Melindungi Mata Dengan Diet Rendah GI
Bunga-bunga di taman, warna-warni yang indah, dan begitu banyak hal menarik di sekitar kita. Dunia ini memang sangat indah. Untuk dapat melihat dan menikmatinya dengan sempurna, kita memerlukan mata yang sehat. Bagaimana cara menjaga mata agar tetap sehat, terutama seiring bertambahnya umur? Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan diet rendah GI. (more…)
Indeks Glikemiks dan Diabetes
Diabetes telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia.. Hingga saat ini, di banyak negara berkembang dan negara industri baru, telah terjadi epidemi diabetes dan WHO memprediksikan bahwa peningkatan diabetes akan menjadi 2 kali lipat dalam 15-20 tahun yang akan datang. Pada beberapa negara berkembang, setengah dari populasi orang dewasanya menderita diabetes.
Glikemiks indeks telah memiliki implikasi yang sangat jauh dengan diabetes. Tidak hanya penting untuk merawat penderita diabetes, namun juga dapat membantu menjaga orang terjangkit diabetes dan bahkan mencegah beberapa komplikasi dari diabetes.
Apakah Anda beresiko ?
Anda beresiko terkena Diabetes Tipe 2, jika salah satu dari kategori ini ada pada diri Anda:
- umur lebih dari 55 tahun.
- memiliki sejarah keluarga yang terkena diabetes
- kelebihan berat badan
- memiliki tekanan darah tinggi
- menderita diabetes selama kehamilan
Jika Anda termasuk salah satu dari kategori di atas, Anda dapat mengurangi resiko dengan mengontrol berat, banyak berolahraga dan lebih banyak konsumsi makanan dengan nilai Indeks Glikemik (Glycemic Index = GI) yang rendah. Pengurangan nilai GI makanan mengurangi kerja pancreas untuk memproduksi insulin, boleh jadi memperpanjang fungsinya dan menghambat berkembangnya diabetes.
Hasil penelitian di Harvard University menunjukkan bahwa konsumsi makanan dengan nilai GI rendah, yang mana mengandung serat tinggi, berhubungan dengan resiko terendah atas terjangkitnya Diabetes tipe 2.
Merawat Diabetes
Memperhatikan apa yang Anda makan sangat penting jika Anda menderita diabetes. Untuk beberapa orang yang menderita diabetes tipe 2, hal ini merupakan keharusan untuk menjaga kadar gula darah dalam kondisi normal (4-8 mmol/L). Penderita diabetes tipe 1 harus memperoleh suntikan insulin. Namun, bagaimanapun perawatan yang diperlukan, setiap penderita diabetes harus hati-hati dalam mempertimbangkan apa yang mereka makan untuk menjaga kadar gula darahnya terkendali. Menjaga kadar gula darah mendekati kisaran normal membantu mencegah komplikasi diabetes seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal dan amputasi.
Untuk hampir 1 abad, penderita diabetes diberikan saran berkenaan dengan menu makanan mereka. Banyak tipe diet yang berdasarkan atas teori yang tidak terbukti daripada penelitian sebenarnya (walau sepertinya logis). Misalnya pada tahun 1915, Boston Medical and Surgical Journal menganjurkan perawatan diet terbaik untuk penderita diabetes adalah dengan membatasi semua komponen makanan. Hal ini diwujudkan dengan diet sangat rendah kalori diselingi dengan beberapa hari puasa. Sayangnya, hasil yang diperoleh adalah. malnutrisi
Pada tahun 1920-an, para dokter mulai merekomendasikan diet tinggi lemak pada pasien diabetes mereka. Dengan mengacuhkan bahaya diet tinggi lemak ini, mereka tahu bahwa lemak setidaknya tidak dipecah menjadi gula darah. Sekarang kita tahu bahwa diet tinggi lemak hanya mempercepat berkembangnya penyakit jantung, penyebab kematian tersering pada penderita diabetes.
Hingga tahun 1970, karbohidrat disadari sebagai bagian berharga dari diet penderita diabetes. Peneliti menemukan bahwa tidak hanya status gizi pasien yang meningkat sejalan dengan meningkatnya asupan karbohidrat, namun juga sensitivitas insulin mereka meningkat.
Satu-satunya bagian makanan yang langsung mempengaruhi kadar gula darah adalah karbohidrat. Ketika kita mengkonsumsi makanan berkarbohidrat, maka di dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa dan menyebabkan kadar glukosa darah meningkat. Tubuh merespon dengan mengeluarkan insulin ke dalam darah. Insulin mengosongkan glukosa dalam darah, membawanya ke otot dimana glukosa ini disimpan sebgai cadangan enetgi, sehingga kadar gula darah kembali normal.
Beberapa orang mengira karena karbohidrat meningkatkan kadar gula darah, maka karbohidrat tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ini tidak benar. Karbohidrat merupakan bagian normal dari makanan dan membantu menjaga sensitivitas insulin dan daya tahan fisik. Kesehatan mental juga lebih baik jika makanan mengandung karbohidrat, daripada hanya protein dan lemak.
Rahasia diet Diabetes bukan hanya KUANTITAS tapi TIPE KARBOHIDRAT
Gula tradisional ditiadakan dari diet diabetes karena merupakan tipe karbohidrat yang paling buruk. Struktur yang sederhana menyebabkan jenis gula ini lebih cepat dicerna dan diserap daripada tipe karbohidrat lain, seperti pati. Asumsi ini tidak benar. Bahkan di akhir era 70-an, tes pada makanan menunjukkan adanya hubungan saling melengkapi antara respon gula darah makanan bergula dan berpati. Sebanyak 50 g kentang akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang sama dengan 50 g gula. Es krim menghasilakn respon gula darah yang lebih rendah dibandingkan kentang. Penemuan seperti ini memunculkan beberapa penelitian mengenai GI sebagai usaha untuk mengkaji lebih jauh bagaimana sebenarnya tubuh merespon berbagai jenis makanan berkarbohidrat.
Mengganti Makanan bernilai GI Tinggi dengan Makanan bernilai GI Rendah
Menurunkan nilai GI makanan Anda tidak sesulit seperti yang Anda bayangkan, karena hampir setiap makanan berkarbohidrat yang biasa kita konsumsi memiliki makanan penukar dengan nilai GI rendah. Penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah penderita diabetes mengalami perbaikan yang amat baik jika makanan bernilai GI tinggi diganti dengan yang bernilai GI rendah (table 1).
Uji klinis di Australia dengan responden penderita diabetes tipe 2, dengan metode mengganti makanan yang biasa dikonsumsi, dari yang bernilai GI tinggi dengan makanan bernilai GI rendah. Setelah 3 bulan, ada penurunan yang signifikan pada rata-rata kadar gula darah. Responden tidak mengalami kesulitan dalam menjalani metode diet ini, bahkan beberapa responden berkomentar betapa mudahnya untuk membuat perubahan dan betapa banyak variasi yang ditawarkan.Hasil yang sama juga dilaporkan oleh peneliti lain baik pada penderita diabetes tipe 1 maupun 2. Misalnya, penelitian besar-besaran di Australia, Eropa dan Kanada terhadap penderita diabetes tipe 1 menunjukkan bahwa semakin rendah nilai GI makanan, semakin mudah mengontrol diabetes. Pada kenyataannya, perbaikan dalam pengontrolan diabetes dengan metode penurunan nilai GI makanan ini, seringkali lebih baik jika dibandingkan dengan metode pengobatan mutakhir yang mahal bahkan suntikan insulin !
Membuat perubahan dalam menu makanan sehari-hari tidak berarti bahwa diet Anda menjadi sangat ketat dan tidak enak. Banyak resep yang dapat membantu Anda untuk mengurangi nilai GI diet Anda secara keseluruhan. Membatasi konsumsi makanan berlemak juga penting, terutama bagi Anda yang kelebihan berat badan. Walaupun makanan berlemak tidak meningkatkan kadar gula (hanya makanan berkarbohidrat yang bisa), tetap konsumsinya harus dibatasi. Konsumsi keripik kentang dan nasi goreng akan menyebabkan masalah ganda. Tidak hanya nilai GI kentang dan nasi yang tinggi yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, namun lemak yang terkandung pada akhirnya dapat menghentikan insulin dalam tubuh untuk bekerja sebagaimana mestinya dan menjadi tidak efektif dalam mengosongkan glukosa dari dalam darah. Secara berkelanjutan kadar gula darah yang tinggi akan jelas terdeteksi sehari setelah konsumsi makanan berlemak tinggi.
Tabel 1. Daftar bahan makanan penukar
Makanan bernilai GI Tinggi Alternatif Makanan bernilai GI rendah
Roti
Sereal sarapan
Cake, biscuit, kraker, donat
Kentang, nasi Roti (wholegrain)
Sereal (tak disosoh, seperti oat)
Buah (segar, kalengan dan kering), susu, yoghurt
Ubi, pasta, kacang polong, mie
Makanan Selingan dan GI
Glikemiks Indeks sangat penting khususnya ketika karbohidrat dikonsumsi sendiri dan bukan merupakan bagian dari campuran makanan. Karbohidrat cenderung memiliki efek yang lebih kuat pada kadar gula darah kita ketika dikonsumsi sendiri. Ini merupakan alasan untuk penderita diabetes mengkonsumsi snak pendamping (selingan antara menu makan utama; pagi, siang dan sore). Ketika memilih makanan selingan, pilih yang memiliki nilai GI rendah Sebagai contoh, pilih apel (GI rendah) dibandingkan roti bakar (GI tinggi) sehingga akan mengurangi lonjakan kadar gula darah.
Hipoglikemi, Pengecualian Aturan GI
Penderita diabetes yang yang dirawat dengan insulin atau obat, terkadang kadar gula darahnya jatuh di bawah 4 mmol/L (di bawah normal). Ketika hal ini terjadi, Anda kemungkinan akan merasa lapar, gemetar, berkeringat dan tidak bisa berpikir jernih. Kondisi ini disebut hipoglikemi.
Kondisi hipoglikemi berpotensial menjadi situasi yang berbahaya dan harus dirawat secepatnya dengan cara mengkonsumsi makanan berkarbohidrat. Pada kasus ini, Anda harus mengkonsumsi makanan bernilai GI tingggi karena Anda membutuhkan peningkatan kadar gula darah secara cepat. Minuman bergula atau permen bisa menjadi alternatif pilihan. Anda juga harus mengkonsumsi makanan bernilai GI rendah, seperti apel, untuk menjaga kadar gula Anda agar tidak turun kembali hingga saat makan utama Anda.
Jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di jantung, kaki, otak, mata dan ginjal. Untuk alasan ini, serangan jantung, amputasi kaki, stroke, kebutaan dan gagal ginjal merupakan hal yang umum terjadi pada penderita diabetes. Diabetes juga data merusak system syaraf pada kaki, menyebabkan rasa sakit dan iritasi pada kaki serta mati rasa.
Dengan tingginya kadar gula darah, banyak peneliti percaya bahwa kadar insulin yang tinggi juga berkontribusi pada kerusakan pembuluh darah pada hati, kaki dan otak. Kadar insulin yang tinggi dapat menjadi salah satu factor yang menstimulir otot dalam dinding pembuluh darah untuk menebal. Penebalan ini akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga memperlambat aliran darah sehingga terjadi pembentukan gumpalan darah yang pada akhirnya mengehentikan aliran darah. Inilah yang menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke.
Kita tahu, bahwa makanan bernilai GI tinggi dapat menyebabkan tubuh memproduksi insulin yang lebih banyak, sehingga kadar insulin dalam darah juga lebih tinggi. Oleh karena itu, untuk penderita diabetes tipe 2, sangat masuk akal bahwa dengan mengkonsumsi makanan bernilai GI rendah akan berefek untuk membantu mengontrol kadar gula darah serta kadar insulin darah yang lebih rendah. Hal ini mungkin memiliki keuntungan tambahan dengan mengurangi kerusakan pembuluh darah yang berhubungan dengan beberapa masalah diabetes.
Diet Optimal untuk Penderita Diabetes
Berikut ini beberapa saran bagi penderita diabetes berkenaan dengan pola konsumsi sehari-hari :
1. Perbanyak konsumsi sereal (oat) dan roti yang wholegrain, sayur dan buah
2. Kurangi asupan lemak (terutama lemak jenuh)
3. Kurangi konsumsi gula dan makanan bergula
4. Kurangi konsumsi alcohol
5. Kurangi konsumsi garam dan makanan bergaram
Demikian informasi singkat ini, semoga dapat berguna, terutama bagi Anda yang ingin mengontrol kadar gula darah Anda. Sebelum Anda mulai, ada baiknya Anda menghubungi dokter Anda terlebih dahulu.
Diet dan Indeks Glisemik
Indeks Glisemik (Glycemic Index = GI) merupakan konsep yang sering dipakai dalam perawatan untuk penderita diabetes, penurunan berat badan dan athletic performance. Tujuan utama dalam program diet adalah pembakaran lemak tubuh. Mengikutsertakan makanan GI rendah dalam program diet akan membantu program penurunan berat badan menjadi lebih sehat dan sukses.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai konsep GI :
GI hanya dapat dipakai untuk makanan yang berkarbohidrat tinggi
Diet yang sehat menganjurkan asupan gizi yang seimbang (seperti protein, lemak dan karbohidrat). Oleh karena itu, penting sekali untuk memakan makanan yang bervariasi. Nilai GI hanya akan dapat dihitung dari makanan yang tinggi akan karbohidrat. Makanan yang tidak banyak mengandung karbohidrat akan sangat sulit untuk mendapatkan nilai GI.
Makanan rendah karbohidrat
Jenis makanan:
Ayam, Daging, Ikan, Telur, Keju, Kacang-kacangan, Krim, Mentega, Sayuran
Konsep GI tidak ditujukan untuk dilaksanakan secara terpisah
GI tidak menentukan apakah makanan itu baik atau buruk. Akan tetapi, mengetahui nilai GI didalam makanan akan membantu menjalankan program diet yang sedang berjalan. Mengkonsumsi makanan GI rendah tetapi tinggi lemak jenuh tidak berarti makanan itu lebih baik dari makanan GI tinggi. Oleh karena itu, penting sekali untuk turut mengikutsertakan faktor nutrisi lainnya.
Tahukah anda?
Lemak dan gula mempunyai hubungan timbal balik. Makanan rendah gula cenderung tinggi lemak dan begitupula sebaliknya. Diet rendah gula (tinggi lemak) lebih banyak memberikan kerugian dibanding diet tinggi gula (rendah lemak).
Bukan berarti hanya memakan GI rendah
Makanan GI tinggi tetap penting dalam memenuhi kebutuhan gizi sehingga tidak semua makanan di dalam menu harus mempunyai GI rendah. Tetapi hal yang perlu diingat adalah selalu menyertakan makanan GI rendah di dalam setiap menu. Apabila hal ini belun dilakukan, gantilah sebagian sumber karbohidrat yang memiliki GI tinggi ke GI rendah. Contoh, apabila mengkonsumsi kentang dengan GI=90, Anda dapat mengkonsumsi low fat yoghurt dengan GI = 33. Kunci dari diet yang sehat adalah bagaimana anda merencanakan menu makanan anda sehingga asupan gizi seimbang.
Kategori Nilai GI
GI rendah
GI intermediate
GI tinggi < 55
56-69
>70
Tahukah anda?
Studi klinis menunjukkan bahwa makanan GI rendah mempunyai kecenderungan untuk memberikan rasa kenyang lebih lama
GI dan Glycemic Load (GL)
GL digunakan untuk mengetahui efek makanan terhadap level gula darah berdasarkan nilai GI dan jumlah karbohidrat yang terdapat di dalam makanan tersebut. Apabila makanan tersebut memiliki GI tinggi, makanlah dalam jumlah yang lebih sedikit sehingga GL tidak terlalu tinggi.
GL = (GI x g karbohidrat)
100 Contoh:
Makanan = 1 serving spaghetti (150 g) yang sudah dimasak
Kandungan karbohidrat = 48 g
GI = 44
GL = (44 x 48) = 36
100
Estimasi GI dalam satu menu/ resep yang terdiri dari kombinasi makanan
Apabila dalam satu kombinasi makanan terdiri dari beberapa sumber karbohidrat, nilai GI tidak dapat dihitung dengan hanya menjumlahkan dan mengambil rata rata dari GI setiap makanan tersebut. Cara yang benar adalah menghitung nilai GI berdasarkan proporsi karbohidrat yang ada.
Contoh:
1 menu terdiri dari ice cream dan beberapa buah peach
GI ice cream = 61
GI peaches = 42
Total karbohidrat = 60 g
Total karbohidrat ice cream = 40 g
Total karbohidrat peach = 20 g
Hitungan:
Proporsi GI ice cream = 61 x 40/60 = 41
Proporsi GI peach = 42 x 20/60 = 14
GI dari menu ini = 14 + 41 = 55
Nilai GI yang ada bukan nilai GI yang fix
Dikarenakan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi karakteristik karbohidrat di dalam makanan seperti cara olah makanan (contoh: merebus, menggoreng, fermentasi, dll), nilai GI yang didapat merupakan perkiraan secara kasar. Untuk mendapatkan nilai GI yang pasti benar akan sulit sekali. Bahkan tipe makanan yang sama persis tetapi beda produsennya cenderung mempunyai GI yang berbeda pula. Nilai GI yang ada cukup untuk memberikan gambaran dalam membantu kita menyusun menu makanan.
Table GI untuk beberapa jenis makanan
Makanan Nilai GI
Maltose (beer)
Glukosa
Kentang panggang
Kentang goreng
Tepung beras
Bubur kentang
Roti tawar (white bread)
Beras
Pasta 110
100
95
95
95
90
70
70
32-78
Ice cream
Susu
Produk susu
Yoghurt 36-80
31
30
14-36
Jagung
Legume
Wortel
Sayuran hijau, tomat 70
10-70
30
<15
Semangka
Kiwi
Pisang
Mangga
Anggur
Orange
Apel
Pir 75
58
52
51
46
42
38
38
Soda
Jus nanas
Jus apel
Jus tomat 70
46
40
38
Potato chips
Popcorn, corn flakes
Cookies 90
85
70
Diabetes ATTACKS Young Generation
Siapa bilang kaum muda aman dari diabetes? Diabetes tidak selamanya identik dengan penyakit orang tua. Faktanya, diabetes juga dapat menyerang generasi muda. Faktor genetik menjadi salah satu pemicunya.
• Penelitian di India membuktikan bahwa 50% keturunan dari diabetesi akan menderita penyakit ini[1]. Tiga penelitian lain di Asia juga memberikan hasil yang sama. [2][3][4]
• Mereka yang ibu atau ayahnya diabetesi, memiliki tingkat risiko masing-masing 3.4 dan 3.5 kali lipat lebih tinggi. Sementara, jika kedua orangtua diabetesi, risikonya menjadi 6.1 kali lipat lebih tinggi. [5]
• Pola makan yang salah dan tinggi kalori, serta tingkat aktivitas yang rendah juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Namun diabetes bisa dicegah, meskipun ada faktor keturunan. Pola hidup sehat dengan nutrisi tepat menjadi kuncinya. Ganti gula Anda dengan Tropicana Slim Zero Calorie Sweetener dengan kandungan sucralose yang berasal dari hasil olahan tebu pilihan namun nol kalorinya.
Tropicana Slim Zero Calorie for a nutritious life.
Referensi :
1. Diabetologia Volume 28, Number 12 / December, 1985
2. Diabetes Care, Volume 23, Number 9, September 2000.
3. Diabetes Res Clin Pract. 2002 Dec;58(3):173-7.
4. Medical Journal Vol. 8, No. 4, October 2007.
5. Diabetes, Volume 49, Issue 12 2201-2207
Warisan Kok Kencing Manis?
Siapa bilang hanya harta yang bisa diwariskan? Penyakit juga bisa diwariskan oleh orang tua kita. Salah satunya adalah kencing manis, suatu kondisi dimana ada terlalu banyak glukosa di peredaran darah. Bahayanya, kencing manis berhubungan erat dengan berbagai macam komplikasi yang dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti jantung, pembuluh darah, ginjal, syaraf, kulit, hingga mata.
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki sejarah keluarga dengan kencing manis, memiliki tingkat risiko terkena penyakit ini yang lebih tinggi. Semakin dekat hubungan keluarga, semakin besar pula risikonya. Sebuah penelitian di India membuktikan bahwa 50% keturunan dari orang tua yang kencing manis juga menderita kencing manis[1]. Tiga penelitian lain yang dilakukan di Asia, juga memberikan hasil yang sama[2][3][4].
Fakta baru menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ibu penderita kencing manis memiliki tingkat risiko terkena kencing manis 3.4 kali lipat lebih tinggi, sedangkan mereka yang memiliki ayah penderita kencing manis memiliki tingkat risiko 3.5 kali lipat lebih tinggi. Dan apabila kedua orang tuanya menderita kencing manis, mereka memiliki risiko terkena kencing manus sebanyak 6.1 kali lipat lebih tinggi[5].
Sudah begitu banyak bukti yang menunjukkan bahwa penyakit kencing manis ini diturunkan, artinya penyakit ini berkaitan erat dengan variasi gen pada satu keluarga. Namun hingga saat ini, peneliti-peneliti di dunia belum dapat menentukan variasi gen manakah yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut. Beberapa gen yang divurigai berkaitan erat dengan kencing manis adalah: Calpain 10 (CAPN10), Peroxisome proliferator-activated receptor-γ (PPARγ), Inwardly rectifying potassium channel Kir 6.2 (KCNJ11), PPAR γ coactivator-1 (PGC-1), Adiponectin (APM1) dan β3-adrenergic receptor (β-AR)[6].
Seseorang dan keturunannya dengan variasi pada gen-gen tersebut, mempunyai peluang yang lebih tinggi untuk terkena kencing manis, terutama jika pola makannya tidak benar. Sebaliknya, dengan pola makan yang benar, sifat merugikan dari gen-gen tersebut dapat dihentikan bahkan hingga generasi-generasi berikutnya. Jika suatu saat gen-gen serta interaksi makanan dengan gen-gen tersebut ditemukan, diharapkan akan membantu mencegah bertambahnya penderita kencing manis di dunia.
Jadi, mulai sekarang berhati-hatilah jika Anda, orang tua Anda, atau bahkan kakek-nenek Anda menderita kencing manis. Jangan sampai orang tua, Anda atau anak Anda nantinya ikut terkena kencing manis. Mulailah menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Salah satunya dengan membatasi konsumsi gula dan menggantinya dengan gula Tropicana Slim yang rendah kalori. Risiko kencing manis pun akan semakin menjauhi Anda dan keluarga. Dengan gula Tropicana Slim, Anda tetap dapat menimati rasa manis yang sehat untuk manisnya hidup dan masa depan Anda serta keluarga.
[1]. Diabetologia Volume 28, Number 12, December, 1985
[2]. Diabetes Care, Volume 23, Number 9, September 2000
[3]. Diabetes Res Clin Pract. 2002 Dec; 58 (3):173-7
[4]. Medical Journal Vol. 8, No. 4, October 2007
[5]. Diabetes, Volume 49, Issue 12 2201-2207
[6] The European Nutrigenomics Organisation linking genomics, nutrition and health research (NuGO)
Brokoli: Si Hijau, Senjata Ampuh Diabetesi
Diabetes adalah penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Data statistik menunjukkan bahwa Indonesia termasuk 4 besar dalam hal jumlah penderita diabetes (diabetesi). Pola konsumsi gula yang tinggi adalah salah satu penyebabnya. Bagi para diabetesi, asupan kalori tentunya harus selalu dijaga. Tidak heran banyak sekali yang mengatakan bahwa penderita deiabetes tidak dapat menikmati makanan dengan rasa yang nikmat lagi. Para ahli di bidang kesehatan dan gizi pun tidak mau tinggal diam. Serangkaian penelitian terus dilakukan untuk mencari alternatif lain, salah satunya dengan brokoli.
Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini bahwa sulforaphane, zat kimia yang terkandung di dalam brokoli dapat menjadi alternative sehat diabetesi.
Sulforaphane memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah. Menurut Jurnal Diabetes, sulforaphane mempu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel .
Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick menguji pengaruh sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Sulfurophane akan mengaktivasi sejenis protein nrf 2 yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi (penawar racun). Sulforaphane dalam brokoli juga dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Jadi, predikat brokoli sebagai superfood yang aman dan sehat pun tidak perlu Anda ragukan. Selamat mencoba!

