Hidup Sehat dengan P(a)Ke-TS

Bagaimana hidup sehat dengan pola makan yang tepat untuk seorang penderita diabetes ataupun yang ingin mencegahnya? Salah satunya adalah P(a)Ke-TS.

 

Apa itu P(a)Ke-TS?

Porsi Kecil Tapi Sering. Ya, pola makan seperti ini memang disarankan untuk penderita diabetes termasuk yang ingi  melakukan pencegahan, yaitu makan dengan porsi yang lebih kecil namun lebih sering.

 

Mengapa P(a)Ke-TS?

-          Porsi Kecil tapi Sering (5-6 kali per hari) lebih efektif untuk menjaga kadar gula darah terus berada dalam batas normal.

-          Porsi Kecil tapi Sering akan membuat karbohidrat kompleks yang Anda konsumsi, dicerna dan diserap secara lebih lambat dan stabil. Hal ini menyebabkan kenaikan gula darah dan kebutuhan insulin pun menjadi lebih rendah. Sensitivitas insulin jadi lebih tinggi dan metabolisme tubuh jadi lebih baik.

-          Porsi Kecil tapi Sering ternyata mendukung keinginan hidup sehat termasuk penurunan kadar asam lemak, kolesterol, dan trigliserida dalam tubuh

 

Bagaimana Contoh Pola Makan P(a)Ke-TS?

Berikut contoh pola makan untuk seorang diabetesi dengan pola P(a)Ke-TS dengan kebutuhan kalori 1400 kalori per hari. Ingat juga, bahwa kebutuhan harian masing-masing berbeda. Anda dapat menghitung panduan kebutuhan kalori harian melalui www.sahabatdiabetes.com

Untuk contoh menunya (1500 kalori), Anda dapat lihat pada contoh berikut ini:

 

 

 

 

 

 

Nanti dulu, P(a)Ke-TS juga bukan hanya Porsi Kecil tapi Sering, tapi bisa juga P(a)Ke-Tropicana Slim. Tropicana Slim menghadirkan serangkaian produk bebas gula, rendah lemak, dan rendah kalori untuk hidup sehat lebih lama. Tropicana Slim, Sweet Moments Last Longer.

References

1)      Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2002. Petunjuk Praktis: Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2. Jakarta: PB Perkeni.

2)      Kariadi, S.H. 2009. Diabetes? Siapa Takut!! Bandung: Qanita.

3)      Jenkins DJA, Wolever TMS, Vuksan V, et al. “Nibbling versus gorging: metabolic advantages of increased meal frequency.” N Engl J Med 321 (1989): 929-934.

4)      Jenkins, D.J.A. 1992. Metabolic advantages of spreading the nutrient load: effets of increased meal frequency in non-insulin-dependent diabetes. Am J Clin Nutr 55: 461-467.

5)      Jenkins, D.J.A. 1997. Carbohydrate tolerance and food frequency. British Journal of Nutrition 77: S71-S81.

Kontrol Diabetes = Kontrol ABC

Tahukah Anda jika Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak? Menurut data IDF (International Diabetes Federation), Indonesia adalah negara urutan ke-10 dalam hal jumlah penderita diabetes pada tahun 2011 di dunia dan naik menjadi peringkat ke-7 pada tahun 2012. Tentunya, fakta ini cukup mengagetkan, bukan? Oleh karena itu, pencegahan diabetes sejak dini merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Before Diabetes is Pre-Diabetes

Ketika hasil cek gula darah Anda menunjukkan kadar nilai gula darah puasa adalah 100-125 mg/dL dan nilai toleransi glukosa oral mencapai 140-199 mg/dL, kondisi inilah yang disebut sebagai pre-diabetes. Prediabetes adalah ketika kadar gula darah cukup tinggi namun belum dapat dikatakan menderita diabetes. Ketika Anda dalam kondisi, pre-diabetes, Anda dapat menurunkan kembali kadar gula darah menjadi batas normal kembali. Selain, kadar gula darah, apakah ada pemeriksaan lain yang bisa Anda lakukan untuk kontrol diabetes Anda?

Introducing: ABC Health Check..
Perkenalkan, ABC Health Check! Dengan pemeriksaan praktis ini, Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan Anda terkini, dan bukan hanya resiko diabetes, tapi juga resiko sakit jantung atau darah tinggi yang bisa saja saling berkomplikasi dengan diabetes atau penyakit lainnya.

1. A1C Hemoglobin Test
o Test ini memberikan indikasi yang akurat mengenai rata-rata kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir
o Test ini berfungsi untuk mengukur persentase hemoglobin yang terikat dengan glukosa, semakin banyak glukosa yang terikat pada hemoglobin, maka kadar gula darah akan semakin tinggi.
o Kadar HbA1C yang lebih rendah dari 6.5% menandakan kadar gula darah normal.

2. Blood Pressure Test
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu indikator penting untuk terhindar dari gangguan kesehatan seperti resiko penyakit jantung, stroke, dll. Tekanan darah yang normal adalah 110/70 mmHg sampai 120/80 mmHg.

3. Cholesterol Test
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah mengakibatkan penumpukan plak yang berujung pada penyumbatan arteri dan penyakit jantung. Hal inilah yang berakibat pada komplikasi penyakit yang tidak diinginkan di kemudian hari. Tabel berikut menunjukkan tabel jumlah masing-masing jenis kolesterol dan resiko nya terhadap penyakit jantung.

Jadi, mulai cegah diabetes sedari dini dan cek kondisi Anda dengan ABC Health Check!

References:
American Medical Association. 2006. Guide to living with Diabetes. John Wiley & Sons, Inc, New Jersey.

Penyakit Diabetes: Bukan Hanya Karena Gula!

Penyakit Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis!

Ya, tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan penyakit diabetes. (more…)

Penyakit Diabetes: Fakta dan Mitos – Bagian 2

Beberapa hal mengenai penyakit diabetes yang mungkin dapat membuat Anda terkejut.

Mitos 6: Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang

Fakta: Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Penderita diabetes dianjurkan memilih sumber karbohidrat yang kaya serat dan punya nilai Indeks Glikemik rendah, seperti nasi merah, pasta, atau oat. Berikut adalah nilai Indeks Glikemik dari beberapa jenis makanan. Cegah dan Atasi Diabetes dengan Serat Makanan (more…)

Usir Diabetes Dengan Susu

Diabetes? Cegah saja dengan rajin minum susu! Ya, makanan cair kaya nutrisi ini tidak hanya baik bagi tulang, tapi juga ampuh turunkan risiko kencing manis.

Susu Bisa Cegah Diabetes?

Sebagai orang Asia, kita punya risiko lebih tinggi untuk kena diabetes, terlebih jika orangtua kita juga menderita diabetes. Berita baiknya, rajin minum susu, khususnya susu tanpa lemak, bisa melindungi Anda dari penyakit diabetes1. (more…)

Diabetes: Myths & Facts – Part 1

Apa yang Anda ketahui tentang kencing manis belum tentu benar.

Mitos 1: Penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis.

Fakta: Penderita diabetes atau kencing manis memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru bisa membuat kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia) yang dapat mengakibatkan pusing, lelah, gangguan penglihatan, sampai kehilangan kesadaran. Penderita diabetes boleh mengonsumsi makanan manis, asal jumlahnya dikontrol. Selain itu, telah tersedia pemanis pengganti gula seperti aspartame, stevia, sorbitol, atau acesulfame-K yang dapat membantu Anda mengontrol asupan gula dan aman bagi penderita diabetes. (more…)