Indonesia | English

Diabetes: Bukan Hanya Karena Gula!


Diabetes hanya disebabkan banyak makan gula? Tidak juga. Banyak makan lemak juga bisa mengakibatkan kencing manis!

Ya, tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan diabetes.

Banyak Makan Lemak = Diabetes?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Diabetes Care tahun 2010 menyatakan bahwa tingginya konsumsi lemak bisa menaikkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Semakin banyak jumlah lemak yang dikonsumsi, risiko diabetes pun semakin meningkat1.

Antara Lemak dan Diabetes

Diabetes mellitus bisa terjadi akibat terganggunya kerja insulin. Salah satu faktor yang mengganggu kerja insulin yaitu tingginya kadar lemak di perut.

Semakin banyak lemak yang kita konsumsi dari makanan sehari-hari, semakin banyak pula lemak tersimpan di tubuh kita. Padahal, timbunan lemak bisa membuat sel tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin. Hasilnya, kadar gula darah naik di atas normal karena sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal, sehingga mengakibatkan diabetes.

Karena alasan demikian, orang yang mengalami kegemukan punya risiko jauh lebih tinggi terkena kencing manis dibandingkan orang dengan berat badan normal. Bahkan, 90% orang yang terkena diabetes merupakan mereka yang tergolong kegemukan atau obesitas.

Kontrol si Lemak, Cegah Diabetes

Pilihan ada di tangan Anda. Dengan mengurangi porsi lemak dari piring makan Anda plus olahraga, diabetes bisa diusir jauh.
Eat smarter
Beberapa cara yang bisa dicoba:

  • Ganti makanan yang digoreng atau gulai santan dengan makanan yang dipanggang atau diungkep. Sama enaknya dan lebih rendah lemak.
  • Tidak makan kulit ayam pun bisa mengurangi 50% konsumsi lemak dari ayam.
  • Mengganti cemilan chips atau gorengan dengan popcorn tanpa butter atau buah

Pilih produk rendah lemak atau tanpa lemak (low fat atau non fat)
Penelitian membuktikan kalau pola makan disertai tingginya konsumsi susu tanpa lemak bisa menurunkan risiko diabetes tipe 22.

Minuman juga berperan penting
Selain makanan, terkadang minuman yang sering kita konsumsi pun turut menyumbang porsi lemak yang tidak diinginkan, contohnya: minuman yang mengandung santan seperti cendol, es dawet, kolak, dan juga jenis minuman yang mengandung susu full cream seperti es buah, es krim, milkshake, kopi dengan susu dan whipped cream, dan sejenisnya.

Tak semua lemak juga jahat. Kuncinya, pilih jenis lemak yang tepat!
Tidak semua lemak itu jahat. Memilih makanan dengan lemak baik PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid – Asam Lemak Tak Jenuh Ganda) dan MUFA (Monounsaturated Fatty Acid – Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal) seperti alpukat dan kacang justru bisa menurunkan risiko diabetes. Bonusnya, asam lemak tak jenuh PUFA dan MUFA di kacang dan alpukat juga baik untuk jantung Anda2 Pssst, pilih kacang rebus atau kacang sangrai yang rendah garam ya. 

Ingin tahu lebih lanjut? Baca juga:

References:
1. Diabetes Care 33:532–538 (2010)
2. Prog Lipid Res 48 (1): 44–51 (2009)

Diabetes: Myths & Facts – Part 2

Beberapa hal mengenai kencing manis yang mungkin dapat membuat Anda terkejut.

Mitos 6: Penderita diabetes sebaiknya menggantikan nasi dengan kentang

Fakta: Nasi dan kentang sama-sama sumber karbohidrat dengan nilai Indeks Glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah dalam waktu relatif cepat. Penderita diabetes dianjurkan memilih sumber karbohidrat yang kaya serat dan punya nilai Indeks Glikemik rendah, seperti nasi merah, pasta, atau oat. Berikut adalah nilai Indeks Glikemik dari beberapa jenis makanan. Cegah dan Atasi Diabetes dengan Serat Makanan (more…)

Usir Diabetes Dengan Susu


Diabetes? Cegah saja dengan rajin minum susu! Ya, makanan cair kaya nutrisi ini tidak hanya baik bagi tulang, tapi juga ampuh turunkan risiko kencing manis.

Susu Bisa Cegah Diabetes?

Sebagai orang Asia, kita punya risiko lebih tinggi untuk kena diabetes, terlebih jika orangtua kita juga menderita diabetes. Berita baiknya, rajin minum susu, khususnya susu tanpa lemak, bisa melindungi Anda dari diabetes1. (more…)

Diabetes: Myths & Facts – Part 1

Apa yang Anda ketahui tentang kencing manis belum tentu benar.

Mitos 1: Penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis.

Fakta: Penderita diabetes atau kencing manis memang harus membatasi konsumsi gula. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati makanan manis. Meniadakan konsumsi gula sama sekali justru bisa membuat kadar gula darah Anda terlalu rendah (hipoglikemia) yang dapat mengakibatkan pusing, lelah, gangguan penglihatan, sampai kehilangan kesadaran. Penderita diabetes boleh mengonsumsi makanan manis, asal jumlahnya dikontrol. Selain itu, telah tersedia pemanis pengganti gula seperti aspartame, stevia, sorbitol, atau acesulfame-K yang dapat membantu Anda mengontrol asupan gula dan aman bagi penderita diabetes. (more…)

Penderita Diabetes Berpuasa? Boleh saja

Apakah diabetesi boleh berpuasa?
Bulan puasa merupakan saat yang tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan yang Maha Kuasa. Semua orang dapat berpuasa, begitu juga dengan diabetesi. Penderita diabetes tipe 1 boleh saja berpuasa, tapi agar terhindar dari masalah kesehatan lainnya, sebaiknya diabetesi tetap memperhatikan beberapa kondisi berikut ini:

  1. Hipoglikemik
    Hipoglikemik (hypoglycemia) merupakan kondisi saat kadar gula darah pada penderita diabetes sangat rendah. Seorang diabetesi dikatakan terkena hypoglycemia yaitu ketika gula darah mencapai <70 mg/dL, yang ditandai dengan kelaparan, kepala pusing, badan lemas, dll. Hal ini dapat terjadi ketika beraktivitas cukup tinggi tanpa mengonsumsi makanan apapun sehingga tidak adanya sumber energi yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kurangnya gula darah dan kadar gula darah menjadi sangat rendah. Selain itu, pada diabetesi tipe 1 yang berpuasa, hormon glukagon yang berfungsi untuk meningkatkan kadar gula darah juga tidak berfungsi semestinya, sehingga dapat terjadi hipoglikemik ini.
  2. Hiperglikemik
    Hiperglikemik adalah kondisi saat kadar gula darah pada penderita diabetes menjadi sangat tinggi. Hiperglikemik bisa terjadi karena ketika berpuasa, tubuh akan kekurangan gula darah akibat tidak adanya makanan. Hal ini kemudian akan memicu hormon glukagon untuk memecah cadangan karbohidrat dalam tubuh menjadi gula darah. Namun demikian, yang terjadi adalah terlalu banyak karbohidrat yang terpecah menjadi gula darah. Selain itu, respon tubuh yang lain akibat kerja hormon glukagon adalah memancing tubuh untuk meningkatkan produksi gula darah sehingga justru akan menjadi berlebihan. Ketika kadar gula darah menjadi terlalu tinggi, hal ini lah yang disebut hiperglikemik. Tentunya, kondisi hiperglikemik ini juga berbahaya bagi diabetesi terutama diabetesi tipe 1.
  3. DKA (Diabetic Ketoasidosis)
    DKA juga terjadi bersamaan dengan hiperglikemik, yaitu ketika tubuh kekurangan gula darah, tubuh juga mencari sumber energi lain yaitu dengan meningkatkan oksidasi asam lemak tubuh sebagai sumber energi. Namun demikian, sebagai akibatnya, terjadi pembentukan senyawa lain yaitu senyawa keton. Senyawa ini dalam jumlah yang banyak akan mengganggu keseimbangan pH dan asam basa dalam darah. Jika terjadi dalam waktu yang lama biasanya ditandai dengan muntah-muntah ataupun dehidrasi. Umumnya, DKA terjadi pada diabetesi tipe 1 akibat berkurangnya suntikan insulin, karena dianggap tidak perlu sebagai akibat berpuasa (tidak adanya asupan makanan, sehingga dianggap tidak perlu suntikan insulin).
  4. Dehidrasi
    Ketika berpuasa, otomatis terjadi penurunan asupan jumlah cairan tubuh, dan jika terjadi pada waktu yang lama, akan berpotensi tingkatkan dehidrasi. Ditambah lagi, jika cuaca panas yang tentu saja akan meningkatkan pengeluaran keringat dari dalam tubuh.

Dengan demikian, penderita diabetes boleh saja berpuasa, namun sebaiknya memberikan perhatian khusus dalam hal nutrisinya. Untuk mengetahui tips and trick dalam berpuasa, coba cek artikel.

Referensi
Al-Arouj, Monira., et al. 2005. Recommendation for Management of Diabetes During Ramadan. Diabetes Care 28 (9): 2305-2311.

Awas! Risiko Diabetes Mengintai si Buah Hati

Awas! Risiko Diabetes Mengintai si Buah Hati Semua anak kecil pasti suka makan permen, coklat, kue, serta berbagai makanan manis lainnya. Anda mungkin membiarkan sang buah hati untuk makan makanan tersebut asalkan mereka tetap menurut dan bersikap manis. Bahkan tidak jarang juga, Anda menjanjikan makanan manis sebagai reward untuk mereka. Namun tahukah Anda apa yang akan terjadi dengan si kecil saat mereka dewasa nanti? (more…)