Diet Rendah Lemak Bantu Penderita Kanker Payudara Tetap Sehat

15 October 2015

Kanker payudara tentu menjadi momok yang menakutkan, khususnya bagi kaum hawa. Pasalnya, penyakit tersebut berisiko menyerang organ payudara yang menjadi salah satu anggota tubuh kebanggaan para wanita. Kendati demikian, mengidap penyakit kanker payudara bukan berarti kesehatan dan energi Anda untuk beraktivitas terenggut. Selain bisa memperoleh bantuan recovery dari teknologi kedokteran yang modern, menjalankan pola hidup sehat seperti diet rendah lemak  juga bisa membantu Anda untuk tetap fit dan berenergi.

 

Menurut studi yang dilakukan oleh dokter Rowan Chlebowski, ahli onkologi dari Los Angeles Biomedical Research Institute, wanita yang menjalani diet rendah lemak memiliki risiko mengidap kanker payudara 36% lebih rendah daripada wanita yang tidak menjalani diet tersebut. Sementara wanita pengidap kanker payudara akan memperoleh angka harapan hidup yang lebih tinggi bila menjalankan diet rendah lemak secara konsisten dan teratur. Diet rendah lemak diduga dapat mencegah kanker karena dapat menurunkan berat badan dan menekan proses inflamasi yang dapat memicu kanker.

 

Jadi, para pengidap kanker payudara tetap dapat menjalankan hidup dengan bugar dan sehat bila menjalankan pola hidup sehat. Asupan lemak tak jenuh yang dapat ditemukan pada kacang-kacangan dan ikan adalah salah satu sumber lemak sehat yang dapat mendukung aktivitas fisik dan proses metabolisme tubuh. Di samping itu, mendapatkan makanan untuk diet  rendah lemak juga bisa disiasati dengan proses pengolahan menggunakan minyak zaitun atau minyak canola yang lebih sehat bagi jantung. Menjalankan program diet sehat tidak harus dengan menyantap makanan yang kurang lezat, lho.

 

Sebelum kanker payudara mengincar kesehatan Anda, sudahkah Anda mulai menjalankan diet rendah lemak dan pola hidup sehat?

 

 

Sources:

webmd.com/breast-cancer/news/20141212/low-fat-diet-may-boost-survival-for-some-breast-cancer-patients

medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=185769

Diakses pada : 16 Maret 2015


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *