Coklat dan Penyakit Kardiovaskular

31 August 2010
Coklat dan Penyakit KardiovaskularPenyakit kardiovaskular (stroke dan jantung koroner) merupakan penyebab utama kematian di banyak negara1. Pada tahun 2002. Penyakit ini menyebabkan lebih dari 16,7 juta kematian di dunia2. Penelitian memperlihatkan bahwa faktor gaya hidup terutama yang berasal dari makanan dan minuman sehari-hari menjadi penyebab utama berkembangnya penyakit kardiovaskular. Asupan kalori yang berlebih dan terutama berasal dari jenis lemak jahat meningkatkan risiko penyakit ini1. Selama berabad-abad, coklat dikenal tidak hanya karena rasanya yang nikmat, tetapi juga manfaat kesehatannya. Bahkan suku Inca menganggap coklat sebagai minuman para dewa. Maka tak heran nama latin coklat, yakni Theobroma cacao, ternyata berasal bahasa Yunani yakni theo (dewa) dan broma (minuman). Konsumsi coklat pertama kali diperkirakan dimulai pada tahun 1600 SM. Pada abad ini, Kaisar Aztec, Montezuma, yang merupakan penggemar coklat, menyebutkan bahwa minuman coklat sebagai minuman ilahi, yang membangun pertahanan tubuh dan melawan kelelahan. Tak heran suku Aztec menyebut minuman ini sebagai chocolatl6. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata biji kokoa, yang menghasilkan coklat, kaya akan polifenol4. Produk cokelat diketahui mengandung polifenol yang jauh lebih banyak dibandingkan teh dan anggur yaitu sekitar 611 mg/sajian dan flavonoid 564 mg epicatechin/sajian2. Lebih lanjut, dari studi-studi yang pernah dilakukan, dilaporkan bahwa senyawa-senyawa aktif pada coklat menunjukkan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular yaitu dengan bekerja sebagai antioksidan, anti peradangan, meningkatkan HDL (kolesterol baik), menurunkan risiko hipertensi, dan memperbaiki fungsi pembuluh darah1. Tidak hanya coklat, konsumsi makanan yang mengandung coklat juga memberikan perlindungan serupa terhadap penyakit jantung. Penelitian yang pernah dilakukan pada orang Indian Kuna, populasi asli Panama, memperihatkan bahwa kejadian hipertensi dan kematian akibat penyakit kardiovaskular sangatlah rendah karena kebiasaan orang-orang Indian Kuna ini yang mengkonsumsi makanan yang mengandung coklat yang kaya akan flavonoid5. Dan hal ini diperkuat dengan penelitian lebih lanjut bahwa ketika anggota suku ini berpindah ke tempat lain, mereka mengalami peningkatan tekanan darah yang meningkatkan juga risiko terhadap penyakit kardiovaskular. Perubahan budaya dan terutama penurunan konsumsi coklat, menjadi alasan yang menyebabkan perubahan kondisi kesehatan penduduk Indian Kuna tersebut1. Lebih lanjut dalam beberapa studi lainnya, misalnya pada Zutphen Elderly Study, menunjukkan bahwa konsumsi coklat secara efektif membantu menurunkan risiko hipertensi dan juga kematian akibat dari penyakit kardiovaskular1. Studi ini juga diperkuat pada penelitian terbaru yang dilaporkan di tahun 2010 tentang manfaat coklat bagi kesehatan jantung3. Bahkan bukan hanya coklat dalam bentuk batangan yang belum diolah, studi yang dilakukan oleh Fraga et al. juga memperlihatkan bahwa konsumsi susu coklat secara rutin membantu menurunkan jumlah kolesterol jahat hingga 15%4. Tentunya hal ini merupakan kabar baik bagi mereka yang sudah rutin mengkonsumsi susu coklat setiap hari. Bukan hanya manfaat vitamin dan mineral-mineral penting seperti kalsium untuk tulang yang didapatkan dari segelas susu, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan jantung. Tropicana Slim Non Fat Fitosterol Coklat merupakan susu tanpa lemak yang sangat baik bagi kesehatan jantung Anda. Selain manfaat coklat, kandungan fitosterol di dalamnya juga memberikan manfaat lebih bagi pemeliharaan kesehatan jantung Anda. Jadi, sayangi jantung mulai dari sekarang dengan mengkonsumsi 2 gelas susu Tropicana Slim Non Fat Fitosterol Coklat setiap harinya. References:
  1. Galleano M, Oteiza PI, Fraga CG. 2009. Cocoa, Chocolate, and Cardiovascular Disease. J Cardiovasc Pharmacol 54:483–490.
  2. Ding EL, Hutfless SM, Ding X, Girotra S. 2006. Chocolate and Prevention of Cardiovascular Disease: A Systematic Review. Nutrition & Metabolism 3:2.
  3. American Academy of Neurology (2010, February 12). Can chocolate lower your risk of stroke?. ScienceDaily. Retrieved March 17, 2010, from http://www.sciencedaily.com¬ /releases/2010/02/100211163114.htm
  4. Baba S, Natsume M, Yasuda A, Nakamura Y, Tamura T, Osakabe N, Kanegae M, Kondo K. 2007. Plasma LDL and HDL Cholesterol and Oxidized LDL Concentrations Are Altered in Normo and Hypercholesterolemic Humans after Intake of Different Levels of Cocoa Powder. J Nutr 137: 1436–1441
  5. Allen RR, Carson L, Kwik-Uribe C, Evans EM, Erdman Jr JW. 2008. Daily Consumption of a Dark Chocolate Containing Flavanols and Added Sterol Esters Affects Cardiovascular Risk Factors in a Normotensive Population with Elevated Cholesterol. J Nutr 138: 725–731.
  6. Corti R, Flammer AJ, Hollenberg NK, Lüscher TF. 2009. Cocoa and Cardiovascular Health. Circulation 119:1433-1441.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *