11

CRP : INDIKATOR BARU PENYAKIT JANTUNG

  

CRP : Indikator Baru Penyakit Jantung Hingga kini, penyakit jantung masih menduduki peringkat pertama penyebab kematian di dunia. Dan untuk itu, para ilmuwan masih terus mencari metode yang praktis dan akurat untuk mengetahui tingkat risiko penyakit jantung sebagai salah satu komplikasi dari hipertensi. Salah satu metode yang kini mulai banyak digunakan untuk mengetahui tingkat resiko penyakit jantung adalah pengukuran cCRP.

APA ITU CRP?
CRP atau C-Reactive Protein adalah protein plasma yang diproduksi oleh hati sebagai reaksi dari adanya infeksi, luka pada jaringan, dan proses inflamasi. Proses inflamasi merupakan proses reaksi tubuh terhadap adanya luka atau infeksi. Proses ini sebenarnya bermanfaat untuk mencegah infeksi namun seringkali proses inflamasi terjadi secara berlanjut dan menyebabkan gangguan pada organ-organ tertentu, contohnya pada jaringan sendi dan tulang yang menyebabkan arthtritis atau pada pembuluh darah yang menyebabkan atherosclerosis.

Kadar CRP di dalam tubuh akan meningkat dengan cepat bahkan hingga 1000 kali lipat, sekitar 6 jam setelah proses inflamasi terjadi. Inilah yang menyebabkan kadar CRP banyak digunakan sebagai indikator terjadinya proses inflamasi di dalam tubuh.

METODE PENGUKURAN CRP
Pengukuran CRP dilakukan dengan pengambilan darah dari pembuluh darah vena, biasanya dilakukan pada bagian siku atau belakang telapak tangan. Darah yang telah diambil kemudian dianalisa kadar CRP-nya dengan menggunakan suatu senyawa antiserum yang dapat digunakan untuk mengukur kadar protein tersebut.

Ada 3 jenis metode pengukuran CRP, yaitu :

  • Conventional CRP . Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisa adanya infeksi, kerusakan jaringan, dan gangguan-gangguan akibat proses inflamasi. Metode ini dapat mengukur kadar CRP secara tepat pada kadar 5 mg/l atau lebih. Orang yang sehat biasanya memiliki kadar CRP di bawah 5 mg/l, sedangkan adanya proses inflamasi ditunjukkan dengan kadar CRP sebesar 20-500 mg/l.
  • High Sensitivity CRP ( hsCRP ). Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisa kondisi-kondisi yang mungkin berhubungan dengan proses inflamasi. Metode ini bersifat lebih sensitif sehingga dapat mengukur kadar CRP secara tepat hingga 1 mg/l.
  • Cardiac CRP ( cCRP ). Metode pengukuran ini digunakan untuk menganalisis tingkat resiko penyakit jantung. Metode ini memiliki sensitivitas yang menyerupai dengan hsCRP , namun menggunakan metode analisa yang lebih sensitif sehingga hasil yang diperoleh lebih spesifik untuk menentukan resiko penyakit jantung

Carciac CRP dan Penyakit Jantung
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, proses inflamasi pada pembuluh darah dapat menyebabkan penyakit atherosclerosis . Proses inflamasi pada pembuluh darah menyebabkan sel-sel imun menyerang lemak pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan lemak lepas dan saling menggumpal. Akibatnya, terbentuk plague yang menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kadar cCRP di dalam tubuh dengan tingkat resiko penyakit jantung, seperti dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Kadar cCRP (mg/l) Tingkat Resiko Penyakit Jantung
1.0 Rendah
1.0 – 3.0 Sedang
3.1 – 10.0 Tinggi

Penentuan tingkat resiko penyakit jantung dengan mengukur kadar cCRP banyak dilakukan karena relatif mudah dilakukan. Selain itu, CRP merupakan senyawa yang stabil sehingga tidak mudah mengalami perubahan selama pengujian.

SIAPA SAJA YANG PERLU MELAKUKAN TES CRP?
Pada dasarnya, tes ini dapat dilakukan oleh semua orang. Namun tes ini hanya dianjurkan pada orang-orang yang memiliki tingkat resiko tinggi terhadap penyakit jantung, yakni mereka yang pernah mengalami serangan jantung, memiliki keluarga dengan sejarah penyakit jantung, memiliki kadar kolesterol dan LDL yang tinggi, wanita yang sudah mengalami menopause, perokok, dan mereka yang menderta diabetes dan obesitas serta kurang melakukan aktivitas fisik.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika ternyata kadar CRP Anda tinggi? Segera terapkan gaya hidup sehat Anda. Atur pola makan Anda dengan mengurangi makan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Selain itu, berolahragalah secata teratur untuk mencapai berat badan ideal. Jika Anda perokok, segera berhenti merokok dan jauhilah minuman beralkohol. Ingatlah bahwa bagaimanapun mencegah selalu lebih baik daripada mengobati ( lin )

Tags: , , ,

RELATED POST

Brokoli: Si Hijau, Senjata Ampuh Diabetes
YANG MURAH…MAHAL HARGANYA
Roast Chicken Cutlet & Ginger Snapper Tropicana Slim

16 Responses to CRP : INDIKATOR BARU PENYAKIT JANTUNG

  • ed yahuda says:

    Selamat siang, saya Ed umur 43 tahun. Enam bulan terakhir, saya ada masalah di kolesterol. Saya menggunakan program diet makan dan aktivitas luar ditambah. Hasilmya HDL normal, Trigliserida normal, Total juga normal, tapi LDL yang masih di angka 130 dari 158 sebelumnya. Test CRP menunjukkan 18 mg/l. Pertanyaan: apa yang harus saya lakukan, dan waspadai? Karena sekarang (2 minggu ini) jika bagian tubuh saya bergerak ke arah kiri sebagai tumpuan maka seperti ada rasa kena strum 5 volt. Sengkring-sengkring di kaki kiri, badan kiri dan tangan kiri. Atau jika ada tekanan sering dan cepat untuk kesemutan. Terimakasih atas balasan ini. Tuhan memberkati.

    • admintropicana says:

      @Ed : Nilai CRP menunjukkan adanya inflamasi (peradangan) di dalam tubuh. Informasi selengkapnya silhkan lihat emailmu ya.

      Salam,
      Tropicana Slim

  • floren says:

    Laju endap darah 45mm, crp kuantitatif 26.6mg/L.. Pengecekan darah dilakukan karena BAK campur darah, gejala apa ya? Tinggi badan 158, berat badan 49kg.. Utk keseluruhan hasil test baik, hanya Led dan crp yg tinggi.. Thx :)

    • admintropicana says:

      @Floren: Dari nilai CRP yang tinggi disertai dengan LED yang tinggi dapat menjadi indikasi penyakit yang berkaitan dengan inflamasi. Namun penjelasan selengkapnya Kami kirim via email ya.

      Salam,
      Tropicana Slim

  • elvisofyan says:

    Selamat siang,suami saya umur 52 thn,2 bulan terakhir ini ada masalah dengan lambung,hasil test SGOT 47 ,lipase 86 yang berada diatas normal. di hasil lab juga tertulis CRP 24,2..diatas batas normal..artinya apa ya…
    seminggu yang lalu sempat kaku dari panggul kanan kebawahsehingga sulit untuk jalan..tapi setelah diberi obat alpurinol normal lagi jalannya .
    terima kasih atas balasannya.

    • admintropicana says:

      @Elvi: SGOT merupakan penanda fungsi hati, sementara nilai CRP menunjukkan tingkat inflamasi/peradangan dalam tubuh. Selengkapnya Kami jelaskan via email ya.

      Salam,
      Tropicana Slim

  • cecil says:

    siang . bbrp artikel mengatakan bahwa pada penyakit sars kadar c-reactive meningkat , itu maksudnya bgmn ya? . trims

    • admintropicana says:

      @cecil : Penyakit SARS merupakan sakit peradangan pernafasan, dan jika terjadi peradangan, C-Reactive akan meningkat. Selengkapnya check email mu ya.

      Salam,
      Tropicana Slim

  • Maya Eliza says:

    Selaamt siang, usia saya 37 tahun. Beberapa tahun yang lalu saya positif ASTO tapi kemarin saya positif CRP & ASTO negatif sedangkan hasil lab lainya normal. Apa yang harus saya lakukan?
    Terima kasih

  • Hidayat Arif says:

    umur saya 37 tahun dan sudah pasang ring jantung, beberap hari lalu saya test Apo B = 85 dan hsCRP + 1,6 .. bantuan apa maksudnya dan bagaimana untuk menurunkan kadar Apo B dan cCRP, makasih

  • Nanet says:

    Selamat siang
    Saya wanita 40th, TB 162, BB 57 kg.
    Sendi dan telapak kaki saya nyeri. Hasil lab darah: LED 85, Leukosit 9.750, ASTO +400, CRP +12. Saya konsul lewat telpon dengan dokter SpOT diarahkan sebaiknya ke dokter rematik. Bisa bantu kira-kira apa diagnosa saya? Terima kasih

    • dadang says:

      saya laki-laki umur 42th
      data darah
      GPT 21, Glukosa puasa 79, cholestrol total 222, ldl 152, hdl 45, trigliserida 101, Apo-B 117, hs-CRP 0,724, Urea N 7
      Kreatinin 0,92, aLFG(CKD-EPI) 102,63, asam urat 7,9, saya sering kaku kepala bagian belakang dan pusing seperti kekurangan oksigen dikepala, sering kesemutan klu ada tekanan, kadang sering was2, dulu pernah asam lambung tinggi tapi sekarang sudah normal, kira kira ada kaitannya keluhan saya dengan indikator tadi, dan apa yang harus dilakukan,
      trims sebelumnya

  • David says:

    selamat malam, saya pria umur 36 tahun
    Hasil lab : LED 34, LDL 180, HDL 41, Apo B 119, Hs-CRP 16, selama ini saya tidak ada keluhan, kira2 hasil lab itu apakah benar indikasi penyakit jantung koroner ? kira a apa yang harus saya lakukan ?
    terimakasi

  • wenly says:

    Sy br cek up di hsc KL. HASIL NYA total colestrol 148.LDL=73,5 HDL=50 TRYGLISID=87. Totalcholestrol/HDL=2,8 NON HDL CHOL=92 & hs CRP=13,8 pertanda penyakit apa ya? dan dr di kualalumpur mengatakan ok aja.. mhn bantuan penjelasan nya? Tuhan memberkati.

  • dadang says:

    data darah
    GPT 21, Glukosa puasa 79, cholestrol total 222, ldl 152, hdl 45, trigliserida 101, Apo-B 117, hs-CRP 0,724, Urea N 7
    Kreatinin 0,92, aLFG(CKD-EPI) 102,63, asam urat 7,9, saya sering kaku kepala bagian belakang dan pusing seperti kekurangan oksigen dikepala, sering kesemutan klu ada tekanan, kadang sering was2, dulu pernah asam lambung tinggi tapi sekarang sudah normal, kira kira ada kaitannya keluhan saya dengan indikator tadi, dan apa yang harus dilakukan,
    trims sebelumnya

Leave a Reply

Jawaban comment akan dikirim ke e-mail pribadi kamu.
Pastikan alamat e-mail yang tertulis sudah benar. Email tidak akan dipublikasikan.

Required fields are marked *

*