<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tropicana Slim</title>
	<atom:link href="http://www.tropicanaslim.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tropicanaslim.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 09:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Coklat dan Penyakit Kardiovaskular</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/coklat-dan-penyakit-kardiovaskular</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/coklat-dan-penyakit-kardiovaskular#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 09:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1371</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit kardiovaskular (stroke dan jantung koroner) merupakan penyebab utama kematian di banyak negara1. Pada tahun 2002. Penyakit ini menyebabkan lebih dari 16,7 juta kematian di dunia2. Penelitian memperlihatkan bahwa faktor gaya hidup terutama yang berasal dari makanan dan minuman sehari-hari menjadi penyebab utama berkembangnya penyakit kardiovaskular. Asupan kalori yang berlebih dan terutama berasal dari jenis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2010/08/coklat-kardiovaskular-290x350.jpg" alt="coklat-kardiovaskular" title="coklat-kardiovaskular" width="290" height="350" class="alignleft size-medium wp-image-1373" />Penyakit kardiovaskular (stroke dan jantung koroner) merupakan penyebab utama kematian di banyak negara<sup>1</sup>. Pada tahun 2002. Penyakit ini menyebabkan lebih dari 16,7 juta kematian di dunia<sup>2</sup>. Penelitian memperlihatkan bahwa faktor gaya hidup terutama yang berasal dari makanan dan minuman sehari-hari menjadi penyebab utama berkembangnya penyakit kardiovaskular. Asupan kalori yang berlebih dan terutama berasal dari jenis lemak jahat meningkatkan risiko penyakit ini<sup>1</sup>.  </p>
<p>Selama berabad-abad, coklat dikenal tidak hanya karena rasanya yang nikmat, tetapi juga manfaat kesehatannya. Bahkan suku Inca menganggap coklat sebagai minuman para dewa. Maka tak heran nama latin coklat, yakni <em>Theobroma cacao</em>, ternyata berasal bahasa Yunani yakni theo (dewa) dan <em>broma</em> (minuman). Konsumsi coklat pertama kali diperkirakan dimulai pada tahun 1600 SM. Pada abad ini, Kaisar Aztec, Montezuma, yang merupakan penggemar coklat, menyebutkan bahwa minuman coklat sebagai minuman ilahi, yang membangun pertahanan tubuh dan melawan kelelahan. Tak heran suku Aztec menyebut minuman ini sebagai <em>chocolatl</em><sup>6</sup>. </p>
<p>Setelah diteliti lebih lanjut ternyata biji kokoa, yang menghasilkan coklat, kaya akan polifenol<sup>4</sup>. Produk cokelat diketahui mengandung polifenol yang jauh lebih banyak dibandingkan teh dan anggur yaitu sekitar 611 mg/sajian dan flavonoid 564 mg epicatechin/sajian<sup>2</sup>. Lebih lanjut, dari studi-studi yang pernah dilakukan, dilaporkan bahwa senyawa-senyawa aktif pada coklat menunjukkan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular yaitu dengan bekerja sebagai antioksidan, anti peradangan, meningkatkan HDL (kolesterol baik), menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki fungsi pembuluh darah<sup>1</sup>.</p>
<p>Tidak hanya coklat, konsumsi makanan yang mengandung coklat juga memberikan perlindungan serupa terhadap penyakit jantung. Penelitian yang pernah dilakukan pada orang Indian Kuna, populasi asli Panama, memperihatkan bahwa kejadian hipertensi dan kematian akibat penyakit kardiovaskular sangatlah rendah karena kebiasaan orang-orang Indian Kuna ini yang mengkonsumsi makanan yang mengandung coklat yang kaya akan flavonoid<sup>5</sup>. Dan hal ini diperkuat dengan penelitian lebih lanjut bahwa ketika anggota suku ini berpindah ke tempat lain, mereka mengalami peningkatan tekanan darah yang meningkatkan juga risiko terhadap penyakit kardiovaskular. Perubahan budaya dan terutama penurunan konsumsi coklat, menjadi alasan yang menyebabkan perubahan kondisi kesehatan penduduk Indian Kuna tersebut<sup>1</sup>.</p>
<p>Lebih lanjut dalam beberapa studi lainnya, misalnya pada Zutphen Elderly Study, menunjukkan bahwa konsumsi coklat secara efektif membantu menurunkan tekanan darah dan juga kematian akibat dari penyakit kardiovaskular<sup>1</sup>. Studi ini juga diperkuat pada penelitian terbaru yang dilaporkan di tahun 2010 tentang manfaat coklat bagi kesehatan jantung<sup>3</sup>. Bahkan bukan hanya coklat dalam bentuk batangan yang belum diolah, studi yang dilakukan oleh Fraga et al juga memperlihatkan bahwa konsumsi susu coklat secara rutin membantu menurunkan jumlah kolesterol jahat hingga 15%<sup>4</sup>.</p>
<p>Tentunya hal ini merupakan kabar baik bagi mereka yang sudah rutin mengkonsumsi susu coklat setiap hari. Bukan hanya manfaat vitamin dan mineral-mineral penting seperti kalsium untuk tulang yang didapatkan dari segelas susu, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan jantung. </p>
<p>Tropicana Slim Non Fat Fitosterol Coklat merupakan susu tanpa lemak yang sangat baik bagi kesehatan jantung Anda. Selain manfaat coklat, kandungan fitosterol di dalamnya juga memberikan manfaat lebih bagi pemeliharaan kesehatan jantung Anda. Jadi, sayangi jantung mulai dari sekarang dengan mengkonsumsi 2 gelas susu Tropicana Slim Non Fat Fitosterol Coklat setiap harinya.</p>
<p><strong>References: </strong></p>
<ol>
<li>Galleano M, Oteiza PI, Fraga CG. 2009. Cocoa, Chocolate, and Cardiovascular Disease. J Cardiovasc Pharmacol 54:483–490.</li>
<li>Ding EL, Hutfless SM, Ding X, Girotra S. 2006. Chocolate and Prevention of Cardiovascular Disease: A Systematic Review. Nutrition &#038; Metabolism 3:2.</li>
<li>American Academy of Neurology (2010, February 12). Can chocolate lower your risk of stroke?. ScienceDaily. Retrieved March 17, 2010, from http://www.sciencedaily.com¬ /releases/2010/02/100211163114.htm</li>
<li>Baba S, Natsume M, Yasuda A, Nakamura Y, Tamura T, Osakabe N, Kanegae M, Kondo K. 2007. Plasma LDL and HDL Cholesterol and Oxidized LDL Concentrations Are Altered in Normo and Hypercholesterolemic Humans after Intake of Different Levels of Cocoa Powder. J Nutr 137: 1436–1441</li>
<li>Allen RR, Carson L, Kwik-Uribe C, Evans EM, Erdman Jr JW. 2008. Daily Consumption of a Dark Chocolate Containing Flavanols and Added Sterol Esters Affects Cardiovascular Risk Factors in a Normotensive Population with Elevated Cholesterol.  J Nutr 138: 725–731.</li>
<li>Corti R, Flammer AJ, Hollenberg NK, Lüscher TF. 2009. Cocoa and Cardiovascular Health. Circulation 119:1433-1441.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/coklat-dan-penyakit-kardiovaskular/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Resiko Diabetes lebih Dini</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/kenali-resiko-diabetes-lebih-dini</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/kenali-resiko-diabetes-lebih-dini#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 10:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1358</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes merupakan penyakit  yang disebabkan karena adanya gangguan pada kerja hormon insulin, yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin merupakan hormon yang mengatur metabolisme glukosa dalam darah. Pada penderita diabetes, gangguan tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan dikenal dengan istilah “hyperglycemia”. Hyperglycemia menyebabkan keberadaan glukosa pada urine penderita diabetes. Hal inilah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diabetes merupakan penyakit  yang disebabkan karena adanya gangguan pada kerja hormon insulin, yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin merupakan hormon yang mengatur metabolisme glukosa dalam darah. Pada penderita diabetes, gangguan tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan dikenal dengan istilah “hyperglycemia”. Hyperglycemia menyebabkan keberadaan glukosa pada urine penderita diabetes. Hal inilah yang menyebabkan diabetes sering disebut juga dengan penyakit “kencing manis”<sup>1</sup>.<span id="more-1358"></span></p>
<p>Pada umumnya diabetes di deteksi dengan menggunakan kadar gula darah <em>puasa</em> (<em>Fasting plasma glucose</em>). Jika kadar gula puasa Anda lebih dari 100 mg/dL maka bisa jadi Anda beresiko terkena diabetes. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa tidak hanya dengan kadar gula puasa , kini resiko diabetes bisa diprediksi oleh kandungan LDL, HDL, Trigliserida, serta asam urat Anda.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan di India, negara dengan populasi diabetes yang tinggi menunjukkan bahwa insulin resistance dipengaruhi oleh keadaan dyslipidemia (keadaan trigliserida berlebih, kadar HDL yang rendah, serta LDL yang tinggi ) <sup>2</sup>.</p>
<p>Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bawah kandungan trigliserida yang tinggi ( ≥ 130 mg/dL) akan menyebabkan resiko diabetes bertambah sebesar 2.30 kali, sementara pada jika level Trigliserida rendah ≤ 130 mg/dL akan menyebabkan resiko diabetes berkurang sebesar 0.46 kali. Pada penelitian yang sama, juga digunakan parameter rasio Trigliserida dan HDL. Pada individu yang normal kandungan HDL berada pada jumlah yang tinggi (karena HDL merupakan kolesterol yang baik untuk fungsi tubuh), sementara trigliserida seharusnya berada pada level rendah. Jika rasio Trigliserida-HDL ≥ 1.8 (3.0) (Trigliserida Tinggi) dan HDL rendah, maka resiko terkena diabetes akan meningkat 2 kali lipat <sup>3</sup>.</p>
<p>Selain ketiga indikator di atas, Asam urat juga merupakan indikator lain yang dapat memprediksikan adanya resistensi kerja insulin yang merupakan bagian dari gejala diabetes. Hasil penelitan yang dilakukan di Bosnia, menunjukkan bahwa pada individu yang menderita diabetes jumlah serum asam urat cenderung mengalami peningkatan. Dengan demikian pada individu yang mengalami gangguan resistensi insulin asam urat dapat menjadi salah satu indikator <sup>4,5</sup>.</p>
<p>Jadi selain kadar gula darah puasa, risiko diabetes kini juga dapat dideteksi melalui kandungan trigliserida, HDL, LDL, serta asam urat Anda. Sudahkah Anda mengecek nilainya?</p>
<p><strong>References</strong></p>
<ol>
<li>American Diabetes Association. 2009. Diabetes Basics. <a href="http://www.diabetes.org/diabetes-basics/">http://www.diabetes.org/diabetes-basics/</a></li>
<li>Misra , A and N.K. Vikram. 2002. Insulin resistance syndrome (metabolic syndrome) and Asian Indians CURRENT SCIENCE 83 (12) : 1483-1496.</li>
<li>McLaughlin, et al. 2003. Use of Metabolic Markers To Identify Overweight Individuals Who Are Insulin Resistant. <em>Ann Intern Med</em>.139:802-809.</li>
<li>Causevic, et al. 2010. Relevance of Uric Acid in Progression of Type 2 Diabetes Mellitus. Bosnian Journal of Basic Medical Sciences 10 (1): 54-59.</li>
<li>Nan, et al. 2010. Serum uric acid, plasma glucose and diabetes. Diabetes &#038; Vascular Disease Research 7(1) 40– 46</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/kenali-resiko-diabetes-lebih-dini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes dan Cuaca Panas</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-dan-cuaca-panas</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-dan-cuaca-panas#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 07:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1353</guid>
		<description><![CDATA[Cuaca Panas vs Diabetes
Apabila Anda penderita diabetes, nampaknya Anda harus lebih berhati-hati terhadap cuaca panas. Penelitian menunjukkan bahwa cuaca panas memiliki pengaruh terhadap peningkatan frekuensi kunjungan ke rumah sakit, serangan heat-related illness, serta kematian pada penderita diabetes saat cuaca panas1.
Tingginya frekuensi komplikasi, serangan heat-related illness, serta kematian pada penderita diabetes saat cuaca panas dipengaruhi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cuaca Panas vs Diabetes</strong><br />
Apabila Anda penderita diabetes, nampaknya Anda harus lebih berhati-hati terhadap cuaca panas. Penelitian menunjukkan bahwa cuaca panas memiliki pengaruh terhadap peningkatan frekuensi kunjungan ke rumah sakit, serangan <em>heat-related illness</em>, serta kematian pada penderita diabetes saat cuaca panas<sup>1</sup>.</p>
<p>Tingginya frekuensi komplikasi, serangan <em>heat-related illness</em>, serta kematian pada penderita diabetes saat cuaca panas dipengaruhi oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengatasi panas. Cuaca panas mengakibatkan suhu tubuh meningkat melebihi suhu normal tubuh. Pada individu yang sehat, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Namun, tidak halnya dengan para penderita diabetes<sup>1</sup>.  </p>
<p>Diabetes atau tingginya kadar gula dalam darah dapat mengganggu sistem metabolisme dan pengaturan panas tubuh. Akibatnya, penderita diabetes tidak mudah mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Temperatur di dalam tubuh pun terus meningkat. Apabila hal ini terus berlangsung, penderita diabetes dapat terkena heat shock, heat stroke, bahkan kematian<sup>1</sup>.</p>
<p><strong>Heat Related Illness</strong><br />
Berikut adalah beberapa contoh heat-related illness2:</p>
<ul>
<li><strong>Heat rash</strong><br />
Heat rash ditandai dengan rasa gatal atau rasa tidak nyaman pada kulit. Hal ini terjadi karena penyumbatan atau pembengkakan kelenjar keringat.</li>
<li><strong>Heat cramps</strong><br />
Keram dapat terjadi pada otot karena keringat menyebabkan tubuh kekurangan air, garam, dan mineral elektrolit.</li>
<li><strong>Heat edema</strong><br />
Ditandai dengan pembengkakan di tangan atau kaki. Hal ini dapat terjadi apabila Anda duduk atau berdiri dalam waktu cukup lama pada lingkungan dengan cuaca panas.</li>
<li><strong>Heat syncope</strong><br />
Panas dapat mengakibatkan pelebaran pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah dapat menurun. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran atau pingsan.</li>
<li><strong>Heat exhaution</strong><br />
Heat exhaution dapat terjadi apabila Anda bekerja atau berolahraga di tengah cuaca panas dan tidak mengonsumsi cukup air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.</li>
<li><strong>Heatstroke</strong><br />
Heatstroke dapat terjadi karena gangguan pada sistem pengaturan suhu tubuh. Akibatnya, suhu tubuh akan terus meningkat. Hal ini dapat berakibat fatal atau mengakibatkan masalah dalam jangka panjang.</li>
</ul>
<p>Serangan panas atau <em>heat-related illness</em> dapat terjadi pada suhu di atas 32.2 oC. Adapun kelembaban udara yang tinggi dapat meningkatkan resiko <em>heat-related-illness</em> karena kondisi udara yang lembab dapat memperlambat laju pengeluaran keringat<sup>1</sup>. </p>
<p><strong>Keadaan di Indonesia</strong><br />
Indonesia merupakan daerah tropis dengan temperatur serta kelembaban yang cukup tinggi. Kelembaban udara atau RH (<em>Relative Humidity</em>) di Indonesia cukup tinggi, sekitar 75-90% sedangkan suhu udara berkisar antara 26-33 oC. Hal ini mengakibatkan gangguan atau serangan panas rentan terjadi pada penderita diabetes di Indonesia.</p>
<p>Tindakan Pencegahan<br />
Berdasarkan survei, 1 dari 5 responden mengatakan bahwa mereka tidak mengambil tindakan pencegahan terhadap cuaca panas walaupun temperatur telah mencapai 37.8oC. Hal ini tentu saja dapat berakibat fatal. Karena itu, para penderita diabetes perlu berhati-hati dalam beraktivitas. Hindari beraktivitas di luar ruangan, terutama di siang hari. Hindari pula beraktivitas di dalam ruangan yang tidak disertai ventilasi dan pengatur udara yang memadai1.</p>
<p>Cuaca panas pun dapat mempengaruhi efektivitas obat serta terapi insulin. Karena itu, perlu diperhatikan untuk menyimpan obat-obatan diabetes di tempat yang kering dan sejuk. Selain itu, perlu dilakukan edukasi untuk pasien yang difokuskan pada penanganan diabetes terhadap cuaca panas untuk mencegah akibat fatal yang tidak diinginkan1.</p>
<p>References:</p>
<ol>
<li>The Endocrine Society. 2010. Many People with Diabetes Do Not Know or Heed Dangers of Hot Weather. http:// www.sciencedaily.com-/releases/2010/06/100621091213.htm [27 July 2010]</li>
<li>WebMD. 2010. Heat-Related Illnesses – Topic Overview. http://firstaid.webmd.com/tc/heat-related-illnesses-topic-overview. [27July 2010].</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-dan-cuaca-panas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tropicana Slim The Journey &#8211; Gula Jawa</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-the-journey-gula-jawa</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-the-journey-gula-jawa#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 04:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[TVC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/bV5MP8-EJwg&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/bV5MP8-EJwg&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-the-journey-gula-jawa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tropicana Slim The Journey</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-the-journey</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-the-journey#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 03:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[TVC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1310</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/noYRY-RrMOE&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/noYRY-RrMOE&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-the-journey/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Jauh Anda Melangkah dalam 6 Menit?</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/berapa-jauh-anda-melangkah-dalam-6-menit</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/berapa-jauh-anda-melangkah-dalam-6-menit#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1327</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian menunjukkan bahwa penuaan dan gaya hidup yang tidak aktif dapat memicu pengerasan arteri dan masalah kesehatan seperti obesitas, hipertensi, dan intoleransi glukosa. Adapun keadaan tersebut dapat berujung pada penyakit seperti penyakit jantung koroner, gagal ginjal, diabetes, dan stroke1. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga gaya hidup serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.
Tes berjalan selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian menunjukkan bahwa penuaan dan gaya hidup yang tidak aktif dapat memicu pengerasan arteri dan masalah kesehatan seperti obesitas, hipertensi, dan intoleransi glukosa. Adapun keadaan tersebut dapat berujung pada penyakit seperti penyakit jantung koroner, gagal ginjal, diabetes, dan stroke<sup>1</sup>. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga gaya hidup serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.<span id="more-1327"></span></p>
<p>Tes berjalan selama 6 menit (<em>6-minute walk test</em>) dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesehatan<sup>1</sup>. Penelitian menunjukkan bahwa 6-minute walk test berkaitan dengan kadar lemak dalam tubuh serta tekanan darah. Semakin jauh jarak yang dapat ditempuh dalam menit, semakin rendah kadar lemak dalam tubuh. Penelitian pun menunjukkan bahwa hasil 6 minute walk test ini berkaitan dengan fungsi kardiovaskular<sup>1,2</sup>. Karena itu, tes ini biasa digunakan untuk mengecek keadaan kesehatan tubuh. </p>
<p><strong>Ketentuan dalam Pengukuran <em>6-minute walk test</em></strong><br />
Ada beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi dalam pelaksanaan tes ini, antara lain:</p>
<ol>
<li>Gunakanlah alas kaki dan pakaian yang nyaman<sup>2,3</sup>.</li>
<li>Berjalanlah sendiri, tanpa ditemani orang lain <sup>2,3,4</sup></li>
<li>Gunakan lintasan atau koridor. Jangan menggunakan treadmill<sup>2</sup>. </li>
<li>Gunakan lintasan lurus, jangan menggunakan lintasan yang berbentuk oval atau lingkaran<sup>2</sup>.</li>
<li>Sebaiknya tidak berolahraga selama 2 jam sebelum melakukan tes ini<sup>2</sup>. Disarankan pula untuk duduk dan beristirahat minimal 10 menit sebelum pelaksanaan tes<sup>4</sup>.</li>
<li>Jangan berbicara selama tes. Fokuslah pada tes yang sedang dijalankan<sup>2</sup>.</li>
</ol>
<p>Adapun cara pelaksanaan tes ini cukup mudah. Peserta diminta untuk menempuh jarak sejauh mungkin dalam waktu 6 menit. Apabila perlu, kata-kata penyemangat dapat diberikan. Jarak yang ditempuh tersebut dapat digunakan sebagai indikator tingkat kesehatan<sup>2,3,4</sup>.</p>
<p><strong>Interpretasi Hasil <em>6-minute walk test</em></strong><br />
Berikut adalah jumlah jarak rata-rata yang ditempuh selama 6 menit pada orang sehat dengan berbagai rentang usia.</p>
<table width="215" border="1" cellspacing="0" cellpadding="3">
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#EFEFEF">
<div align="center"><strong>Usia  (tahun)</strong></div>
</td>
<td colspan="2" bgcolor="#EFEFEF">
<div align="center"><strong>Jarak  ditempuh (m)</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#EFEFEF">
<div align="center"><strong>Pria</strong></div>
</td>
<td bgcolor="#EFEFEF">
<div align="center"><strong>Wanita</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">20</div>
</td>
<td>
<div align="center">809</div>
</td>
<td>
<div align="center">734</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">25</div>
</td>
<td>
<div align="center">794</div>
</td>
<td>
<div align="center">719</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">30</div>
</td>
<td>
<div align="center">779</div>
</td>
<td>
<div align="center">704</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">35</div>
</td>
<td>
<div align="center">764</div>
</td>
<td>
<div align="center">689</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">40</div>
</td>
<td>
<div align="center">749</div>
</td>
<td>
<div align="center">675</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">45</div>
</td>
<td>
<div align="center">734</div>
</td>
<td>
<div align="center">660</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">50</div>
</td>
<td>
<div align="center">719</div>
</td>
<td>
<div align="center">645</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">55</div>
</td>
<td>
<div align="center">704</div>
</td>
<td>
<div align="center">630</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">60</div>
</td>
<td>
<div align="center">689</div>
</td>
<td>
<div align="center">615</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">65</div>
</td>
<td>
<div align="center">674</div>
</td>
<td>
<div align="center">600</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">70</div>
</td>
<td>
<div align="center">660</div>
</td>
<td>
<div align="center">585</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">75</div>
</td>
<td>
<div align="center">645</div>
</td>
<td>
<div align="center">570</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center">80</div>
</td>
<td>
<div align="center">630</div>
</td>
<td>
<div align="center">555</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Apabila jarak yang Anda tempuh berada di sekitar standar, dapat dikatakan bahwa tubuh Anda cukup fit! Namun, perlu diingat bahwa Anda tetap harus mempertahankan gaya hidup sehat Anda.</p>
<p>Apabila jarak yang dapat Anda tempuh berada di bawah standar, Anda perlu mencari penyebabnya! Hasil <em>six-minute walk test</em> yang rendah dapat dijadikan indikasi tingginya kadar lemak tubuh, kurangnya nutrisi, kurangnya kekuatan otot, atau gangguan pada fungsi jantung, paru-paru, dan pembuluh darah<sup>1</sup>. Segeralah beralih ke gaya hidup sehat! Perbanyak olahraga dan konsumsi serat. Batasi makanan tinggi gula dan tinggi lemak. Bila perlu, konsumsilah makanan dengan kalori terkontrol untuk menjaga asupan kalori Anda.</p>
<p><em>Start a healthy lifestyle for your health!</em></p>
<p><strong>References:</strong></p>
<ol>
<li>Wanderley, F.A.C, et. al. 2010. Six-Minute Walk Distance (6MWD) is Associated with Body Fat, Systolic Blood Pressure, and Rate-Pressure Product in Community Dwelling Elderly Subjects. <em>Archives of Gerontology and Geriatrics</em> – Article in Press. </li>
<li>American Thoracic Society. 2002. ATS Statement: Guidelines for the Six-Minute Walk Test.  <em>Am J Respir Crit Care Med</em> 166: 111-117.</li>
<li>Enright, P. L. 2003. The Six-Minute Walk Test. <em>Respiratory Care</em> 48 (8): 783-785.</li>
<li>Gibbons, W.J. <em>et. al</em>. 2001. Reference Values for a Multiple Repetition <em>6-minute walk test</em> in Healthy Adults Older Than 20 Years. <em>Journal of Cardiopulmonary Rehabilitation</em> 21 (2): 87-93.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/berapa-jauh-anda-melangkah-dalam-6-menit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kacang untuk Jantung Sehat</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/kacang-untuk-jantung-sehat</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/kacang-untuk-jantung-sehat#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 03:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1314</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini banyak orang menghindari kacang karena kandungan lemaknya yang tinggi. Padahal kandungan lemak dalam kacang termasuk lemak ‘baik’. Bahkan, konsumsi kacang dapat memperbaiki kadar kolesterol darah serta menurunkan resiko penyakit jantung1.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan seperti kacang almond, hazelnut, pecan, pistachio, walnut, macademia, dan kacang tanah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Adapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini banyak orang menghindari kacang karena kandungan lemaknya yang tinggi. Padahal kandungan lemak dalam kacang termasuk lemak ‘baik’. Bahkan, konsumsi kacang dapat memperbaiki kadar kolesterol darah serta menurunkan resiko penyakit jantung<sup>1</sup>.</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan seperti kacang almond, hazelnut, pecan, pistachio, walnut, macademia, dan kacang tanah dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Adapun konsumsi 67 gram kacang per hari (sekitar setengah gelas) berakibat pada penurunan kadar kolesterol sebesar 5.1%, total LDL sebesar 7.4%, serta penurunan kadar trigliserida sebesar 10.2%<sup>1</sup>.<span id="more-1314"></span> </p>
<p>Kacang-kacangan dapat menurunkan kadar kolesterol LDL karena mayoritas lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh<sup>2</sup>. Selain itu, kacang pun kaya akan komponen bioaktif yang dapat menurunkan kolesterol seperti fitosterol, komponen fenolik, resveratrol, dan arginine. Tambahan lagi, kacang pun kaya akan protein, serat, serta mikronutrien seperti kalium, kalsium, magnesium, dan vitamin E yang diperlukan tubuh<sup>3</sup>.</p>
<p>Begitu banyak manfaat yang terkandung dalam kacang. Karena itu, konsumsilah kacang untuk kesehatan jantung Anda!</p>
<p><strong>References</strong></p>
<ol>
<li>Sabate, J., K. Oda, and E. Ros. 2010. Nut consumption and blood lipid levels. Arch Intern Med 170: 821-827.</li>
<li>Hu, F.B. and M.J. Stampfer. 1999. Nut consumption and risk of coronary heart disease: A review of epidemiologic evidence. Current Atherosclerosis Reports 1: 204-209.</li>
<li>Etherton, P.M., et. al. 2008. The role of tree nuts and peanuts in the prevention of coronary heart disease: Multiple potential mechanisms. The Journal of Nutrition 138: 1746S-1751S.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/kacang-untuk-jantung-sehat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brush Your Tooth for Your Heart</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/brush-your-tooth-for-your-heart</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/brush-your-tooth-for-your-heart#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 10:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1294</guid>
		<description><![CDATA[Malas menggosok gigi? Berhati-hatilah karena Anda lebih rentan terkena penyakit jantung koroner!
Penelitian menunjukkan bahwa responden yang jarang menyikat gigi memiliki resiko terkena penyakit jantung 70% lebih tinggi dibandingkan responden yang menyikat gigi dua kali sehari1. Hal ini menunjukkan adanya kaitan antara kesehatan gigi dengan penyakit jantung.
Responden yang jarang menyikat gigi lebih rentan terkena penyakit gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malas menggosok gigi? Berhati-hatilah karena Anda lebih rentan terkena penyakit jantung koroner!</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa responden yang jarang menyikat gigi memiliki resiko terkena penyakit jantung 70% lebih tinggi dibandingkan responden yang menyikat gigi dua kali sehari<sup>1</sup>. Hal ini menunjukkan adanya kaitan antara kesehatan gigi dengan penyakit jantung.<span id="more-1294"></span></p>
<p>Responden yang jarang menyikat gigi lebih rentan terkena penyakit gigi dan gusi akibat infeksi bakteri. Aktivitas bakteri di gigi dan gusi mengakibatkan plak yang menimbulkan peradangan. Akibatnya, terjadi peningkatan kadar marker inflamasi seperti CRP, IL-6, dan adiponection. Selain itu, responden yang jarang menyikat gigi pun cenderung memiliki kadar trigliserida yang tinggi serta kadar kolesterol HDL yang rendah. Padahal, tingginya kadar inflamasi, tingginya kadar trigliserida, serta rendahnya serum HDL berperan dalam meningkatkan resiko penyakit jantung<sup>2</sup>.</p>
<p>Penelitian pun menunjukkan bahwa bakteri yang merupakan patogen gigi dan gusi seperti <em>Porphyrimonas gingivalis</em> ditemukan pada plak yang menyumbat arteri dan dinding pembuluh jantung. Hal ini menunjukkan bahwa P. gingivalis dapat memasuki jaringan gusi dan memasuki pembuluh darah. Setelah memasuki pembuluh darah, <em>P. gingivalis</em> akan mempercepat pembentukan plak dan pengerasan pembuluh arteri jantung secara langsung maupun tidak langsung. Penyumbatan arteri pun lebih cepat terjadi sehingga resiko penyakit jantung meningkat<sup>3</sup>.</p>
<p>Menyikat gigi terbukti cukup efektif dalam mengurangi prevalensi terjadinya penyakit gigi dan plak. Karena itu, rajinlah menyikat gigi demi kesehatan jantung Anda<sup>3</sup>!</p>
<p><strong>References:</strong></p>
<ol>
<li>Oliveira, C., R. Watt, and M. Hamer. 2010. Toothbrushing, inflammation, and risk of cardiovascular disease: Results from Scottish Health Survey. BMJ 340:c2451 DOI: 10.1136/bmj.c2451</li>
<li>Fujita, M., et. al. 2009. Lower Frequency of Daily Teeth Brushing is Related to High Prevalence of Cardiovascular Risk Factors. Exp Biol Med 234: 387-394.</li>
<li>Inaba, H. and A. Amano. 2010. Roles of Oral Bacteria in Cardiovascular Diseases – From Molecular Mechanism to Clinical Cases: Implication of Periodontal Diseases in Development of Systemic Diseases. Journal of Pharmacological Sciences 113: 103-109.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/brush-your-tooth-for-your-heart/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidur Terlalu Lama? Sehatkah?</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/tidur-terlalu-lama-sehatkah</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/tidur-terlalu-lama-sehatkah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 09:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1289</guid>
		<description><![CDATA[Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena metabolic syndrome dibandingkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tentu tahu bahwa waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi performa kerja serta dapat meningkatkan resiko hipertensi, penyakit jantung dan diabetes. Namun, ternyata waktu tidur yang lama pun memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan! Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam per hari lebih rentan terkena <em>metabolic syndrome</em> dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari<sup>1</sup>.<span id="more-1289"></span></p>
<p><strong>Apa itu <em>Metabolic Syndrome</em>?</strong><br />
<em>Metabolic syndrome</em> adalah kelompok faktor resiko terkait obesitas yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke<sup>1</sup>. Adapun faktor resiko tersebut antara lain:</p>
<ul>
<li>Tingginya kadar lemak di perut (ditandai dengan nilai lingkar pinggang lebih dari 80 cm bagi wanita atau lebih dari 90 cm bagi pria)</li>
<li>Kadar trigliserida tinggi (lebih dari 150 mg/dl)</li>
<li>Kadar kolesterol HDL yang rendah (lebih dari 35 mg/dl untuk pria dan lebih dari 39 mg/dl untuk wanita)</li>
<li>Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg)</li>
<li>Gula darah puasa tinggi (lebih dari 100 mg/dl)</li>
</ul>
<p>Seseorang didiagnosa mengalami <em>metabolic syndrome</em> apabila memiliki 3 atau lebih faktor resiko di atas. Adapun seseorang yang mengalami <em>metabolic syndrome</em> akan lebih rentan terhadap penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, stroke, dan masalah kesehatan lainnya<sup>1</sup>.</p>
<p><strong>Hubungan lama tidur dengan <em>Metabolic Syndrome</em></strong><br />
Responden yang memiliki waktu tidur di atas 8 jam per hari ternyata memiliki resiko <em>metabolic syndrome</em> 15% lebih tinggi dibandingkan responden yang tidur 6-8 jam per hari1. Hal ini diduga berkaitan dengan fungsi <em>proinflammatory cytokines</em>. Tingginya kadar <em>proinflammatory cytokines</em> berdampak pada peningkatan lamanya waktu tidur. <em>Proinflammatory cytokines</em> ini pun memiliki efek yang buruk terhadap homeostasis glukosa serta fungsi β-cell yang dapat berujung pada diabetes<sup>2</sup>.</p>
<p>Selain itu, lamanya waktu tidur bisa saja menjadi kompensasi dari kualitas tidur yang kurang baik. Tubuh akan mengompensasikan kualitas tidur yang kurang baik dengan waktu tidur yang lebih panjang. Padahal, kualitas tidur yang kurang baik dapat berujung pada penurunan sensitivitas insulin yang dapat berujung pada diabetes<sup>2</sup>.</p>
<p>Tidur kurang dari 6 jam ataupun lebih dari 8 jam per hari berdampak pada resiko <em>metabolic syndrome</em>. Karena itu, usahakan untuk tidur selama 6-8 jam per hari. Perbaiki juga kualitas tidur Anda agar tubuh Anda dapat beristirahat dengan baik! </p>
<p><strong>References:</strong></p>
<ol>
<li>Hall, M.H., et. al. 2008. Self-Reported Sleep Duration is Associated with the Metabolic Syndrome in Midlife Adults. Sleep 31: 635-643.</li>
<li>Gangwische, J.E., et. al. 2007. Sleep duration as a risk factor for diabetes incidence in a large US sample.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/tidur-terlalu-lama-sehatkah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grilled Salmon</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/grilled-salmon</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/grilled-salmon#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 10:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Course]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Serving Size: 2 serving
Bahan-bahan

400 gr Salmon Fillet
3 bawang merah (iris tipis)
1 bawang putih (iris tipis)
50ml kecap tropicana slim
3 lembar daun jeruk
1 tsp ketumbar
1/2 jeruk nipis

Cara Membuat:
1. Iris tipis bawang merah dan bawang putih.
2. Tumis semua bahan kecuali Salmon Fillet sampai wangi.
3. Grill Salmon sampai matang.
4. Tuangkan Sauce yang sudah ditumis ke atas Salmon.
5. Hindangan Salmon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Serving Size: 2 serving</p>
<p><strong>Bahan-bahan</strong></p>
<ul>
<li>400 gr Salmon Fillet</li>
<li>3 bawang merah (iris tipis)</li>
<li>1 bawang putih (iris tipis)</li>
<li>50ml kecap tropicana slim</li>
<li>3 lembar daun jeruk</li>
<li>1 tsp ketumbar</li>
<li>1/2 jeruk nipis</li>
</ul>
<p><strong>Cara Membuat:</strong><br />
1. Iris tipis bawang merah dan bawang putih.<br />
2. Tumis semua bahan kecuali Salmon Fillet sampai wangi.<br />
3. Grill Salmon sampai matang.<br />
4. Tuangkan Sauce yang sudah ditumis ke atas Salmon.<br />
5. Hindangan Salmon dengan hiasan-hiasan sesuai pilihan.</p>
<div class="highlight">
<strong>Nilai gizi:</strong><br />
Kalori = 450 kalori<br />
Lemak = 17gr<br />
Karbohidrat = 19gr<br />
Protein = 51gr
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/grilled-salmon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
