11

Hidup Sehat Selama Puasa

  

Bulan puasa telah tiba! Perubahan jadwal dan waktu makan di bulan puasa ternyata juga berdampak pada tubuh kita. Dengan berkurangnya waktu makan, apakah kita sudah pasti terhindar dari bahaya kesehatan seperti berat badan berlebih? Belum tentu!

Di bulan puasa, risiko berat badan berlebih mungkin meningkat karena diketahui bahwa bulan puasa identik dengan konsumsi makanan yang manis. Sayangnya, konsumsi makanan manis juga umumnya berasosiasi dengan tingginya jumlah gula2. Padahal kita tahu bahwa konsumsi gula berlebih akan disimpan menjadi tumpukan lemak yang akhirnya berkontribusi pada peningkatan berat badan dan risiko kesehatan lainnya.

Saat berbuka puasa, jadi saat yang dinanti. Umumnya, makanan yang jarang dijumpai seperti kolak, es buah,maupun makanan seperti opor ayam dan lontong sayur , tersedia di meja. Terkadang, karena saat sahur kita tidak mengonsumsi cukup makanan, akhirnya menjadi “kalap” saat melihat makanan yang terhidang saat buka puasa, sehingga akhirnya makan berlebihan. Ditambah lagi, hidangan saat berbuka umumnya tinggi lemak dan tinggi gula.

Selain kemungkinan konsumsi makanan yang kurang sehat, ternyata juga terjadi penurunan waktu tidur saat bulan puasa, yaitu menjadi kurang dari 6 jam sehari. Hal ini selain karena harus bangun pagi untuk sahur, ternyata orang cenderung tidur lebih larut (di atas pukul 12 malam) pada masa puasa5 padahal, kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas. Selain itu, juga membuat kita tidak segar dan cenderung tidak produktif keesokan harinya.

Lalu, bagaimana cara kita menyiasati hal tersebut? Tropicana Slim bagikan tipsnya:

  • Saat Sahur
    • Pilihlah makanan dengan jenis karbohidrat kompleks3.
    • Yang termasuk jenis karbohidrat kompleks adalah serealia whole grain (roti gandum whole grain), pasta. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lama sehingga memberikan energi lebih panjang dan Anda tidak mudah lapar kembali dibandingkan jika Anda sahur dengan makanan yang karbohidratnya sederhana seperti cake.
    • Batasi konsumsi minuman yang mengandung kafein (teh atau kopi) karena kafein memicu pengeluaran air dari tubuh dan meningkatkan kemungkinan Anda terkena dehidrasi4. Minuman berkafein dapat Anda konsumsi setelah berbuka, hanya saja tetap batasi jumlahnya agar Anda tidak sulit tidur.
    • Hindari melewatkan waktu makan sahur. Anda jadi kurang berenergi sepanjang hari dan di waktu berbuka, kemungkinan besar Anda akan makan berlebih.
  • Saat berbuka
    Pilihlah makanan berjenis karbohidrat sederhana untuk mengembalikan energi secara langsung3, misalnya es buah. Kandungan gula buah sudah memberikan sedikit energi untuk Anda setelah seharian berpuasa, oleh karena itu Anda bisa menggunakan pemanis rendah kalori/sirup rendah kalori untuk kuahnya. Ingatlah bahwa makanan manis saat berbuka hanya berfungsi untuk mengembalikan sedikit energi saja kemudian, konsumsi makanan secukupnya, jangan berlebihan.
  • Konsumsi air selama bulan puasa juga terbatas dari saat berbuka hingga waktu berpuasa kembali. Hal tersebut juga diketahui menyebabkan kemungkinan dehidrasi ringan selama Ramadan. Untuk menghindari dehidrasi, disarankan untuk meminum sedikitnya 6 gelas (1,5 liter) air atau jus buah di waktu setelah buka puasa hingga saat hendak berpuasa kembali1.
  • Makanan yang manis bisa dibuat jadi lebih sehat. Anda bisa menggunakan gula cair rendah kalori atau rangkaian pemanis rendah kalori Tropicana Slim untuk membuat hidangan berbuka, seperti es buah dan kolak. Anda tetap mendapatkan rasa manis tanpa gula berlebih.
  • Jika hendak mengonsumsi makanan sebelum tidur, lakukan 3-4 jam sebelum tidur2. Hal ini untuk memberi waktu makanan Anda dicerna sehingga tidak mengganggu saat tidur Anda. Usahakan untuk mendapatkan waktu tidur minimal 7 jam/hari.

Di bulan yang penuh berkah ini, selain menjadi saat istimewa menjalankan ibadah, jangan sampai dilewatkan jadi kesempatan untuk hidup lebih sehat.

References:

  1. Salehi M, Neghab M. 2007. Effects of fasting and a medium calorie balanced diet during the holy month Ramadan on weight, BMI and some blood parameters of overweight males. Pakistan Journal of Biological Sciences 10 (6): 968-971.
  2. Trepanowski JF, Bloomer RJ. 2010. The impact of religious fasting on human health. Nutrition Journal 9:57
  3. Al-Arouj M, et al. 2005. Recommendations for management of diabetes during Ramadan. Diabetes Care 28 (9): 2305-2311.
  4. NHS-Communities in Action. 2008. Ramadan Health Guide – a guide to healthy fasting.
  5. Roky R, Houti I, Moussamih S, Qotbi S, Aadil N. 2004. Physiological and chronobiological changes during ramadan intermittent fasting. Ann Nutr Metab 48: 296–303.

RELATED POST

Sudah Cukupkah Tidur Anda?
Tidur Terlalu Lama? Sehatkah?
10 Tips Olahraga untuk Diabetes

One Response to Hidup Sehat Selama Puasa

Leave a Reply

Jawaban comment akan dikirim ke e-mail pribadi kamu.
Pastikan alamat e-mail yang tertulis sudah benar. Email tidak akan dipublikasikan.

Required fields are marked *

*


− 6 = three