<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tropicana Slim &#187; Diabetes &amp; Komplikasinya</title>
	<atom:link href="http://www.tropicanaslim.com/category/info-sehat/diabetes-komplikasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tropicanaslim.com</link>
	<description>Live a longer healthy life!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 20:15:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Diabetes: Bukan Hanya Karena Gula!</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-bukan-hanya-karena-gula</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-bukan-hanya-karena-gula#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 06:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=8658</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis! Ya, tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan diabetes. Banyak Makan Lemak = Diabetes? Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2012/02/72983838-300x201.jpg" alt="" title="" width="300" height="201" class="alignleft size-medium wp-image-8685" /><br />
<h2> Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis!</h2>
<p>Ya, tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan <b>diabetes</b>. </p>
<h3>Banyak Makan Lemak = Diabetes?</h3>
<p>Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah <u>Diabetes</u> Care tahun 2010 menyatakan bahwa tingginya konsumsi lemak bisa menaikkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Semakin banyak jumlah lemak yang dikonsumsi, risiko diabetes pun semakin meningkat<sup>1</sup>. </p>
<h3>Antara Lemak dan Diabetes</h3>
<p>Diabetes mellitus bisa terjadi akibat terganggunya kerja insulin. Salah satu faktor yang mengganggu kerja insulin yaitu tingginya kadar lemak di perut.</p>
<p>Semakin banyak lemak yang kita konsumsi dari makanan sehari-hari, semakin banyak pula lemak tersimpan di tubuh kita. Padahal, timbunan lemak bisa membuat sel tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin. Hasilnya, kadar gula darah naik di atas normal karena sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal, sehingga mengakibatkan <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes">diabetes</a>. </p>
<p>Karena alasan demikian, orang yang mengalami kegemukan punya risiko jauh lebih tinggi terkena kencing manis dibandingkan orang dengan berat badan normal. Bahkan, 90% orang yang terkena diabetes merupakan mereka  yang tergolong kegemukan atau obesitas. </p>
<h3>Kontrol si Lemak, Cegah Diabetes</h3>
<p>Pilihan ada di tangan Anda. Dengan mengurangi porsi lemak dari piring makan Anda plus olahraga, diabetes bisa diusir jauh.<br />
• <strong>Eat smarter</strong><br />
Beberapa cara yang bisa dicoba: </p>
<ul>
<li>Ganti makanan yang digoreng atau gulai santan dengan makanan yang dipanggang atau diungkep. Sama enaknya dan lebih rendah lemak.</li>
<li>Tidak makan kulit ayam pun bisa mengurangi 50% konsumsi lemak dari ayam.</li>
<li>Mengganti cemilan chips atau gorengan dengan popcorn tanpa butter atau buah</li>
</ul>
<p>• <strong>Pilih produk rendah lemak atau tanpa lemak (<em>low fat atau non fat</em>)</strong><br />
Penelitian membuktikan kalau pola makan disertai tingginya konsumsi <a href="http://www.tropicanaslim.com/tentang-tropicana-slim/susu-non-fat"><strong>susu tanpa lemak</strong></a> bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2<sup>2</sup>.  </p>
<p>• <strong>Minuman juga berperan penting</strong><br />
Selain makanan, terkadang minuman yang sering kita konsumsi pun turut menyumbang porsi lemak yang tidak diinginkan, contohnya: minuman yang mengandung santan seperti cendol, es dawet, kolak, dan juga jenis minuman yang mengandung susu <em>full cream</em> seperti es buah, es krim, milkshake, kopi dengan susu dan <em>whipped cream</em>, dan sejenisnya. </p>
<p>• <strong>Tak semua lemak juga jahat. Kuncinya, pilih jenis lemak yang tepat!</strong><br />
Tidak semua lemak itu jahat. Memilih makanan dengan lemak baik PUFA (<em>Polyunsaturated Fatty Acid</em> – Asam Lemak Tak Jenuh Ganda) dan MUFA (<em>Monounsaturated Fatty Acid</em> – Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal) seperti alpukat dan kacang justru bisa menurunkan risiko diabetes. Bonusnya, asam lemak tak jenuh PUFA dan MUFA di kacang dan alpukat juga baik untuk jantung Anda<sup>2</sup> Pssst, pilih kacang rebus atau kacang sangrai yang rendah garam ya. </p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut? Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/all-about-fat"><strong>Semua Hal Mengenai Lemak</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi"><strong>Pola Hidup Sehat Ala Tropicana Slim</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/kacang-untuk-jantung-sehat"><strong>Kacang Untuk Jantung Sehat</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>References:</strong><br />
1. <em>Diabetes Care</em> 33:532–538 (2010)<br />
2. <em>Prog Lipid Res</em> 48 (1): 44–51 (2009)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/diabetes-bukan-hanya-karena-gula/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes: Myths &amp; Facts – Part 2</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part2</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part2#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4959</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hal mengenai kencing manis yang mungkin dapat membuat Anda terkejut. Mitos 6: Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang Fakta: Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Penderita diabetes dianjurkan memilih sumber karbohidrat yang kaya serat dan punya nilai Indeks Glikemik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hal mengenai kencing manis yang mungkin dapat membuat Anda terkejut. </p>
<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2012/01/93503676-300x229.jpg" alt="" title="" width="300" height="229" class="alignnone size-medium wp-image-4965" /></p>
<h3>Mitos 6: Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Penderita <i>diabetes</i> dianjurkan memilih sumber karbohidrat yang kaya serat dan punya nilai Indeks Glikemik rendah, seperti nasi merah, pasta, atau oat. Berikut adalah nilai Indeks Glikemik dari beberapa jenis makanan. <a href="http://www.tropicanaslim.com/cegah-dan-atasi-diabetes-dengan-serat-makanan"><strong>Cegah dan Atasi Diabetes dengan Serat Makanan</strong></a><span id="more-4959"></span></p>
<style type="text/css">
<!--
.style7 {font-size: 14px; font-weight: bold; font-family: Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; }
.style9 {font-size: 11px; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; }
-->
</style>
<table width="500" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="#666666">
<tr>
<td bgcolor="#CCCCCC">
<div align="center" class="style7">Jenis Makanan</div>
</td>
<td bgcolor="#CCCCCC">
<div align="center" class="style7">Nilai Indeks Glikemik  (IG)</div>
</td>
<td bgcolor="#CCCCCC">
<div align="center" class="style7">Keterangan</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center" class="style9">Pasta</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">45</div>
</td>
<td rowspan="2" class="style9">
<div align="center">Indeks  Glikemik Rendah<br />
    (Nilai IG kurang dari 56)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Nasi  merah</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">55</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Jagung</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">60</div>
</td>
<td rowspan="3" class="style9">
<div align="center">Indeks  Glikemik Sedang<br />
    (Nilai IG 56 &ndash; 69)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Ubi  jalar</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">61</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Roti  gandum</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">63</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Kentang</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">70</div>
</td>
<td rowspan="2" class="style9">
<div align="center">Indeks Glikemik Tinggi<br /> <br />
    (Nilai IG lebih dari  69)    </div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="style9">
<div align="center">Nasi  putih</div>
</td>
<td class="style9">
<div align="center">86</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sumber: 6</p>
<p>Untuk info lebih lanjut tentang mengatur pola makan yang punya nilai Indeks Glikemik rendah, bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/menyusun-menu-ber-gi-rendah"><strong>Menyusun Menu Ber-GI Rendah</strong></a></p>
<h3>Mitos 7: Penderita diabetes tidak bisa makan enak.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Untuk menjaga agar gula darahnya selalu normal, diabetesi memang harus selalu mengontrol pola makannya. Tapi, bukan berarti mereka tidak bisa menikmati makanan enak. Kuncinya di pengaturan pola makan saja. Untuk lebih mudah, bagilah isi piring menjadi . Untuk info lebih lanjut bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/diet-dan-indeks-glisemik"><strong>Diet dan Indeks Glikemik</strong></a></p>
<h3>Mitos 8 : Penderita diabetes harus bergantung pada obat sampai seumur hidup.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penderita <u>diabetes</u> tidak mutlak mengonsumsi obat diabetes. Obat diabetes hanya diperlukan apabila gula darah masih belum terkendali walaupun Anda sudah mengatur pola makan dan melakukan aktivitas fisik. Untuk bisa terbebas dari komplikasi diabetes tanpa perlu tergantung obat, yuk lihat caranya di <a href="http://www.tropicanaslim.com/mari-hindari-komplikasi-diabetes">Mari Hindari Komplikasi Diabetes!</a></p>
<h3>Mitos 9 : Diabetes hanya disebabkan oleh tingginya konsumsi gula.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Diabetes tidak hanya disebabkan konsumsi gula berlebih tetapi juga oleh gaya hidup yang kurang sehat. Tingginya asupan lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas pun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Karena itu, yuk kita cegah diabetes mulai dari sekarang! Cek caranya di <a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi">Pola Hidup Sehat ala Tropicana Slim</a></p>
<p>Backlink ke <a href="http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1"><strong>Diabetes: Myths &#038; Facts – Part 1</strong></a></p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut? Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/cegah-dan-atasi-diabetes-dengan-serat-makanan"><strong>Cegah dan Atasi Diabetes dengan Serat Makanan</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/beras-merah-untuk-diabetes"><strong>Beras Merah untuk Diabetes</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes"><strong>Berkenalan dengan Si Manis Diabetes</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>Reference:</strong><br />
1. Guide to Living With Diabetes. 2006.<br />
2. <em>Am J Clin Nutr</em> 76:5-56. 2002.<br />
3. <em>Journal of Clinical Endocrinology &#038; Metabolism</em> 91(6):2062–2067. 2010.<br />
4. <em>Ann Intern Med</em>. 151:306-314. 2009<br />
5. Harvard Medical School Guide to Beating Diabetes. 2005.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usir Diabetes Dengan Susu</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/usir-diabetes-dengan-susu</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/usir-diabetes-dengan-susu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=5287</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes? Cegah saja dengan rajin minum susu! Ya, makanan cair kaya nutrisi ini tidak hanya baik bagi tulang, tapi juga ampuh turunkan risiko kencing manis. Susu Bisa Cegah Diabetes? Sebagai orang Asia, kita punya risiko lebih tinggi untuk kena diabetes, terlebih jika orangtua kita juga menderita diabetes. Berita baiknya, rajin minum susu, khususnya susu tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/12/Usir-Diabetes-Dengan-Susu-300x322.jpg" alt="" title="" width="300" height="322" class="alignleft size-medium wp-image-5313" /> <H1>Diabetes? Cegah saja dengan rajin minum susu! Ya, makanan cair kaya nutrisi ini tidak hanya baik bagi tulang, tapi juga ampuh turunkan risiko kencing manis.</H1></p>
<p><H2>Susu Bisa Cegah Diabetes?</H2><br />
Sebagai orang Asia, kita punya risiko lebih tinggi untuk kena <i>diabetes</i>, terlebih jika orangtua kita juga menderita <u>diabetes</u>. Berita baiknya, rajin minum susu, khususnya susu tanpa lemak, bisa melindungi Anda dari diabetes<sup>1</sup>.<span id="more-5287"></span></p>
<p>Sulit dipercaya? Paling tidak para ahli telah membuktikannya. Penelitian terbaru dalam <em>Journal of Clinical Endocrinology &#038; Metabolism</em> menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi susu 3-5 porsi/hari, risiko diabetesnya turun hingga 15% dibanding orang yang hanya minum susu <1,5 porsi/hari<sup>2</sup>. Studi lain di <em>American Journal of Clinical Nutrition</em> juga menyatakan kalau orang yang minum susu sejak remaja memiliki penurunan risiko diabetes sebesar 38%<sup>2</sup>.</p>
<p><H2>Rahasia Anti-diabetes dalam Susu</H2><br />
Berikut adalah kandungan dalam susu yang dipercaya bisa turunkan risiko diabetes:</p>
<ol>
<li><strong>Kalsium &#038; Vitamin D</strong><br />
Studi menunjukkan kalau vitamin D dan kalsium bisa meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Hormon insulin inilah yang berperan penting untuk yang menjaga kadar gula darah tetap normal<sup>3</sup>. Kurang vitamin D? Hati-hati! Orang yang kurang vitamin D cenderung punya risiko diabetes yang meningkat sampai 46%!<sup>3</sup></li>
<li><strong>Magnesium</strong><br />
Mineral lain yang juga ditemukan pada susu, yaitu magnesium, ternyata juga bermanfaat bagi pencegahan diabetes berkat perannya untuk menjaga kestabilan gula darah<sup>4</sup>. Selain ditemui dari sayuran hijau, magnesium juga dapat ditemui di susu.</li>
</ol>
<p>Susu mengandung kombinasi vitamin D, kalsium dan magnesium yang lebih optimal dalam melindungi Anda dari diabetes. <em>So</em>, jangan lupa untuk minum susu tiap hari!</p>
<p><H3>Fat: How Low Can You Go for Diabetes </H3><br />
Ya, susu rendah lemak (2-4 gram lemak/saji) ataupun bebas lemak (0 gram lemak/saji) ternyata memiliki manfaat yang lebih baik dalam memangkas risiko diabetes dibanding susu <em>full cream</em> yang mengandung 8-12 gram lemak per saji<sup>1,4</sup>. Karena itu, untuk mendapatkan manfaat optimal penurunan risiko diabetes dari susu, konsumsilah sedikitnya 2 sajian susu rendah lemak atau bebas lemak setiap hari<sup>1</sup>. </p>
<p><a href="http://www.tropicanaslim.com/tentang-tropicana-slim/susu-non-fat"><strong>Tropicana Slim Non Fat Milk</strong></a> hadir sebagai susu tanpa lemak, tinggi kalsium, dan bebas gula  yang mengandung mineral kalsium dan magnesium serta vitamin D yang penting untuk membantu menurunkan risiko diabetes.<br />
Tropicana Slim Non Fat Milk kini hadir juga dengan kemasan siap minum yang praktis. <em>Just grab and go!</em></p>
<p><em>Yuk</em> cegah diabetes! Sudahkah kamu minum susu hari ini? <img src='http://www.tropicanaslim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/vitamin-d-dan-diabetes"><strong>Vitamin D dan Diabetes</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/mari-hindari-komplikasi-diabetes"><strong>Mari Hindari Komplikasi Diabetes!</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/tidak-hanya-baik-untuk-penderita-diabetes-tapi-juga-untuk-kesehatan-kita"><strong>Tidak hanya Baik untuk Penderita Diabetes, tapi juga untuk Kesehatan Kita</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>References:</strong><br />
1. Journal of the American College of Nutrition 28 (1): 91S–102S (2009).<br />
2. American Journal of Clinical Nutrition 94 (3): 854-861 (2011)<br />
3. The Journal of Clinical Endocrinology &#038; Metabolism 92(6):2017–2029 (2007).<br />
4. Prog Lipid Res 48(1): 44–51 (2009). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/usir-diabetes-dengan-susu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes: Myths &amp; Facts – Part 1</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 10:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4936</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Anda ketahui tentang kencing manis belum tentu benar. Mitos 1: Penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis. Fakta: Penderita diabetes atau kencing manis memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru bisa membuat kadar gula darah Anda terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang Anda ketahui tentang kencing manis belum tentu benar. </p>
<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/12/88506245.jpg" alt="" title="" width="338" height="506" class="alignnone size-full wp-image-4945" /></p>
<h3>Mitos 1: Penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penderita <i>diabetes</i> atau kencing manis memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru bisa membuat kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia) yang dapat mengakibatkan pusing, lelah, gangguan penglihatan, sampai kehilangan kesadaran. Penderita <u>diabetes</u> boleh mengonsumsi makanan manis, asal jumlahnya dikontrol. Selain itu,  telah tersedia pemanis pengganti gula seperti aspartame, stevia, sorbitol, atau acesulfame-K yang dapat membantu Anda mengontrol asupan gula dan aman bagi penderita diabetes.<span id="more-4936"></span> </p>
<h3>Mitos 2: Penderita diabetes lebih baik mengkonsumsi nasi yang dimasak sehari sebelumnya dan didiamkan semalaman.</h3>
<p><strong>Fakta :</strong> Tidak ada perubahan yang berarti antara nasi yang didiamkan semalaman dengan nasi yang baru dimasak. Penderita diabetes dapat memilih nasi merah yang lebih kaya serat dan memiliki nilai Indeks Glikemik lebih rendah. Info lebih lanjut tentang beras merah, bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/beras-merah-untuk-diabetes"<strong>Beras Merah untuk Diabetes</strong></a> </p>
<h3>Mitos 3: Diabetes itu menular!</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penyakit diabetes tidak dapat ditularkan. Diabetes diakibatkan oleh faktor keturunan, genetik, atau gaya hidup seseorang, sehingga berbeda dengan penyakit menular yang diakibatkan virus atau bakteri. Meski demikian, diabetes bisa menyerang siapa saja, terutama orang-orang yang mengalami kegemukan, perokok, punya pola makan kurang sehat, kurang olahraga, dan yang sering stress. Apakah Anda berisiko terkena diabetes? Bisa cek di <a href="http://www.tropicanaslim.com/health-check/quiz-2"><strong>Kenali Resiko Diabetes Anda</strong></a>.</p>
<h3>Mitos 4: Anak yang terlahir dari orang tua yang terkena diabetes, sudah pasti menderita diabetes juga.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Jika orangtua Anda menderita diabetes, risiko Anda terkena diabetes memang menjadi lebih tinggi. Namun bukan berarti Anda pasti akan terkena diabetes. Studi menunjukkan bahwa anak dari orang tua yang diabetesi dapat terhindar dari diabetes tipe 2 dengan cara menjaga pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik. link ke <a href="http://www.tropicanaslim.com/hati-hati-diabetes-itu-menurun">Hati-hati, Diabetes itu Menurun</a></p>
<h3>Mitos 5: Penderita diabetes tidak boleh berolahraga agar stamina tidak drop.</h3>
<p><strong>Fakta:</strong> Penderita diabetes justru dianjurkan untuk berolahraga secara teratur karena dapat mengoptimalkan penggunaan energi dalam tubuh dan mencegah kelebihan energi tersimpan sebagai lemak. Olahraga pun dapat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu dan jenis aktivitas yang direkomendasikan untuk penderita diabetes.</p>
<p>Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes"><strong>Berkenalan dengan Si Manis Diabetes</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/sugar-101"><strong>Sugar 101</strong></a></li>
<li><a href="http://www.tropicanaslim.com/warisan-kok-kencing-manis"><strong>Warisan Kok Diabetes?</strong></a></li>
</ul>
<p><strong>Reference:</strong><br />
1. What to Eat if You Have Diabetes. 1999.<br />
2. <em>Arch Intern Med</em> 170: 961-969. 2010<br />
3. WHO. 2008.<br />
4. American Diabetes Association. 2004.<br />
5. Guide to Living With Diabetes. 2006</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/fakta-dan-mitos-diabetes-kencing-manis-part1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penderita Diabetes Berpuasa? Boleh saja</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/penderita-diabetes-berpuasa-boleh-saja</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/penderita-diabetes-berpuasa-boleh-saja#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 09:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=4431</guid>
		<description><![CDATA[Apakah diabetesi boleh berpuasa? Bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan yang Maha Kuasa. Semua orang dapat berpuasa, begitu juga dengan diabetesi. Penderita diabetes tipe 1 boleh saja berpuasa, tapi agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya, sebaiknya diabetesi tetap memperhatikan beberapa kondisi berikut ini: Hipoglikemik Hipoglikemik (hypoglycemia) merupakan kondisi saat kadar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/08/Penderita-Diabetes-Berpuasa.-Boleh-saja-300x199.jpg" alt="" title="Penderita Diabetes Berpuasa. Boleh saja" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-4441" /> <strong>Apakah diabetesi boleh berpuasa?</strong><br />
Bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan yang Maha Kuasa. Semua orang dapat berpuasa, begitu juga dengan diabetesi. Penderita diabetes tipe 1 boleh saja berpuasa, tapi agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya, sebaiknya diabetesi tetap memperhatikan beberapa kondisi berikut ini:</p>
<ol>
<li><strong>Hipoglikemik</strong><br />
Hipoglikemik (<em>hypoglycemia</em>) merupakan kondisi saat kadar gula darah pada penderita diabetes sangat rendah. Seorang diabetesi dikatakan terkena <em>hypoglycemia</em> yaitu ketika gula darah mencapai <70 mg/dL, yang ditandai dengan kelaparan, kepala pusing, badan lemas, dll. Hal ini dapat terjadi ketika beraktivitas cukup tinggi tanpa mengonsumsi makanan apapun sehingga tidak adanya sumber energi yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kurangnya gula darah dan kadar gula darah menjadi sangat rendah. Selain itu, pada diabetesi tipe 1 yang berpuasa, hormon glukagon yang berfungsi untuk meningkatkan kadar gula darah juga tidak berfungsi semestinya, sehingga dapat terjadi hipoglikemik ini. </li>
<li><strong>Hiperglikemik</strong><br />
Hiperglikemik adalah kondisi saat kadar gula darah pada penderita diabetes menjadi sangat tinggi. Hiperglikemik bisa terjadi karena ketika berpuasa, tubuh akan kekurangan gula darah akibat tidak adanya makanan. Hal ini kemudian akan memicu hormon glukagon untuk memecah cadangan karbohidrat dalam tubuh menjadi gula darah. Namun demikian, yang terjadi adalah terlalu banyak karbohidrat yang terpecah menjadi gula darah. Selain itu, respon tubuh yang lain akibat kerja hormon glukagon adalah memancing tubuh untuk meningkatkan produksi gula darah sehingga justru akan menjadi berlebihan. Ketika kadar gula darah menjadi terlalu tinggi, hal ini lah yang disebut hiperglikemik. Tentunya, kondisi hiperglikemik ini juga berbahaya bagi diabetesi terutama diabetesi tipe 1.</li>
<li><strong>DKA (Diabetic Ketoasidosis)</strong><br />
DKA juga terjadi bersamaan dengan hiperglikemik, yaitu ketika tubuh kekurangan gula darah, tubuh juga mencari sumber energi lain yaitu dengan meningkatkan oksidasi asam lemak tubuh sebagai sumber energi. Namun demikian, sebagai akibatnya, terjadi pembentukan senyawa lain yaitu senyawa keton. Senyawa ini dalam jumlah yang banyak akan mengganggu keseimbangan pH dan asam basa dalam darah. Jika terjadi dalam waktu yang lama biasanya ditandai dengan muntah-muntah ataupun dehidrasi. Umumnya, DKA terjadi pada diabetesi tipe 1 akibat berkurangnya suntikan insulin, karena dianggap tidak perlu sebagai akibat berpuasa (tidak adanya asupan makanan, sehingga dianggap tidak perlu suntikan insulin).</li>
<li><strong>Dehidrasi</strong><br />
Ketika berpuasa, otomatis terjadi penurunan asupan jumlah cairan tubuh, dan jika terjadi pada waktu yang lama, akan berpotensi tingkatkan dehidrasi. Ditambah lagi, jika cuaca panas yang tentu saja akan meningkatkan pengeluaran keringat dari dalam tubuh.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian, penderita diabetes boleh saja berpuasa, namun sebaiknya memberikan perhatian khusus dalam hal nutrisinya. Untuk mengetahui <a href="http://www.tropicanaslim.com/tips-trick-berpuasa-bagi-penderita-diabetes"><strong>tips and trick dalam berpuasa</strong></a>, coba cek artikel.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Al-Arouj, Monira., et al. 2005. Recommendation for Management of Diabetes During Ramadan. <em>Diabetes Care</em> 28 (9): 2305-2311.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/penderita-diabetes-berpuasa-boleh-saja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas! Risiko Diabetes Mengintai si Buah Hati</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/awas-risiko-diabetes-mengintai-si-buah-hati</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/awas-risiko-diabetes-mengintai-si-buah-hati#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 11:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=3474</guid>
		<description><![CDATA[Semua anak kecil pasti suka makan permen, coklat, kue, serta berbagai makanan manis lainnya. Anda mungkin membiarkan sang buah hati untuk makan makanan tersebut asalkan mereka tetap menurut dan bersikap manis. Bahkan tidak jarang juga, Anda menjanjikan makanan manis sebagai reward untuk mereka. Namun tahukah Anda apa yang akan terjadi dengan si kecil saat mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/07/awas-risiko-300x245.jpg" alt="Awas! Risiko Diabetes Mengintai si Buah Hati" title="Awas! Risiko Diabetes Mengintai si Buah Hati" width="300" height="245" class="alignleft size-medium wp-image-3483" /> Semua anak kecil pasti suka makan permen, coklat, kue, serta berbagai makanan manis lainnya. Anda mungkin membiarkan sang buah hati untuk makan makanan tersebut asalkan mereka tetap menurut dan bersikap manis. Bahkan tidak jarang juga, Anda menjanjikan makanan manis sebagai <em>reward</em> untuk mereka. Namun tahukah Anda apa yang akan terjadi dengan si kecil saat mereka dewasa nanti?<span id="more-3474"></span><br />
<br /></br><br />
<strong>Sweets and Obesity</strong><br />
Masa balita dan kanak-kanak merupakan masa-masa penting dalam pembentukan kebiasaan dan gaya hidup buah hati Anda. Bukan tidak mungkin kebiasaan tersebut akan terbawa sampai dewasa. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan makan anak sejak usia dini dapat mempengaruhi kecenderungannya mengalami kegemukan atau bahkan obesitas. Sebagai contoh, anak-anak yang terbiasa makan makanan manis saat mereka sedang kesal, marah, atau bosan lebih rentan mengalami obesitas<sup>1</sup>. Mereka akan tetap makan dalam kondisi tersebut walaupun mereka tidak merasa lapar.</p>
<p>Bagi sebagian besar anak-anak, makanan manis seperti permen dan coklat adalah <em>comfort food</em> mereka. Dengan makan makanan seperti itu, mereka merasa tenang dan nyaman. Padahal kelebihan makanan manis yang banyak mengandung gula itu akan disimpan menjadi lemak dalam tubuh. Semakin banyak lemak yang menumpuk, semakin besar juga bahaya kesehatan yang mengancam buah hati Anda!</p>
<p>Tidak hanya pola makan saja, kebiasaan melakukan aktivitas fisik juga berpengaruh dalam risiko terjadinya obesitas pada si kecil. Anak-anak yang terbiasa menonton TV atau bermain game computer cenderung kurang melakukan aktivitas fisik, baik kini maupun di kemudian hari<sup>2</sup>. Yang lebih parah, kebanyakan anak-anak akan makan makanan manis saat mereka melakukan aktivitas tersebut. Hasilnya, asupan kalori menjadi lebih besar daripada jumlah kalori yang digunakan sehingga kegemukan pun terjadi. </p>
<p><strong>Obesity: How Early Does It Starts?</strong><br />
Menurut para ahli, kegemukan dan obesitas dapat dimulai sejak dini, bahkan saat si kecil berusia kurang dari 5 tahun3. Di Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 10 anak usia sekolah (6 – 14 tahun) tergolong kegemukan<sup>4</sup>. Adapun prevalensi terjadinya obesitas ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Sungguh mengkhawatirkan bukan? </p>
<p>Masalahnya, obesitas sejak dini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan sekarang saja, tetapi juga nanti. Anak-anak yang mengalami obesitas cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang juga mengalami obesitas. Obesitas berkaitan erat dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah serta peningkatan resiko terkena <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes" target="_blank">diabetes</a>, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung yang berujung pada kematian dini<sup>5,6,7</sup>. Obesitas pun dapat mengakibatkan kesulitan bernafas saat tidur selain gangguan tulang dan sendi yang terjadi akibat kelebihan berat badan5. Selain itu masalah kegemukan atau obesitas juga berkaitan erat dengan image seorang anak si masayarakat. Seorang anak yang kegemukan akan mempunyai <em>self-esteem</em> yang rendah kini dan nanti<sup>7</sup>.</p>
<p><strong>What Should We Do as Parents?</strong><br />
Walaupun sulit untuk mengubah kebiasaan seorang anak, Anda dapat membantunya untuk beralih ke kebiasaan yang lebih baik. Berikan makanan dengan nutrisi seimbang dengan perbanyak porsi sayur dan buah serta kurangi pemberian makanan yang manis. Ganti penggunaan gula biasa yang tinggi kalori saat Anda membuat kue untuk si kecil dengan gula rendah kalori sehingga asupan kalorinya tetap terjaga. Hindari juga pemberian <em>reward</em> yang berupa makanan saat si kecil berhasil melakukan sesuatu. </p>
<p>Di samping itu, ajaklah buah hati Anda untuk beraktivitas dan berekreasi bersama. Lakukan berbagai kegiatan olahraga yang aktif sehingga si kecil lebih banyak bergerak. Anda juga dapat memberi contoh kepada mereka untuk senantiasa menjalankan gaya <a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi">hidup sehat</a>, sehingga perlahan-lahan si kecil akan meniru kebiasaan baik Anda. Ingat, peran Anda sangat penting dalam tumbuh kembang si kecil serta kualitas hidupnya si kemudian hari. </p>
<p>Let’s create a healthy lifestyle for our children, because sweet moments last longer…</p>
<p><strong>Reference:</strong></p>
<ol>
<li>Strauss, R.S. 2000. Childhood Obesity and Self-Esteem. Pediatrics 105: 15.</li>
<li>Liang, T., et. al. 2009. Nutrition and Body Weights of Canadian Children Watching Television and Eating While Watching Television. <em>Public Health Nutrition</em> 12: 2457-2463.</li>
<li>Moffat, T. 2010. The “Childhood Obesity Epidemic.”<em>Medical Anthropology Quarterly</em> 24: 1-21.</li>
<li>Usfar, A.A. 2010. Obesity as a Poverty-Related Emerging Nutrition Problems: The Case of Indonesia. Obesity Reviews – Published Ahead of Print</li>
<li>Adolescent Health Research Updates. 1998. <em>Obesity in Adolescent</em>. AHAC 7:1-8</li>
<li>Ramos, Elisabete. 2007. Cardiovascular Risk Factors in Adolescence. <em>Arquivos de Medicina</em> 21(1): 25-35.</li>
<li>Gortmaker, S.L., et. al. 1993. “Social and Economic Consequences of Overweight in Adolescence and Young Adulthood.”<em>New England Journal of Medicine</em> 30: 1008-1012.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/awas-risiko-diabetes-mengintai-si-buah-hati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak hanya Baik untuk Penderita Diabetes, tapi juga untuk Kesehatan Kita</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/tidak-hanya-baik-untuk-penderita-diabetes-tapi-juga-untuk-kesehatan-kita</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/tidak-hanya-baik-untuk-penderita-diabetes-tapi-juga-untuk-kesehatan-kita#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 07:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=3442</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda? Ternyata, pola makan diabetesi dapat juga diterapkan bagi Anda yang ingin memulai untuk pola hidup sehat. Seperti apakah pola makan untuk diabetesi? Rule of thumb (red: aturan dasar) untuk pengaturan pola makan diabetes dalam sekali makan mencakup: ½ bagian sayuran seperti brokoli, wortel, tomat, atau buncis ¼ bagian karbohidrat terutama karbohidrat kompleks seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah Anda? Ternyata, pola makan diabetesi dapat juga diterapkan bagi Anda yang ingin memulai untuk pola <a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi">hidup sehat</a>. Seperti apakah pola makan untuk diabetesi?<br />
<em>Rule of thumb</em> (red: aturan dasar) untuk pengaturan pola makan <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes">diabetes</a> dalam sekali makan mencakup:<br />
<img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/06/2.jpg" alt="" title="2" width="222" height="149" class="alignleft size-full wp-image-3444" />
<ul>
<li>½ bagian sayuran seperti brokoli, wortel, tomat, atau buncis</li>
<li>¼ bagian karbohidrat terutama karbohidrat kompleks seperti pasta atau nasi merah</li>
<li>¼ bagian lauk seperti daging ikan, daging dada ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, atau sumber protein yang lain</li>
</ul>
<p><span id="more-3442"></span><br />
Pengaturan makan demikian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari sembari membantu mengontrol kadar gula darah diabetesi<sup>4</sup>. Selain itu, Anda juga bisa konsumsi susu rendah lemak dan juga lengkapi dengan buah-buahan. </p>
<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/06/1.jpg" alt="" title="1" width="400" height="227" class="alignnone size-full wp-image-3443" /></p>
<p>Bagi Anda yang ingin memulai pola hidup sehat, pola makan seperti ini kaya akan serat dan juga komponen antioksidan yang berasal dari sayur-sayuran beraneka warna sehingga akan membantu menjaga kesehatan Anda.  Selain itu, juga dilengkapi dengan karbohidrat kompleks sebagai sumber energi dan diserap lebih lama sehingga lebih mengenyangkan. At last but not least, adanya lauk pauk juga akan membantu mencukupi kebutuhan protein Anda. Selain dikenal sebagai bahan pembentukan otot, ternyata protein juga penting Change your food pattern now! #Remember, healthy food now for future healthier you! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/tidak-hanya-baik-untuk-penderita-diabetes-tapi-juga-untuk-kesehatan-kita/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Kecanduan Gula?</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/apakah-anda-kecanduan-gula</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/apakah-anda-kecanduan-gula#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 00:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>emarketing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[carbohydrate craver]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[makanan manis]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[sugar addiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=3301</guid>
		<description><![CDATA[Terkejut membaca judul di atas? Mungkinkah kita “mencandu” gula? Manusia memang memiliki kesukaan terhadap rasa manis sejak kecil. Tak heran, kita menganggap semua yang rasanya manis sebagai hal yang enak dan menyenangkan. Coba saja membayangkan diri Anda menyantap donat dengan glaze coklat kesukaan Anda! Nyammm! Keinginan untuk mengonsumsi makanan manis semakin meningkat, apalagi jika tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2011/05/Apakah-Anda-Kecanduan-Gula1.jpg" alt="Apakah Anda Kecanduan Gula?" title="Apakah Anda Kecanduan Gula?" width="330" height="220" class="alignleft size-full wp-image-3303" />Terkejut membaca judul di atas? Mungkinkah kita “mencandu” gula?<br />
<span id="more-3301"></span><br />
Manusia memang memiliki kesukaan terhadap rasa manis sejak kecil. Tak heran, kita menganggap semua yang rasanya manis sebagai hal yang enak dan menyenangkan. Coba saja membayangkan diri Anda menyantap donat dengan <em>glaze </em>coklat kesukaan Anda! Nyammm! </p>
<div align="right" class="highlight"><strong>Keinginan untuk mengonsumsi makanan manis semakin meningkat, apalagi jika tidak dikonsumsi dalam jangka lama.</strong></div>
<p><strong><em>Sugar addiction</em>, Kok Bisa? </strong><br />
Dugaan adanya <em>sugar addiction </em>berasal dari penemuan bahwa <strong>banyak orang merasakan adanya keharusan mengonsumsi makanan yang manis</strong>. Hal ini diibaratkan seperti orang yang mengalami ketergantungan pada alkohol dan merasa harus terus minum alkohol. Selain itu, kecanduan biasanya dicirikan dengan <strong>konsumsi yang semakin meningkat, apalagi jika tidak dikonsumsi dalam jangka lama (<em>craving</em>)</strong>. Oleh karena itu, dikenal adanya <em>carbohydrate craver</em>, yaitu keinginan menyantap makanan-makanan yang tersusun dari karbohidrat (misalnya roti manis, cake, atau minuman manis), setelah sekian lama tidak mengonsumsi makanan jenis ini<sup>3</sup>. Selain itu, penelitian juga memperlihatkan bahwa gula dan makanan yang enak memiliki efek yang sama pada otak dengan efek yang ditimbulkan oleh zat-zat yang memiliki efek kecanduan. Hal ini memicu kemungkinan bahwa <strong>gula dapat bersifat adiktif</strong><sup>1,2,3</sup>.     </p>
<p>Sebuah ulasan berbagai studi mengenai <em>sugar addiction</em> di tahun 2010 akhirnya menyimpulkan bahwa belum dapat dipastikan bahwa seseorang dapat kecanduan gula. Akan tetapi, karena rasa manis umumnya memiliki sifat disukai, <strong>ada kemungkinan besar bahwa orang mengalami kelebihan konsumsi gula. </strong>Mengapa? Ternyata, seseorang yang sudah terbiasa mengonsumsi rasa manis, akan cenderung memilih makanan dan minuman yang rasanya manis pula<sup>1</sup>. Bahkan, <strong>orang yang menyukai makan makanan yang manis akan cenderung makan manis berlebihan lebih sering<sup>3</sup></strong>.  </p>
<p>Bisa ditebak, risiko obesitas Anda pun naik! Efek lanjutannya, risiko <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes" target="_blank">diabetes </a>Anda juga ikut meningkat!</p>
<p><strong>Rasa manis tanpa gula, mungkinkah? </strong><br />
Mengapa tidak? Terlepas dari benar atau tidak gula dapat menyebabkan kecanduan, konsumsi gula dan kalori yang berlebih jelas tidak baik bagi kesehatan. Mari mulai membiasakan pola <a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi">hidup sehat</a> dengan mengurangi jumlah konsumsi gula dari sekarang. Pilihlah produk-produk manis yang rendah kalori dan bebas gula. Jadi kita bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir akan konsumsi gula berlebih. <strong><em>Take the sweet, not the sugar!</em> </strong></p>
<p><strong><em>References	</em>: </strong></p>
<ol>
<li>	Benton D. 2010. The plausibility of sugar addiction and its role in obesity and eating disorders. Clinical Nutrition 29: 288–303. </li>
<li>	Avena NM, Rada P, Hoebel BG. 2008. Evidence for sugar addiction: Behavioral and neurochemical effects of intermittent, excessive sugar intake. Neuroscience and Biobehavioral Reviews 32: 20–39. </li>
<li>	Avena NM, Rada P, Hoebel BG. 2009. Sugar and fat bingeing have notable differences in addictive-like behavior. J Nutr 139: 623–628. </li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/apakah-anda-kecanduan-gula/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuis Tingkat Risiko Penyakit Diabetes</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/kuis-tingkat-risiko-penyakit-diabetes-info</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/kuis-tingkat-risiko-penyakit-diabetes-info#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 13:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Risiko seseorang terkena diabetes dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti sejarah keturunan keluarga, pola hidup, jenis makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, sampai waktu istirahat seseorang. Karena setiap orang memiliki pola hidup sehari-hari yang berbeda, tentunya risiko terkena diabetes pun berbeda! Temukan seberapa besar tingkat risiko diabetes Anda dengan mengikuti kuis ini! Disclaimer : Kuis ini dibuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2010/12/Kuis-Tingkat-Risiko-Penyaki.png" alt="Kuis Tingkat Risiko Penyakit Diabetes" title="Kuis Tingkat Risiko Penyakit Diabetes" width="300" height="239" class="alignleft size-full wp-image-2926" />Risiko seseorang terkena <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes" target="_blank">diabetes </a>dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti sejarah keturunan keluarga, pola hidup, jenis makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, sampai waktu istirahat seseorang. Karena setiap orang memiliki pola hidup sehari-hari yang berbeda, tentunya risiko terkena diabetes pun berbeda! <span id="more-1592"></span></p>
<p>Temukan seberapa besar tingkat risiko diabetes Anda dengan mengikuti <a href="http://www.tropicanaslim.com/kuis-tingkat-risiko-penyakit-diabetes">kuis ini</a>!<br />
<br />
<strong><em>Disclaimer </em>:</strong><br />
Kuis ini dibuat sebagai panduan secara umum untuk mengetahui tingkat risiko diabetes Anda. Apabila Anda ingin mempelajari lebih lanjut, Anda dapat mencari informasi tentang diabetes di website Tropicana Slim ataupun berkonsultasi dengan dokter Anda. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/kuis-tingkat-risiko-penyakit-diabetes-info/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayam: Baik untuk Diabetes, Baik untuk Pencernaan</title>
		<link>http://www.tropicanaslim.com/spinach-friends-good-for-your-diabetes-as-good-as-for-your-digestion</link>
		<comments>http://www.tropicanaslim.com/spinach-friends-good-for-your-diabetes-as-good-as-for-your-digestion#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 09:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes & Komplikasinya]]></category>
		<category><![CDATA[bayam]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tropicanaslim.com/?p=1468</guid>
		<description><![CDATA[Wow, bayam dan sayuran hijau lainnya ternyata tidak hanya baik untuk membantu melancarkan pencernaan tetapi juga untuk mencegah diabetes1! Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 200 ribu orang yang berusia antara 30-74 tahun menunjukkan bahwa mereka yang banyak mengonsumsi sayuran (paling tidak 1½ porsi sayuran hijau setiap hari) memiliki risiko diabetes hingga 14% lebih rendah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.tropicanaslim.com/wp-content/uploads/2010/11/spinach-236x350.jpg" alt="Spinach &#038; Friends: Good for Your Diabetes As Good As for Your Digestion." title="Spinach &#038; Friends: Good for Your Diabetes As Good As for Your Digestion." width="236" height="350" class="alignleft size-medium wp-image-1471" />Wow, bayam dan sayuran hijau lainnya ternyata tidak hanya baik untuk membantu melancarkan pencernaan tetapi juga untuk mencegah <a href="http://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes" target="_blank">diabetes</a><sup>1</sup>!<span id="more-1468"></span></p>
<p>Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 200 ribu orang yang berusia antara 30-74 tahun menunjukkan bahwa mereka yang banyak mengonsumsi sayuran (paling tidak 1½ porsi sayuran hijau setiap hari) memiliki <strong>risiko diabetes hingga 14% lebih rendah</strong> dibandingkan dengan orang-orang yang jarang mengonsumsi sayuran (kurang dari ½ porsi sayuran hijau per hari)<sup>1</sup>. Hal ini diduga berkaitan dengan kandungan zat aktif dalam sayuran yang dapat membantu pola <a href="http://www.tropicanaslim.com/pola-hidup-sehat-ala-tropicanaslim-anti-diabetes-hipertensi">hidup sehat</a> sehingga menurunkan risiko diabetes.</p>
<p><strong>Kandungan Zat Aktif Dalam Sayuran</strong><br />
Peran sayuran dalam mencegah diabetes tak lepas dari kandungan antioksidan di dalamnya.<br />
<strong>1. Antioksidan</strong><br />
Sayuran hijau seperti bayam tinggi akan <em>β-carotene</em> serta vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan<sup>1</sup>. Antioksidan dapat menurunkan aktivitas pembentukan radikal bebas yang bisa merusak kerja sel tubuh. Jika radikal bebas tersebut “merusak” sel pankreas atau reseptor insulin, maka resiko diabetes meningkat. </p>
<p><strong>2. Polyphenol</strong><br />
Sayuran hijau kaya akan polyphenol yang juga bertindak sebagai antioksidan<sup>1</sup>. <em>Polyphenol </em>adalah salah satu jenis antioksidan yang biasanya terdapat di tumbuhan, seperti sayur, buah, bunga, biji </p>
<p><strong>3. Magnesium</strong><br />
Sayuran hijau tinggi akan magnesium. Magnesium membantu menurunkan risiko diabetes dengan perannya dalam perbaikan sensitivitas insulin<sup>1</sup>.</p>
<p><strong>4. Asam lemak tak jenuh α-linolenic acid</strong><br />
Sayuran hijau merupakan sumber <em>α-linolenic acid</em> (asam lemak tak jenuh) yang baik. Profil asam lemak dalam makanan diduga dapat mempengaruhi sensitivitas insulin, dimana asam lemak tak jenuh diketahui memiliki manfaat positif bagi tubuh<sup>1</sup>.</p>
<p><strong>Jenis Sayuran</strong><br />
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran hijau bermanfaat dalam menurunkan prevalensi diabetes tipe 2. Beberapa contoh sayuran berdaun hijau antara lain:<br />
a. Kelas <em>Brassica</em> seperti <strong>kol</strong>, <strong>kubis</strong>, <strong>kembang kol</strong>, <strong>pak choy</strong>, <strong>caisim</strong>, dan <strong>sawi hijau</strong>.<br />
b. Kelas <em>Compositae</em> seperti <strong>selada</strong>.<br />
c. Kelas <em>Amaranth</em> seperti <strong>bayam</strong>.<br />
d. Kelas <em>Umbelliferae</em> seperti <strong>seledri</strong>.</p>
<p>Ada banyak jenis sayuran hijau kan? So, tinggal pilih yang Anda suka dan cukupi porsi sayuran harian untuk membantu mengurangi resiko diabetes Anda.</p>
<p><strong><em>References</em></strong>:</p>
<ol>
<li>Carter, P., et. al. 2010. Fruit and vegetable intake and incidence of type 2 diabetes mellitus: systematic review and meta-analysis. <em>BMJ</em> – Online First Edition.</li>
<li>Furukawa, S., et. al. 2004. Increased oxidative stress in obesity and its impact on metabolic syndrome. <em>J Clin. Invest</em> .114: 1752-1761.</li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tropicanaslim.com/spinach-friends-good-for-your-diabetes-as-good-as-for-your-digestion/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

