Hal Apakah Yang Menjadi Risiko Penyebab Hipertensi?

22 June 2015

Mengetahui penyebab hipertensi penting untuk dapat melakukan tindakan pencegahan dengan tepat. Namun, sebelum mengenal penyebab hipertensi secara lebih dekat, alangkah baiknya jika Anda mengenal apa itu tekanan darah dan hipertensi.

 

Tekanan darah berarti tekanan pada dinding pembuluh darah arteri, yaitu pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke organ-organ tubuh. Pada dasarnya, ketika jantung berdetak maka darah akan terpompa ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Tekanan darah berperan untuk mengalirkan darah ke semua pembuluh dalam tubuh. Tekanan darah pada saat jantung berdetak guna memompa darah dikenal sebagai tekanan darah sistolik dan tekanan darah saat jantung ‘beristirahat’ dikenal sebagai tekanan darah diastolik.

 

Tekanan darah umum bervariasi naik dan turun sepanjang hari. Namun jika tekanan darah tinggi melebihi batas normal secara terus menerus, hal ini disebut sebagai hipertensi atau penyakit darah tinggi. Seberapa yang termasuk normal? Tekanan darah sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg termasuk sebagai tekanan darah normal. Bagaimana dengan yang termasuk tekanan darah tinggi? Tekanan darah sistolik 120-139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg termasuk prehipertensi (berisiko), sedangkan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg termasuk menderita hipertensi.

 

 

Lantas, apa hubungan jantung dengan tekanan darah tinggi? Ketika tekanan pada pembuluh darah tinggi, maka jantung harus memompa darah lebih keras lagi. Kerja keras yang dilakukan oleh jantung dan terhambatnya aliran darah ini bisa berdampak pada kerusakan organ tubuh, bahkan dapat menjadi penyebab munculnya penyakit berbahaya dalam tubuh seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung dan ginjal. Wah, sangat mengerikan ya?

 

Ada 2 faktor yang menjadi penyebab hipertensi, yaitu faktor pola hidup serta faktor bawaan. Untuk faktor bawaan sangat sulit dikendalikan oleh manusia, karena faktor tersebut memang susah untuk diubah. Namun, kebanyakan penyebab tekanan darah tinggi adalah pola hidup yang tidak sehat yang untungnya masih dapat diubah. Agar lebih jelas, berikut adalah penyebab-penyebab tekanan darah yang tinggi berdasarkan faktornya:

 

Penyebab Hipertensi: Faktor bawaan (tidak bisa dikendalikan) 

Usia

Semakin bertambahnya usia seseorang, maka tekanan darahnya pun akan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena pada saat usia seseorang bertambah tua, maka pembuluh darah juga akan menjadi lebih kaku, lebih tidak elastis, dan lebih tebal. Akibatnya, jantung pun harus bekerja lebih keras dalam memompa darah.

 

Jenis kelamin

Pada awal usia pertengahan, yaitu sekitar 45 tahun, penyakit darah tinggi diketahui lebih umum dialami pria. Wanita diketahui lebih berisiko menderita hipertensi di atas usia 65 tahun, dimana menopause berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada wanita.

 

Keturunan

Hipertensi juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan dalam keluarga. Sama seperti penyakit jantung dan stroke, hipertensi juga bisa diturunkan dari keluarga. Ketika orang tua Anda memiliki riwayat hipertensi, maka Anda juga perlu waspada karena risiko hipertensi yang mengancam Anda lebih besar dibanding orang lain yang di dalam keluarganya tidak pernah mengalami hipertensi. Apalagi jika dikombinasi dengan Anda menjalankan pola hidup tidak sehat yang juga merupakan faktor penyebab hipertensi, risiko Anda terkena hipertensi pun semakin meningkat.

 

Penyebab Hipertensi: Faktor pola hidup (dapat dikendalikan) 

Pola makan tinggi garam

Apa yang Anda makan sehari-hari juga bisa mempengaruhi tingkat tekanan darah Anda. Jika Anda ingin terhindar dari hipertensi, mulailah dari sekarang untuk mengurangi konsumsi garam atau natrium. Kadar garam yang tinggi dalam makanan yang dikonsumsi dapat memicu risiko hipertensi. Pasalnya, konsumsi garam yang berlebih dapat meningkatkan kadar natrium di darah dan menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga meningkatkan tekanan darah. Batasi asupan garam Anda hingga maksimal 6 gram per hari atau setara dengan 1 sendok teh garam per hari untuk mengurangi faktor risiko penyebab hipertensi.

 

Obesitas

Lemak yang menumpuk dalam pembuluh darah dapat menyebabkan tekanan darah terus meningkat. Penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki indeks massa tubuh (dihitung dari berat badan (kg) / tinggi badan2 (m2)) lebih dari atau sama dengan 23 kg/m2 dikategorikan mengalami kelebihan berat badan. Tentu saja kelebihan berat badan merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk merupakan faktor penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

 

Merokok

Rokok mengandung zat-zat kimia yang berbahaya yang dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga berkontribusi untuk meningkatkan risiko hipertensi. Efek ini tak hanya dialami perokok aktif, melainkan juga pada perokok pasif. Tak hanya itu saja, rokok juga dikenal sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit jantung, kanker paru-paru, dan stroke.

 

Kurang berolahraga

Salah satu penyebab hipertensi adalah malas untuk bergerak atau kurang berolahraga. Lantas, apa hubungan antara tekanan darah dan olahraga? Begini penjelasannya, mereka yang jarang berolahraga umumnya memiliki denyut jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi denyut jantung, semakin keras kerja jantung dan semakin tinggi beban tekanan yang dialami pembuluh darah. Kondisi inilah yang membuat tekanan darah menjadi semakin tinggi. Selain itu, kurang berolahraga juga meningkatkan risiko kegemukan yang berbahaya untuk kesehatan.

 

Kurang asupan kalium

Kalium membantu untuk menyeimbangkan kadar natrium di dalam sel darah. Kurangnya asupan kalium sehari-hari akan membuat kadar natrium dalam darah menjadi tinggi. Maka dari itu, cobalah untuk menambah asupan kalium harian Anda. Makanan yang diklaim mengandung kalium yang cukup tinggi adalah labu, ubi manis, kentang, pisang, dan jeruk.

 

Stres

Bila Anda mengalami stres, hal ini juga berpengaruh pada tekanan darah Anda. Ketika Anda mengalami stres berat, maka tekanan darah pun akan meningkat. Cobalah untuk lebih rileks dalam menghadapi berbagai masalah. Anda dapat berbagi kepada orang lain mengenai masalah Anda atau mengambil istirahat sejenak dari rutinitas yang membuat Anda stres. Hindari menghilangkan stres dengan mengemil, merokok, atau minum alkohol karena hal tersebut hanya akan memperparah kondisi kesehatan Anda.

 

Kesimpulannya, setiap orang tentu memiliki risiko hipertensi. Meskipun faktor keturunan berpengaruh, sebagian besar kasus hipertensi sebenarnya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi dan pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, sudah saatnya Anda mengubah gaya hidup dan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari agar risiko hipertensi tidak semakin meningkat.

 

Cara membuat tekanan darah tetap normal adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat dan menghindari hal-hal yang memicu risiko hipertensi. Selain memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat, Anda juga perlu memperhatikan asupan garam yang Anda konsumsi setiap harinya, memilih makanan rendah natrium bisa menjadi opsi yang baik untuk mencegah hipertensi. Tak lupa, konsumsilah lebih banyak buah dan sayur yang umumnya kaya akan mineral kalium.

 

Hindari sejumlah makanan yang tinggi garam dan dapat meningkatkan risiko hipertensi, seperti makanan cepat saji, makanan instan, dan makanan yang diawetkan. Perbanyak aktivitas olahraga Anda untuk mendukung pola hidup sehat Anda dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Yuk, hindari semua penyebab hipertensi yang disebabkan oleh faktor pola hidup mulai dari sekarang!

 

 

Sumber:

tropicanaslim.com/all-you-need-to-know-about-hypertension

tropicanaslim.com/hati-hati-garam-tersembunyi

mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/basics/risk-factors/con-20019580

kidney.org/atoz/content/hbcauses

cdc.gov/bloodpressure/about.htm

heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/GettheFactsAboutHighBloodPressure/Understanding-Blood-Pressure-Readings_UCM_301764_Article.jsp#.WLfJu2-GPIU

 


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *