Fitosterol, Musuh Si Kolesterol

15 January 2010 Fitosterol, Musuh Si Kolesterol Kolesterol kerap kali menghantui Anda karena identik dengan gangguan kesehatan. Namun tampaknya ketakutan itu akan berkurang jika Anda mengenal fitosterol. Lalu, sudahkah Anda mengenalnya? Lemak tetap dibutuhkan Maraknya pemberitaan tentang kolestrol seringkali sering membuat masyarakat takut untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak. Lemak sering dituding sebagai penyebab timbulnya berbagai penyakit seperti jantung, kanker dan hipertensi. Padahal lemak itu berguna dan tetap dibutuhkan oleh manusia. Ada banyak fungsi dan manfaat dari lemak, sebut saja sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, memberikan cita rasa dan aroma pada makanan, bahan insulasi terhadap perubahan suhu dan pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Lemak baru akan memicu timbulnya berbagai penyakit jika dikonsumsi lebih dari 30% dari total energi yang diperlukan. Lalu bagaimana caranya agar kebutuhan lemak tercukupi dan tidak mengganggu pola hidup sehat? Tak seperti kolestrol Agar tak membahayakan kesehatan, Anda perlu tepat dalam memilih jenis lemak yang akan dikonsumsi. Salah satu jenis lemak yang banyak menarik perhatian para ahli adalah fitosterol. Fitosterol merupakan jenis lemak yang berasal dari sumber makanan nabati. Meskipun sama-sama dari golongan lemak, fitosterol memilki fungsi yang berbeda dengan saudaranya yaitu kolestrol. Kolestrol merupakan jenis sterol yang berasal dari pangan hewani yang dapat meningkatkan kadar kolesterol plasma darah, khususnya bagi penderita hiperkolesterolemia. Sedangkan fitosterol justru sebaliknya karena dapat menurunkan kadar kolesterol plasma darah. Fitosterol, sahabat jantung. Penyakit jantung erat kaitannya dengan kolesterol, karena bila jumlah kolesterol terlalu banyak di dalam darah maka dapat terbentuk endapan di dinding pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah jantung. Hal ini menyebabkan pemompaan aktivitas jantung tidak teratur sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit jantung koroner. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kandungan fitosterol dalam bahan pangan dapat menurunkan risiko hipertensi dan dengan demikian turut menurunkan risiko penyakit jantung. Mengapa demikian? Karena ternyata fitosterol dapat memberikan efek penurunan kolesterol dengan cara menghambat absorpsi kolesterol dari usus, menghindari kolesterol di dalam misel garam empedu, dan meningkatkan ekskresi garam empedu. Selain itu fitosterol juga dapat memperbaiki regulasi kolesterol darah pada tingkat yang normal. Salah satu fitosterol yaitu sitoastanol sudah dibuktikan secara klinis dapat menurunkan kadar kolesterol plasma dan LDL-kolesterol sampai 10-14 persen. Bahkan Food and Drug Administration (FDA) telah mengakui peran fitosterol untuk menurunkan kolesterol dan fitosterol sendiri telah dikelompokkan ke dalam bahan tambahan makanan yang aman (Generally Recognized as Safe-GRAS) sampai batas 20% dalam suatu produk makanan. Dimana ditemukan? Tak sulit untuk menemukan zat ini. Kacang-kacangan dan minyak nabati seperti minyak sawit, minyak kedelai, minyak zaitun, minyak biji bunga matahari merupakan sumber fitosterol yang tinggi. Bahkan tempe, makanan yang sering diabaikan oleh masyarakat kita ternyata mengandung senyawa fitosterol yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Anda kini juga tak perlu cemas untuk mengkonsumsi kacang-kacangan seperti kacang tanah. Berdasarkan penelitian Dr. Penny Kris-Etherton, Guru Besar bidang Nutrisi dari Penn State University diperoleh hasil bahwa dengan mengkonsumsi satu ons kacang tanah lebih dari lima kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner sebesar 25-39 %. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Dr. Frank Hu dari Havard School of Public Health. Beliau melakukan penelitian terhadap 86 ribu wanita yang sering mengkonsumsi kacang-kacangan termasuk kacang tanah dan hasilnya para wanita tersebut mampu menjaga pemompaan aktivitas jantung dengan teratur. Jadi untuk mencapai pola hidup sehat dan bebas hipertensi, tidak perlu takut dengan kacang tanah lagi, kan?


Comments

  1. noni cantik

    November 24, 2011, 10:45 pm

    Trim’s infonya

  2. aishawa

    October 3, 2012, 10:14 am

    terima kasih unt penjelasanny. GBU

  3. Heri ireng

    April 2, 2013, 6:49 pm

    he he he baru paham sekarang 😉 Trims infonya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *