<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tropicana Slim &#187; Info Sehat</title>
	<atom:link href="http://www.tropicanaslim.com/category/info-sehat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tropicanaslim.com</link>
	<description>Live a longer healthy life!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 20:59:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Diabetes: Bukan Hanya Karena Gula!</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-bukan-hanya-karena-gula</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-bukan-hanya-karena-gula#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 06:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=8658</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis! Ya, tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan diabetes. Banyak Makan Lemak = Diabetes? Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2012/02/72983838-300x201.jpg" alt="" title="" width="300" height="201" class="alignleft size-medium wp-image-8685" /><br />
<h2> Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis!</h2>
<p>Ya, tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan <b>diabetes</b>. </p>
<h3>Banyak Makan Lemak = Diabetes?</h3>
<p>Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah <u>Diabetes</u> Care tahun 2010 menyatakan bahwa tingginya konsumsi lemak bisa menaikkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Semakin banyak jumlah lemak yang dikonsumsi, risiko diabetes pun semakin meningkat<sup>1</sup>. </p>
<h3>Antara Lemak dan Diabetes</h3>
<p>Diabetes mellitus bisa terjadi akibat terganggunya kerja insulin. Salah satu faktor yang mengganggu kerja insulin yaitu tingginya kadar lemak di perut.</p>
<p>Semakin banyak lemak yang kita konsumsi dari makanan sehari-hari, semakin banyak pula lemak tersimpan di tubuh kita. Padahal, timbunan lemak bisa membuat sel tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin. Hasilnya, kadar gula darah naik di atas normal karena sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal, sehingga mengakibatkan <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes">diabetes</a>. </p>
<p>Karena alasan demikian, orang yang mengalami kegemukan punya risiko jauh lebih tinggi terkena kencing manis dibandingkan orang dengan berat badan normal. Bahkan, 90% orang yang terkena diabetes merupakan mereka  yang tergolong kegemukan atau obesitas. </p>
<h3>Kontrol si Lemak, Cegah Diabetes</h3>
<p>Pilihan ada di tangan Anda. Dengan mengurangi porsi lemak dari piring makan Anda plus olahraga, diabetes bisa diusir jauh.<br />
• <strong>Eat smarter</strong><br />
Beberapa cara yang bisa dicoba: </p>
<ul>
<li>Ganti makanan yang digoreng atau gulai santan dengan makanan yang dipanggang atau diungkep. Sama enaknya dan lebih rendah lemak.</li>
<li>Tidak makan kulit ayam pun bisa mengurangi 50% konsumsi lemak dari ayam.</li>
<li>Mengganti cemilan chips atau gorengan dengan popcorn tanpa butter atau buah</li>
</ul>
<p>• <strong>Pilih produk rendah lemak atau tanpa lemak (<em>low fat atau non fat</em>)</strong><br />
Penelitian membuktikan kalau pola makan disertai tingginya konsumsi <a href="http://www.tropicanaslim.com/tentang-tropicana-slim/susu-non-fat"><strong>susu tanpa lemak</strong></a> bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2<sup>2</sup>.  </p>
<p>• <strong>Minuman juga berperan penting</strong><br />
Selain makanan, terkadang minuman yang sering kita konsumsi pun turut menyumbang porsi lemak yang tidak diinginkan, contohnya: minuman yang mengandung santan seperti cendol, es dawet, kolak, dan juga jenis minuman yang mengandung susu <em>full cream</em> seperti es buah, es krim, milkshake, kopi dengan susu dan <em>whipped cream</em>, dan sejenisnya. </p>
<p>• <strong>Tak semua lemak juga jahat. Kuncinya, pilih jenis lemak yang tepat!</strong><br />
Tidak semua lemak itu jahat. Memilih makanan dengan lemak baik PUFA (<em>Polyunsaturated Fatty Acid</em> – Asam Lemak Tak Jenuh Ganda) dan MUFA (<em>Monounsaturated Fatty Acid</em> – Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal) seperti alpukat dan kacang justru bisa menurunkan risiko diabetes. Bonusnya, asam lemak tak jenuh PUFA dan MUFA di kacang dan alpukat juga baik untuk jantung Anda<sup>2</sup> Pssst, pilih kacang rebus atau kacang sangrai yang rendah garam ya. </p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut? Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/all-about-fat"><strong>Semua Hal Mengenai Lemak</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi"><strong>Pola Hidup Sehat Ala Tropicana Slim</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/kacang-untuk-jantung-sehat"><strong>Kacang Untuk Jantung Sehat</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>References:</strong><br />
1. <em>Diabetes Care</em> 33:532–538 (2010)<br />
2. <em>Prog Lipid Res</em> 48 (1): 44–51 (2009)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-bukan-hanya-karena-gula/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes: Myths &amp; Facts – Part 2</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part2</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part2#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4959</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hal mengenai kencing manis yang mungkin dapat membuat Anda terkejut. Mitos 6: Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang Fakta: Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Penderita diabetes dianjurkan memilih sumber karbohidrat yang kaya serat dan punya nilai Indeks Glikemik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hal mengenai kencing manis yang mungkin dapat membuat Anda terkejut. </p>
<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2012/01/93503676-300x229.jpg" alt="" title="" width="300" height="229" class="alignnone size-medium wp-image-4965" /></p>
<h3>Mitos 6: Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Penderita <i>diabetes</i> dianjurkan memilih sumber karbohidrat yang kaya serat dan punya nilai Indeks Glikemik rendah, seperti nasi merah, pasta, atau oat. Berikut adalah nilai Indeks Glikemik dari beberapa jenis makanan. <a href="http://www.tropicanaslim.com/cegah-dan-atasi-diabetes-dengan-serat-makanan"><strong>Cegah dan Atasi Diabetes dengan Serat Makanan</strong></a><span id="more-4959"></span></p>
<style type="text/css">
<!--
.style7 {font-size: 14px; font-weight: bold; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; }
.style9 {font-size: 11px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; }
-->
</style>
<table width="500" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="#666666">
<tr>
<td bgcolor="#CCCCCC">
<div align="center" class="style7">Jenis Makanan</div>
</td>
<td bgcolor="#CCCCCC">
<div align="center" class="style7">Nilai Indeks Glikemik  (IG)</div>
</td>
<td bgcolor="#CCCCCC">
<div align="center" class="style7">Keterangan</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center" class="style9">Pasta</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">45</div>
</td>
<td rowspan="2" class="style9">
<div align="center">Indeks  Glikemik Rendah<br />
    (Nilai IG kurang dari 56)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Nasi  merah</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">55</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Jagung</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">60</div>
</td>
<td rowspan="3" class="style9">
<div align="center">Indeks  Glikemik Sedang<br />
    (Nilai IG 56 &ndash; 69)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Ubi  jalar</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">61</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Roti  gandum</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">63</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Kentang</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">70</div>
</td>
<td rowspan="2" class="style9">
<div align="center">Indeks Glikemik Tinggi<br /> <br />
    (Nilai IG lebih dari  69)    </div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Nasi  putih</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">86</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sumber: 6</p>
<p>Untuk info lebih lanjut tentang mengatur pola makan yang punya nilai Indeks Glikemik rendah, bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/menyusun-menu-ber-gi-rendah"><strong>Menyusun Menu Ber-GI Rendah</strong></a></p>
<h3>Mitos 7: Penderita diabetes tidak bisa makan enak.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Untuk menjaga agar gula darahnya selalu normal, diabetesi memang harus selalu mengontrol pola makannya. Tapi, bukan berarti mereka tidak bisa menikmati makanan enak. Kuncinya di pengaturan pola makan saja. Untuk lebih mudah, bagilah isi piring menjadi . Untuk info lebih lanjut bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/diet-dan-indeks-glisemik"><strong>Diet dan Indeks Glikemik</strong></a></p>
<h3>Mitos 8 : Penderita diabetes harus bergantung pada obat sampai seumur hidup.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penderita <u>diabetes</u> tidak mutlak mengonsumsi obat diabetes. Obat diabetes hanya diperlukan apabila gula darah masih belum terkendali walaupun Anda sudah mengatur pola makan dan melakukan aktivitas fisik. Untuk bisa terbebas dari komplikasi diabetes tanpa perlu tergantung obat, yuk lihat caranya di <a href="http://www.tropicanaslim.com/mari-hindari-komplikasi-diabetes">Mari Hindari Komplikasi Diabetes!</a></p>
<h3>Mitos 9 : Diabetes hanya disebabkan oleh tingginya konsumsi gula.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Diabetes tidak hanya disebabkan konsumsi gula berlebih tetapi juga oleh gaya hidup yang kurang sehat. Tingginya asupan lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas pun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Karena itu, yuk kita cegah diabetes mulai dari sekarang! Cek caranya di <a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi">Pola Hidup Sehat ala Tropicana Slim</a></p>
<p>Backlink ke <a href="http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1"><strong>Diabetes: Myths &#038; Facts – Part 1</strong></a></p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut? Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/cegah-dan-atasi-diabetes-dengan-serat-makanan"><strong>Cegah dan Atasi Diabetes dengan Serat Makanan</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/beras-merah-untuk-diabetes"><strong>Beras Merah untuk Diabetes</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes"><strong>Berkenalan dengan Si Manis Diabetes</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>Reference:</strong><br />
1. Guide to Living With Diabetes. 2006.<br />
2. <em>Am J Clin Nutr</em> 76:5-56. 2002.<br />
3. <em>Journal of Clinical Endocrinology &#038; Metabolism</em> 91(6):2062–2067. 2010.<br />
4. <em>Ann Intern Med</em>. 151:306-314. 2009<br />
5. Harvard Medical School Guide to Beating Diabetes. 2005.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usir Diabetes Dengan Susu</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/usir-diabetes-dengan-susu</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/usir-diabetes-dengan-susu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=5287</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes? Cegah saja dengan rajin minum susu! Ya, makanan cair kaya nutrisi ini tidak hanya baik bagi tulang, tapi juga ampuh turunkan risiko kencing manis. Susu Bisa Cegah Diabetes? Sebagai orang Asia, kita punya risiko lebih tinggi untuk kena diabetes, terlebih jika orangtua kita juga menderita diabetes. Berita baiknya, rajin minum susu, khususnya susu tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/12/Usir-Diabetes-Dengan-Susu-300x322.jpg" alt="" title="" width="300" height="322" class="alignleft size-medium wp-image-5313" /> <H1>Diabetes? Cegah saja dengan rajin minum susu! Ya, makanan cair kaya nutrisi ini tidak hanya baik bagi tulang, tapi juga ampuh turunkan risiko kencing manis.</H1></p>
<p><H2>Susu Bisa Cegah Diabetes?</H2><br />
Sebagai orang Asia, kita punya risiko lebih tinggi untuk kena <i>diabetes</i>, terlebih jika orangtua kita juga menderita <u>diabetes</u>. Berita baiknya, rajin minum susu, khususnya susu tanpa lemak, bisa melindungi Anda dari diabetes<sup>1</sup>.<span id="more-5287"></span></p>
<p>Sulit dipercaya? Paling tidak para ahli telah membuktikannya. Penelitian terbaru dalam <em>Journal of Clinical Endocrinology &#038; Metabolism</em> menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi susu 3-5 porsi/hari, risiko diabetesnya turun hingga 15% dibanding orang yang hanya minum susu <1,5 porsi/hari<sup>2</sup>. Studi lain di <em>American Journal of Clinical Nutrition</em> juga menyatakan kalau orang yang minum susu sejak remaja memiliki penurunan risiko diabetes sebesar 38%<sup>2</sup>.</p>
<p><H2>Rahasia Anti-diabetes dalam Susu</H2><br />
Berikut adalah kandungan dalam susu yang dipercaya bisa turunkan risiko diabetes:</p>
<ol>
<li><strong>Kalsium &#038; Vitamin D</strong><br />
Studi menunjukkan kalau vitamin D dan kalsium bisa meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Hormon insulin inilah yang berperan penting untuk yang menjaga kadar gula darah tetap normal<sup>3</sup>. Kurang vitamin D? Hati-hati! Orang yang kurang vitamin D cenderung punya risiko diabetes yang meningkat sampai 46%!<sup>3</sup></li>
<li><strong>Magnesium</strong><br />
Mineral lain yang juga ditemukan pada susu, yaitu magnesium, ternyata juga bermanfaat bagi pencegahan diabetes berkat perannya untuk menjaga kestabilan gula darah<sup>4</sup>. Selain ditemui dari sayuran hijau, magnesium juga dapat ditemui di susu.</li>
</ol>
<p>Susu mengandung kombinasi vitamin D, kalsium dan magnesium yang lebih optimal dalam melindungi Anda dari diabetes. <em>So</em>, jangan lupa untuk minum susu tiap hari!</p>
<p><H3>Fat: How Low Can You Go for Diabetes </H3><br />
Ya, susu rendah lemak (2-4 gram lemak/saji) ataupun bebas lemak (0 gram lemak/saji) ternyata memiliki manfaat yang lebih baik dalam memangkas risiko diabetes dibanding susu <em>full cream</em> yang mengandung 8-12 gram lemak per saji<sup>1,4</sup>. Karena itu, untuk mendapatkan manfaat optimal penurunan risiko diabetes dari susu, konsumsilah sedikitnya 2 sajian susu rendah lemak atau bebas lemak setiap hari<sup>1</sup>. </p>
<p><a href="http://www.tropicanaslim.com/tentang-tropicana-slim/susu-non-fat"><strong>Tropicana Slim Non Fat Milk</strong></a> hadir sebagai susu tanpa lemak, tinggi kalsium, dan bebas gula  yang mengandung mineral kalsium dan magnesium serta vitamin D yang penting untuk membantu menurunkan risiko diabetes.<br />
Tropicana Slim Non Fat Milk kini hadir juga dengan kemasan siap minum yang praktis. <em>Just grab and go!</em></p>
<p><em>Yuk</em> cegah diabetes! Sudahkah kamu minum susu hari ini? <img src='http://www.tropicanaslim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/vitamin-d-dan-diabetes"><strong>Vitamin D dan Diabetes</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/mari-hindari-komplikasi-diabetes"><strong>Mari Hindari Komplikasi Diabetes!</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/tidak-hanya-baik-untuk-penderita-diabetes-tapi-juga-untuk-kesehatan-kita"><strong>Tidak hanya Baik untuk Penderita Diabetes, tapi juga untuk Kesehatan Kita</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>References:</strong><br />
1. Journal of the American College of Nutrition 28 (1): 91S–102S (2009).<br />
2. American Journal of Clinical Nutrition 94 (3): 854-861 (2011)<br />
3. The Journal of Clinical Endocrinology &#038; Metabolism 92(6):2017–2029 (2007).<br />
4. Prog Lipid Res 48(1): 44–51 (2009). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/usir-diabetes-dengan-susu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>container susu non fat siap minum</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/container-susu-non-fat-siap-minum</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/container-susu-non-fat-siap-minum#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 06:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=5038</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/container-susu-non-fat-siap-minum/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes: Myths &amp; Facts – Part 1</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 10:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4936</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Anda ketahui tentang kencing manis belum tentu benar. Mitos 1: Penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis. Fakta: Penderita diabetes atau kencing manis memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru bisa membuat kadar gula darah Anda terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang Anda ketahui tentang kencing manis belum tentu benar. </p>
<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/12/88506245.jpg" alt="" title="" width="338" height="506" class="alignnone size-full wp-image-4945" /></p>
<h3>Mitos 1: Penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penderita <i>diabetes</i> atau kencing manis memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru bisa membuat kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia) yang dapat mengakibatkan pusing, lelah, gangguan penglihatan, sampai kehilangan kesadaran. Penderita <u>diabetes</u> boleh mengonsumsi makanan manis, asal jumlahnya dikontrol. Selain itu,  telah tersedia pemanis pengganti gula seperti aspartame, stevia, sorbitol, atau acesulfame-K yang dapat membantu Anda mengontrol asupan gula dan aman bagi penderita diabetes.<span id="more-4936"></span> </p>
<h3>Mitos 2: Penderita diabetes lebih baik mengkonsumsi nasi yang dimasak sehari sebelumnya dan didiamkan semalaman.</h3>
<p><strong>Fakta :</strong> Tidak ada perubahan yang berarti antara nasi yang didiamkan semalaman dengan nasi yang baru dimasak. Penderita diabetes dapat memilih nasi merah yang lebih kaya serat dan memiliki nilai Indeks Glikemik lebih rendah. Info lebih lanjut tentang beras merah, bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/beras-merah-untuk-diabetes"<strong>Beras Merah untuk Diabetes</strong></a> </p>
<h3>Mitos 3: Diabetes itu menular!</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penyakit diabetes tidak dapat ditularkan. Diabetes diakibatkan oleh faktor keturunan, genetik, atau gaya hidup seseorang, sehingga berbeda dengan penyakit menular yang diakibatkan virus atau bakteri. Meski demikian, diabetes bisa menyerang siapa saja, terutama orang-orang yang mengalami kegemukan, perokok, punya pola makan kurang sehat, kurang olahraga, dan yang sering stress. Apakah Anda berisiko terkena diabetes? Bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/health-check/quiz-2"><strong>Kenali Resiko Diabetes Anda</strong></a>.</p>
<h3>Mitos 4: Anak yang terlahir dari orang tua yang terkena diabetes, sudah pasti menderita diabetes juga.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Jika orangtua Anda menderita diabetes, risiko Anda terkena diabetes memang menjadi lebih tinggi. Namun bukan berarti Anda pasti akan terkena diabetes. Studi menunjukkan bahwa anak dari orang tua yang diabetesi dapat terhindar dari diabetes tipe 2 dengan cara menjaga pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik. link ke <a href="http://www.tropicanaslim.com/hati-hati-diabetes-itu-menurun">Hati-hati, Diabetes itu Menurun</a></p>
<h3>Mitos 5: Penderita diabetes tidak boleh berolahraga agar stamina tidak drop.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penderita diabetes justru dianjurkan untuk berolahraga secara teratur karena dapat mengoptimalkan penggunaan energi dalam tubuh dan mencegah kelebihan energi tersimpan sebagai lemak. Olahraga pun dapat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu dan jenis aktivitas yang direkomendasikan untuk penderita diabetes.</p>
<p>Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes"><strong>Berkenalan dengan Si Manis Diabetes</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/sugar-101"><strong>Sugar 101</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/warisan-kok-kencing-manis"><strong>Warisan Kok Diabetes?</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>Reference:</strong><br />
1. What to Eat if You Have Diabetes. 1999.<br />
2. <em>Arch Intern Med</em> 170: 961-969. 2010<br />
3. WHO. 2008.<br />
4. American Diabetes Association. 2004.<br />
5. Guide to Living With Diabetes. 2006</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sugar 101</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/sugar-101</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/sugar-101#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 23:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4818</guid>
		<description><![CDATA[Gula. Apa yang terbayang di pikiran Anda ketika membaca atau mendengar kata “gula”? Manis? Enak? Atau bahkan kalori, kegemukan,risiko diabetes? Ingin tahu lebih lanjut, yuk berkenalan dengan si manis yang satu ini! Fakta Gula #1: Suka Rasa Manis: Bawaan Sejak Lahir Jika Anda pernah mendengar kata “sweet tooth”, mungkin istilah ini ada benarnya. Penelitian menunjukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-4823" title="" src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/11/73819019-256x350.jpg" alt="" width="256" height="350" /></p>
<h2> Gula.<br />
Apa yang terbayang di pikiran Anda ketika membaca atau mendengar kata “gula”?<br />
Manis? Enak? Atau bahkan kalori, kegemukan,risiko diabetes?</h2>
<p>Ingin tahu lebih lanjut, yuk berkenalan dengan si manis yang satu ini!<span id="more-4818"></span></p>
<h3>Fakta Gula #1: Suka Rasa Manis: Bawaan Sejak Lahir</h3>
<p>Jika Anda pernah mendengar kata “<em>sweet tooth</em>”, mungkin istilah ini ada benarnya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir paling menyukai rasa manis dibandingkan rasa lain. Para bayi tersebut pun merespon rasa manis lebih cepat dibandingkan dengan yang lain<sup>1</sup>. Tak heran, kesukaan Anda terhadap rasa manis ternyata bersifat bawaan.</p>
<h3>Fakta Gula #2: Gula = Sumber Kalori</h3>
<p>Gula tak hanya manis tapi juga langsung dapat memberikan energi<sup>2</sup>. Satu sendok makan gula mengandung 45 kalori, atau setara 10menit jogging. Tak heran kita merasa bersemangat setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis!</p>
<p><strong>The down side</strong>: Karena gula juga dapat memberikan kalori, disarankan dikonsumsi dalam porsi sewajarnya. Penyebabnya, kelebihan gula dapat berdampak pada kelebihan kalori yang mengakibatkan kegemukan atau <b>diabetes</b><sup>3</sup>!</p>
<p><strong>Quick Tips</strong>: Ingin batasi konsumsi gula tapi ingin mendapat energi? Coba teh! Kandungan kafeinnya ampuh membuat kita terus bersemangat! Untuk mendapat sensasi manis tanpa kalori berlebih, kamu juga bisa menggunakan <a href="http://www.tropicanaslim.com/tentang-tropicana-slim/produk-bebas-gula"><strong>pemanis rendah atau tanpa kalori</strong></a>.</p>
<h3>Fakta Gula #3: Gula Bikin Kecanduan?</h3>
<p><em>Gula bikin kecanduan atau addiction? Masa sih?</em><br />
Studi terbaru: ternyata gula dapat mempengaruhi otak dengan efek yg sama seperti ditimbulkan morfin, alkohol dan zat lain yg membuat ketagihan<sup>4,5</sup>! Caranya? Saat kita makan makanan manis, otak akan memproduksi dopamine yg membuat kita happy. Tak heran kita ingin makan manis saat stress. Nah, karena lidah kita sudah terbiasa dgn rasa manis, tanpa sadar kita menaikkan dosis gula sehingga makanan atau minuman kita menjadi lebih manis lagi<sup>4,6</sup>. Sama seperti kecanduan!</p>
<p><strong>The down side:</strong> Karena kita terbiasa makan manis, konsumsi gula jadi berlebih. Akibatnya: kegemukan plus peningkatan risiko penyakit jantung, <i>diabetes</i>, dan penyakit kronis lain!</p>
<p><strong>Quick Tips</strong>: Cegah kecanduan gula! Caranya: kontrol asupan gula agar tidak lebih dari 25 gram, atau 3-4 sendok makan per hari<sup>2</sup>. Another tips: enyahkan hasrat ngemil cake atau cookies dengan mengunyah permen karet bebas gula atau buah segar. Yuk hidup sehat tanpa gula berlebih!</p>
<h3>Fakta Gula #4: Gula berlebih = Diabetes?</h3>
<p>Sadly yes. Gula merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh. Karena cepat diserap, cepat pula Anda merasa lapar<sup>2</sup>. Terus merasa lapar dan diimbangi banyak makan tanpa diimbangi olahraga tentu berdampak pada kelebihan kalori, yang akan disimpan sebagai lemak. Padahal, kelebihan lemak membuat sel tubuh tidak peka terhadap insulin, dan mengakibatkan <u>diabetes</u>!</p>
<h3>Fakta Gula #5: Anda BISA mencegah kelebihan konsumsi gula</h3>
<p>Rule of thumb:<br />
Ingin terus menikmati makanan manis tapi ingin terhindar dari kegemukan dan diabetes? Anda bisa mencoba menggunakan pemanis pengganti gula. Pemanis ini hanya memiliki sedikit, bahkan tanpa kalori. Gunakan juga produk-produk yang rendah kalori dan rendah gula untuk menjaga asupan gula dan kalori Anda. Sweet, with no worries.</p>
<p>Tropicana Slim dengan rangkaian <a href="http://www.tropicanaslim.com/tentang-tropicana-slim/produk-bebas-gula"><strong>produk bebas gula</strong></a> dan rendah kalori memberikan rasa manis, tanpa kuatir kalori berlebih.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Ingin tahu lebih lanjut? Cek artikel Info Sehat lainnya!</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/pecinta-manis-hati-hatilah">Pecinta Manis, Hati-hatilah!</a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes">Berkenalan dengan Si Manis Diabetes</a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/apakah-anda-kecanduan-gula">Apakah Anda Kecanduan Gula?</a></li>
</ul>
<p>References:</p>
<ol>
<li>American Dietetic Association. 2006. Complete Food and Nutrition Guide. John Wiley and Sons, New Jersey.</li>
<li>Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Departemen Kesehatan.</li>
<li>Drewnowski A, et. al. 1999. Taste and food preferences as predictors of dietary practices in young women. <em>Public Health Nutrition</em> 2 (4): 513-519.</li>
<li>Benton D. 2010. The plausibility of sugar addiction and its role in obesity and eating disorders. <strong>Clinical Nutrition</strong> 29: 288–303.</li>
<li>Avena NM, Rada P, Hoebel BG. 2008. Evidence for sugar addiction: Behavioral and neurochemical effects of intermittent, excessive sugar intake. <em>Neuroscience and Biobehavioral Reviews</em> 32: 20–39.</li>
<li>Avena NM, Rada P, Hoebel BG. 2009. Sugar and fat bingeing have notable differences in addictive-like behavior. <em>J Nutr</em> 139: 623–628.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/sugar-101/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Panjang Umur (bagian 2)</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-2</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 03:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4622</guid>
		<description><![CDATA[Negara di kawasan Mediterania seperti Yunani, Italia, Spanyol, Prancis, dan Portugal tidak hanya dikenal karena kecantikan alamnya tetapi juga karena penduduknya yang cenderung hidup sehat hingga usia tua1. Ingin tahu rahasia umur panjang mereka? Mari kita simak lebih lanjut! The Healthy Olive Orang Mediterania sangat suka memasak atau membuat salad dengan minyak zaitun. Minyak zaitun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/10/sb10064307i-001-300x223.jpg" alt="hidup sehat, diabetes, hipertensi" title="" width="300" height="223" class="alignleft size-medium wp-image-4633" />Negara di kawasan Mediterania seperti Yunani, Italia, Spanyol, Prancis, dan Portugal tidak hanya dikenal karena kecantikan alamnya tetapi juga karena penduduknya yang cenderung hidup sehat hingga usia tua<sup>1</sup>. Ingin tahu rahasia umur panjang mereka? Mari kita simak lebih lanjut!<br />
<br /></br><br /></br><br /></br></p>
<ul>
<li><em><strong>The Healthy Olive</strong></em><br />
Orang Mediterania sangat suka memasak atau membuat salad dengan minyak zaitun. Minyak zaitun atau olive oil kaya lemak tidak jenuh (MUFA &#038; PUFA) serta vitamin E yang menurunkan risiko penyakit jantung. Tambahan lagi, mereka juga sangat sedikit mengonsumsi lemak jenuh seperti pada mentega atau gorengan<sup>2,3</sup>.</li>
<li><em><strong>Eat your fruit and veggies!</strong></em><br />
Ternyata Penduduk Kreta (Yunani) punya tingkat kematian 10 kali lebih rendah dibandingkan bagian timur Finlandia<sup>5</sup>! Rahasianya: makan 3-4 porsi buah dan 2-3 porsi sayur dalam sehari. Buah dan sayur kaya antioksidan flavonoid yang perangi radikal bebas sehingga baik bagi tubuh. Fun tips: selain dimakan segar, buah dan sayur dapat juga dikonsumsi sebagai salad dan pie<sup>3</sup>.</li>
<li><em><strong>Drink your low-fat milk</strong></em><br />
Ingin terus sehat? Kebiasaan orang Mediterania untuk minum susu rendah lemak setiap hari boleh dicoba. Sebagai variasi, bisa juga konsumsi keju dan yogurt <sup>4,5</sup>.</li>
<li><em><strong>Mammamia, pasta!</strong></em><br />
Tingginya konsumsi pasta di Italia jadi salah satu resep panjang umur. Pasalnya, pasta memiliki nilai indeks glikemik sedang hingga rendah. Hasilnya, pasta tidak menaikkan gula darah secara cepat sehingga baik untuk diabetes<sup>4</sup>.</li>
<li><em><strong>Fish for your heart</strong></em><br />
Yuk makan ikan! Ikan adalah sumber protein yang baik serta kaya omega 3 yang baik untuk jantung. Tak heran penduduk Spanyol yang biasa makan ikan 4-5 porsi/minggu cenderung berumur panjang<sup>5</sup>!</li>
<li><em><strong>Balance your life</strong></em><br />
Tirulah penduduk pulau Ikaria di Yunani! Mereka biasa beraktivitas fisik, bersosialisasi,  dan menghindari rokok. Semua hal ini membuat mereka memiliki tingkat stres yang rendah sehingga dipercaya menyebabkan penduduk pulau ini dikenal berusia panjang<sup>6</sup>.</li>
</ul>
<p>Lain lagi dengan suku Yanomamo Indian di Amerika Selatan. Saat anggota suku yang tinggal di daerah perbatasan Brazil dan Venezuela tersebut diteliti, sangat jarang ditemukan orang yang memiliki kolesterol tinggi ataupun tekanan darah tinggi. Mengapa bisa? Suku Yanomamo rata-rata memiliki indeks massa tubuh yang normal dan hampir tidak ditemui anggota sukunya yang menderita obesitas. Tak heran, konsumsi lemak jenuhnya sangat sedikit, juga ditemukan tingginya konsumsi serat, aktivitas fisik yang tinggi dan konsumsi garam yang rendah<sup>7,8</sup>. </p>
<p>Nah, itu dia rahasia usia panjang dan sehat para penduduk di berbagai wilayah dunia. Bagaimana dengan Anda? </p>
<h3>Ingin tahu rahasia panjang umur orang Okinawa?</h3>
<p> Cek di: <a href="http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-1" target="_blank"><strong>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-1</strong></a></p>
<p>References:</p>
<ol>
<li>Hu FB. 2003. The Mediterranean Diet and Mortality —Olive Oil and Beyond<em> N Engl J Med </em>348 (26): 2595-2596. </li>
<li>Martínez-González MA and Sánchez-Villegas A. 2004. The emerging role of mediterranean diets in cardiovascular epidemiology: monounsaturated fats, olive oil, red wine or the whole pattern? <em>European Journal of Epidemiology</em> 19 (1): 9-13.</li>
<li>Trichopoulou A, Vasilopoulou E. 2000. Mediterranean diet and longevity. <em>British Journal of Nutrition</em> 84 (2): S205 &#8211; S209.</li>
<li>Trichopoulou A, Lagiou P. 1999. Healthy Traditional Mediterranean Diet: An Expression of Culture, History, and Lifestyle. <em>Nutrition Reviews</em> 55 (11): 383-389</li>
<li>Rissanen TH, Sari Voutilainen S, Virtanen JK, Venho B, Vanharanta M, Mursu J and Salonen JT. 2003. Low Intake of Fruits, Berries and Vegetables Is Associated with Excess Mortality in Men: the Kuopio Ischaemic Heart Disease Risk Factor (KIHD) Study. <em>J Nutr</em>  133: 199–204.</li>
<li>Panagiotakos DB, Chrysohoou C, Siasos G, Zisimos K, Skoumas J, Pitsavos C, and Stefanadis C. 2011. Sociodemographic and Lifestyle Statistics of Oldest Old People (>80 Years) Living in Ikaria Island: The Ikaria Study. <em>Cardiology Research and Practice</em> Feb 24: 679187.</li>
<li>Mancilha-Carvalho JJ, Crews DE. 1990. Lipid Profiles of Yanomamo Indians of Brazil. <em>Preventive Medicine</em> 19: 66-75</li>
<li>Mancilha-Carvalho JJ, Silva NAS. 2003. The Yanomami Indians in the INTERSALT Study. <em>Arq Bras Cardiol</em> 80 (3): 295-300</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Panjang Umur (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-1</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-1#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 02:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4559</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak ingin panjang umur? Rasanya hampir semua orang ingin hidup sehat sampai usia lanjut, bahkan lebih dari 100 tahun. Hal yang cukup mustahil, mengingat angka harapan hidup penduduk dunia adalah 68 tahun. Namun bagi orang-orang Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), serta Loma Linda (California), hal tersebut tidak mustahil. Buktinya, usia penduduknya bisa mencapai 90 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/09/891791272-300x199.jpg" alt="Rahasia Panjang Umur (Bagian 1)" title="Rahasia Panjang Umur (Bagian 1)" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-4566" /> Siapa yang tidak ingin panjang umur? Rasanya hampir semua orang ingin hidup sehat sampai usia lanjut, bahkan lebih dari 100 tahun. Hal yang cukup mustahil, mengingat angka harapan hidup penduduk dunia adalah 68 tahun. Namun bagi orang-orang Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), serta Loma Linda (California), hal tersebut tidak mustahil. Buktinya, usia penduduknya bisa mencapai 90 tahun, bahkan lebih dari 100 tahun<sup>5</sup>! </p>
<p>Apa rahasianya? Kali ini Tropicana Slim akan mengupas rahasia hidup sehat penduduk Okinawa. </p>
<p><strong><em>Eating the Okinawa Way</em></strong></p>
<p>Penduduk Okinawa merupakan orang yang paling panjang umur di Jepang dan mungkin di dunia<sup>1,3</sup>. Usia orang Okinawa dapat mencapai 100 tahun, bahkan lebih. Penyakit seperti diabetes, kanker, stroke dan penyakit jantung pun paling jarang dijumpai di sini<sup>3</sup>. Apa saja rahasia panjang umur orang Okinawa? </p>
<ul>
<li><em><strong>Let’s Go Low GI</strong></em>: Sumber karbohidrat utama orang Okinawa adalah ubi ungu Satsuma Imo yang kaya serat. Ubi ini punya nilai indeks glikemik rendah (Nilai IG 55). Hasilnya, ubi ini tidak menaikkan gula darah dengan cepat sehingga baik utk diabetes. Manfaat lainnya: ubi ini tinggi vitamin A, C dan E yang melawan radikal bebas. Ubi ini pun kaya vitamin B thiamin, riboflavin dan vitamin B6 yang menurunkan risiko penyakit jantung.</li>
<li><em><strong>The Super Soy</strong></em>: Kedelai kaya antioksidan flavonoid, isoflavon, serat, vitamin serta rendah lemak jenuh. Tak heran kanker payudara dan prostat sangat jarang terjadi di Okinawa. Penyebabnya, penduduk Okinawa rajin mengonsumsi kedelai yang kaya isoflavon (sekitar 3 ons per hari). Kedelai juga memiliki indeks glikemik rendah yang membantu pengaturan gula darah<sup>3</sup></li>
<li><strong><em>Hara hachi-bu atau makan hingga 80% kenyang</em></strong>. Budaya ini mengajarkan untuk membatasi kalori yang dikonsumsi, dan mengurangi makanan tinggi gula, tinggi lemak jenuh dan makanan olahan seperti makanan kalengan dan makanan beku. Tak heran, orang Okinawa memiliki berat normal dan terhindar dari kegemukan atau obesitas<sup>4</sup>.</li>
<li><em><strong>Kurangi garam</strong></em>. Konsumsi garam orang Okinawa paling sedikit dibandingkan orang Jepang pada umumnya<sup>6</sup>. Hasilnya, risiko tekanan darah tinggi dan stroke pun berkurang drastis. Tidak heran tingkat kejadian stroke sangat rendah di Okinawa.</li>
<li><em><strong>Buah, sayur, rempah</strong></em>. Penduduk Okinawa banyak makan tomat dan semangka yang kaya likopen<sup>12</sup>. Likopen adalah antioksidan yang menangkal radikal bebas, penyebab awal kanker. Orang Okinawa pun rutin mengonsumsi <em>goya</em> atau pare. Goya tinggi serat dan vitamin C yang berpotensi menurunkan risiko diabetes<sup>3</sup>. Masakan Okinawa pun kaya rempah yang tinggi antioksidan sehingga baik untuk jantung.  </li>
</ul>
<p>Tak hanya itu, orang Okinawa pun panjang umur karena aktif bergerak dan rajin minum teh hijau yang kaya antioksidan.</p>
<p>Mau tahu rahasia panjang umur orang di wilayah Mediterania dan daerah lainnya? Nantikan kelanjutannya di artikel info sehat berikutnya!  </p>
<p>References : </p>
<ol>
<li>Murray CJL. 2011. Why is Japanese life expectancy so high? Lancet Published online September 1, 2011 DOI:10.1016/S0140-6736(11)61221-X</li>
<li>Sho H. 2001. History and characteristics of Okinawan longevity food. Asia Pacific J Clin Nutr 10(2): 159–164</li>
<li>Willcox DC, Willcox BJ, Todoriki H, Suzuki M. 2009. The Okinawan Diet: Health Implications of a Low-Calorie, Nutrient-Dense, Antioxidant-Rich Dietary Pattern Low in Glycemic Load. Journal of the American College of Nutrition 28 (4): 500S–516S.</li>
<li>Willcox DC, Willcox BJ, Todoriki H, Curb JD, Suzuki M. 2006. Caloric restriction and human longevity: what can we learn from the Okinawans? Biogerontology 7: 173–177.</li>
<li>Appel LJ. 2008. Dietary Patterns and Longevity: Expanding the Blue Zones. Circulation 118:214-215. </li>
<li>Yamori Y, Miura A, and Taira K. 2001. Implications from and for food cultures for cardiovascular diseases: Japanese food, particularly Okinawan diets. Asia Pacific J Clin Nutr 10(2): 144–145</li>
<li>Willcox BJ, Willcox DC, Todoriki H, Fujiyoshi A, Yano K, He Q, Curb JD, Suzuki M. 2007. Caloric restriction, the traditional Okinawan diet, and healthy aging: The diet of the world’s longest-lived people and its potential impact on morbidity and life span. Ann NY Acad Sci 1114: 434–455</li>
<li>Suzuki M, Wilcox BJ and Wilcox CD. 2001. Implications from and for food cultures for cardiovascular disease: longevity. Asia Pacific J Clin Nutr 10(2): 165–171</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/rahasia-panjang-umur-bagian-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips &amp; Trick Berpuasa bagi Penderita Diabetes</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/tips-trick-berpuasa-bagi-penderita-diabetes</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/tips-trick-berpuasa-bagi-penderita-diabetes#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 09:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4444</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda seorang diabetesi dan ingin tetap berpuasa, pastinya Anda perlu tips dan trik khusus untuk menghadapi puasa Anda. And, how to do it? Check this out! #1. Bagi diabetesi tipe 1 Berpuasa memang ibadah yang sangat berharga, sayangnya diabetesi tipe 1 lebih disarankan untuk tidak berpuasa. Hal ini berhubungan dengan kecenderungan tingginya resiko diabetesi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/08/Tips-n-Trick-Berpuasa-bagi-Penderita-Diabetes-232x350.jpg" alt="" title="Tips n Trick Berpuasa bagi Penderita Diabetes" width="232" height="350" class="alignleft size-medium wp-image-4445" /> Jika Anda seorang diabetesi dan ingin tetap berpuasa, pastinya Anda perlu tips dan trik khusus untuk menghadapi puasa Anda. <em>And, how to do it? Check this out!</em><span id="more-4444"></span></p>
<p><strong>#1. Bagi diabetesi tipe 1</strong><br />
Berpuasa memang ibadah yang sangat berharga, sayangnya diabetesi tipe 1 lebih disarankan untuk tidak berpuasa. Hal ini berhubungan dengan kecenderungan tingginya resiko diabetesi tipe 1 untuk terkena gangguan kesehatan dibandingkan tipe 2, terutama jika masih bergantung pada suntikan insulin. Oleh karena itu, jika Anda diabetesi tipe 1 dan tetap ingin berpuasa, ada baiknya jika Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal yang terpenting adalah <em>monitoring</em>, penyesuaian dosis, serta waktu suntikan insulin untuk mendapatkan kadar gula darah yang optimal dan menghindari baik hiperglikemik maupun hipoglikemik. </p>
<p><strong>#2. Bagi diabetesi tipe 2</strong><br />
Bagi diabetesi tipe 2 yang sudah terbiasa mengatur pola makannya, biasanya mengikuti puasa masih boleh dilakukan. Namun demikian, tetap saja ada kemungkinan terjadinya hiperglikemik setelah sahur ataupun berbuka jika makanan yang dikonsumsi berlebihan terutama untuk kandungan gula dan lemaknya. Membagi jumlah kalori dari makanan yang dikonsumsi menjadi 3 porsi yang lebih kecil saat masa tidak berpuasa (misalnya saat berbuka) akan membantu menghindari gejala hiperglikemik. Tetap konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks dan hindari konsumsi makanan yang tinggi lemak. Saat berbuka, cukup konsumsi sedikit saja makanan yang manis-manis untuk mengembalikan energi yang hilang, namun tidak berlebihan. Untuk tetap mendapatkan rasa manis, Anda dapat menggunakan pemanis rendah kalori Tropicana Slim yang bebas gula. </p>
<p>Selain itu, juga tetap lakukan aktivitas fisik secara teratur. Latihan yang dilakukan harus dimodifikasi baik intensitas maupun waktunya untuk menghindari terjadinya gejala hipoglikemik, sebagai contoh: waktu berolahraga yang tepat adalah sekitar 2 jam setelah sahur dengan intensitas sedang. Jika Anda diabetesi tipe 2 yang menggunakan obat-obatan tertentu ataupun suntikan insulin, akan lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk hasil yang lebih optimal. </p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Al-Arouj, Monira., et al. 2005. Recommendation for Management of Diabetes During Ramadan. Diabetes Care 28 (9): 2305-2311.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/tips-trick-berpuasa-bagi-penderita-diabetes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penderita Diabetes Berpuasa? Boleh saja</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/penderita-diabetes-berpuasa-boleh-saja</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/penderita-diabetes-berpuasa-boleh-saja#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 09:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4431</guid>
		<description><![CDATA[Apakah diabetesi boleh berpuasa? Bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan yang Maha Kuasa. Semua orang dapat berpuasa, begitu juga dengan diabetesi. Penderita diabetes tipe 1 boleh saja berpuasa, tapi agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya, sebaiknya diabetesi tetap memperhatikan beberapa kondisi berikut ini: Hipoglikemik Hipoglikemik (hypoglycemia) merupakan kondisi saat kadar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/08/Penderita-Diabetes-Berpuasa.-Boleh-saja-300x199.jpg" alt="" title="Penderita Diabetes Berpuasa. Boleh saja" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-4441" /> <strong>Apakah diabetesi boleh berpuasa?</strong><br />
Bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan yang Maha Kuasa. Semua orang dapat berpuasa, begitu juga dengan diabetesi. Penderita diabetes tipe 1 boleh saja berpuasa, tapi agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya, sebaiknya diabetesi tetap memperhatikan beberapa kondisi berikut ini:</p>
<ol>
<li><strong>Hipoglikemik</strong><br />
Hipoglikemik (<em>hypoglycemia</em>) merupakan kondisi saat kadar gula darah pada penderita diabetes sangat rendah. Seorang diabetesi dikatakan terkena <em>hypoglycemia</em> yaitu ketika gula darah mencapai <70 mg/dL, yang ditandai dengan kelaparan, kepala pusing, badan lemas, dll. Hal ini dapat terjadi ketika beraktivitas cukup tinggi tanpa mengonsumsi makanan apapun sehingga tidak adanya sumber energi yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kurangnya gula darah dan kadar gula darah menjadi sangat rendah. Selain itu, pada diabetesi tipe 1 yang berpuasa, hormon glukagon yang berfungsi untuk meningkatkan kadar gula darah juga tidak berfungsi semestinya, sehingga dapat terjadi hipoglikemik ini. </li>
<li><strong>Hiperglikemik</strong><br />
Hiperglikemik adalah kondisi saat kadar gula darah pada penderita diabetes menjadi sangat tinggi. Hiperglikemik bisa terjadi karena ketika berpuasa, tubuh akan kekurangan gula darah akibat tidak adanya makanan. Hal ini kemudian akan memicu hormon glukagon untuk memecah cadangan karbohidrat dalam tubuh menjadi gula darah. Namun demikian, yang terjadi adalah terlalu banyak karbohidrat yang terpecah menjadi gula darah. Selain itu, respon tubuh yang lain akibat kerja hormon glukagon adalah memancing tubuh untuk meningkatkan produksi gula darah sehingga justru akan menjadi berlebihan. Ketika kadar gula darah menjadi terlalu tinggi, hal ini lah yang disebut hiperglikemik. Tentunya, kondisi hiperglikemik ini juga berbahaya bagi diabetesi terutama diabetesi tipe 1.</li>
<li><strong>DKA (Diabetic Ketoasidosis)</strong><br />
DKA juga terjadi bersamaan dengan hiperglikemik, yaitu ketika tubuh kekurangan gula darah, tubuh juga mencari sumber energi lain yaitu dengan meningkatkan oksidasi asam lemak tubuh sebagai sumber energi. Namun demikian, sebagai akibatnya, terjadi pembentukan senyawa lain yaitu senyawa keton. Senyawa ini dalam jumlah yang banyak akan mengganggu keseimbangan pH dan asam basa dalam darah. Jika terjadi dalam waktu yang lama biasanya ditandai dengan muntah-muntah ataupun dehidrasi. Umumnya, DKA terjadi pada diabetesi tipe 1 akibat berkurangnya suntikan insulin, karena dianggap tidak perlu sebagai akibat berpuasa (tidak adanya asupan makanan, sehingga dianggap tidak perlu suntikan insulin).</li>
<li><strong>Dehidrasi</strong><br />
Ketika berpuasa, otomatis terjadi penurunan asupan jumlah cairan tubuh, dan jika terjadi pada waktu yang lama, akan berpotensi tingkatkan dehidrasi. Ditambah lagi, jika cuaca panas yang tentu saja akan meningkatkan pengeluaran keringat dari dalam tubuh.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian, penderita diabetes boleh saja berpuasa, namun sebaiknya memberikan perhatian khusus dalam hal nutrisinya. Untuk mengetahui <a href="http://www.tropicanaslim.com/tips-trick-berpuasa-bagi-penderita-diabetes"><strong>tips and trick dalam berpuasa</strong></a>, coba cek artikel.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Al-Arouj, Monira., et al. 2005. Recommendation for Management of Diabetes During Ramadan. <em>Diabetes Care</em> 28 (9): 2305-2311.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/penderita-diabetes-berpuasa-boleh-saja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

