 

1. Pilih produk rendah sodium

Saat hendak membeli makanan dalam kemasan, sebaiknya baca dulu label yang tertera pada kemasannya. Pilihlah produk yang bertuliskan “low salt” atau “low sodium”.

 

2. Kurangi konsumsi makanan olahan

Daripada menyantap makanan olahan instan seperti nugget atau sosis, lebih baik Anda menikmati makanan segar seperti ayam, daging, dan ikan yang diolah sendiri.

 

3. Batasi penggunaan garam saat memasak

Siapa bilang makanan tanpa garam tidak nikmat? Jika Anda cermat menggunakan rempah-rempah yang, rasa masakan Anda akan tetap sedap walau tanpa garam. Anda juga bisa menggunakan saus atau kecap asin yang rendah garam.

 

4. Perbanyak makan sayur dan buah

Buah dan sayuran segar mengandung natrium yang rendah, namun kaya akan kalium yang baik untuk tekanan darah manusia.

 

5. Kurangi konsumsi makanan berlemak tinggi

Tanpa Anda sadari, makanan yang berlemak tinggi bukan hanya meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko hipertensi. Bagi Anda yang ingin menurunkan tekanan darah atau sekadar ingin menghindari hipertensi, sebaiknya hindari konsumsi makanan berlemak atau makanan-makanan yang dapat meningkatkan kolesterol.

 

Cara-cara mudah di atas bisa dilakukan oleh siapapun. Yang Anda perlukan hanyalah ketekunan dan kedisiplinan dalam upaya mencegah dan menurunkan hipertensi. Jalani hidup sehat dari sekarang.

 

 

Source:

tropicanaslim.com/all-you-need-to-know-about-hypertension

tropicanaslim.com/menghindari-hipertensi-bagaimana-trik-mengurangi-konsumsi-garam

webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/hypertension-symptoms-high-blood-pressure

heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/SymptomsDiagnosisMonitoringofHighBloodPressure/What-are-the-Symptoms-of-High-Blood-Pressure_UCM_301871_Article.jsp#.WA9wn4997IV

healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension-symptoms#Treatment4

Diakses pada 26 August 2014


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *