Fakta dan Mitos Seputar Seafood dan Kolesterol

11 February 2016

Kolesterol dalam darah dibedakan menjadi 2, yakni kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Beberapa jenis makanan tertentu menyebabkan kadar LDL meningkat. Salah satu makanan yang disinyalir sebagai penyebab kolesterol adalah seafood apalagi yang diolah dengan cara digoreng yang kebanyakan merupakan cara pengolahan umum makanan seafood di Indonesia.

 

Seafood sejenis udang, kerang, kepiting dan cumi-cumi mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Hal inilah yang menjadi penyebab munculnya anggapan bahwa konsumsi seafood dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol pada seafood bersama dengan kandungan lemak jenuh nya dapat berpengaruh terhadap peningkatan kadar kolesterol buruk dalam darah. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi seafood apalagi yang digoreng bisa menjadi salah satu cara mengatasi kolesterol . 

 

Selain itu, berikut adalah cara mengatasi kolesterol yang tepat:

1. Kurangi atau bahkan hindari makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging yang berlemak, makanan olahan, makanan yang digoreng.

2. Konsumsi makanan yang dapat membantu menurunkan kolesterol, seperti buah, sayur, dan gandum, susu rendah lemak dengan serat

3. Konsumsi makanan yang mengandung plant sterols, seperti kacang-kacangan

4. Kurangi konsumsi minuman beralkohol untuk menurunkan kadar trigliserida

5. Berhenti merokok, karena kebiasaan merokok dapat meningkatkan kemampuan LDL merusak arteri jantung

6. Olahraga secara teratur

 

Meskipun seafood mengandung kolesterol yang tinggi, sesekali Anda tetap dapat menikmati seafood dalam porsi yang secukupnya disertai asupan sayur dan olahraga yang teratur.

 

 

Source:

healthcastle.com/seafood-fish-myths.shtml

betterhealth.vic.gov.au/Bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Cholesterol_explained?open

Diakses pada 4 Juni 2015


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *