Cari Tahu Tentang Diabetes Melitus dan Cara Mencegahnya

16 April 2015

Diabetes melitus merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah hingga melebihi batas normal (kadar gula darah puasa > 126 mg/dL). Tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes melitus ini berkaitan dengan gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Padahal, hormon ini berperan penting dalam pengaturan kadar glukosa darah dengan cara membantu penyaluran glukosa ke sel-sel tubuh. Gejala awal diabetes melitus umumnya adalah frekuensi buang air kecil yang cukup sering, kerap kali merasa haus, dan penurunan berat badan secara drastis. Penyakit yang dianggap mematikan ini sebenarnya dapat dicegah asalkan Anda memiliki kamauan dan ketekunan. Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Sebelum Anda mengetahui cara mencegah diabetes melitus, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu mengenali penyakit ini lebih dalam lagi.

 

Kenali Diabetes Melitus Lebih Dalam Lagi 

Seperti yang kita ketahui, pankreas adalah organ yang memproduksi insulin. Pada seseorang yang terkena diabetes mellitus, terjadi gangguan dalam produksi atau kerja insulin. Jika insulin tidak diproduksi atau tidak dapat berfungsi dengan baik, maka glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk dibakar menjadi energi. Akibatnya, kadar glukosa di dalam darah meningkat. Inilah kondisi umum yang biasa disebut sebagai diabetes melitus.

 

Diabetes terbagi menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Lantas, apa perbedaan dari kedua jenis diabetes ini? Diabetes tipe 1 terjadi saat pankreas mengalami kerusakan sehingga tidak bisa memproduksi insulin. Tipe 1 ini umumnya dialami oleh anak-anak. Penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan suntikan insulin untuk mengontrol glukosa dalam darah mereka. Kemudian, ada pula diabetes tipe 2 yang di mana penderitanya memiliki pankreas yang tetap menghasilkan insulin, tetapi produksi insulin tidak mencukupi kebutuhan atau tidak bisa bekerja dengan baik. Orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 bisa melakukan manajemen gula darah dengan kombinasi diet dan mengonsumsi makanan sehat.

 

Bagaimana Diabetes Melitus Didiagnosis? 

Diabetes melitus tidak datang tanpa gejala. Ada beberapa gejala yang dirasakan oleh para penderita diabetes sebelum ia melakukan pengecekan gula darah melalui serangkaian tes medis. Diabetesi umumnya akan mengalami gejala sebagai berikut:

- Rasa haus yang meningkat
- Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering
- Kelelahan meskipun tidak melakukan aktivitas apapun
- Berat badan menurun
- Mudah merasa lapar
- Penglihatan kabur

 

Salah satu metode yang umum digunakan untuk mendiagnosis diabetes adalah tes glukosa darah saat puasa. Tes ini akan mengukur kadar gula darah Anda setelah Anda berpuasa (tidak makan, tapi tetap diperbolehkan minum) selama 10-12 jam. Glukosa darah puasa yang normal berkisar di angka 70-100 mg/dl. Selain itu, ada pula tes A1C yang memantau kontrol gula darah Anda selama 2-3 bulan terakhir.

 

Cara Mencegah Diabetes Secara Efektif 

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena selalu ada cara untuk mencegah suatu penyakit, termasuk diabetes melitus. Terutama jika Anda tidak memiliki riwayat penyakit diabetes dari keluarga, tentu lebih mudah untuk mencegah penyakit yang satu ini.

 

Untuk mencegah diabetes, Anda hanya perlu mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih baik. Usaha untuk mengubah gaya hidup ini juga akan membawa dampak positif pada kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah diabetes:

 

1. Pilih karbohidrat kompleks sebagai cara mencegah diabetes  

Langkah awal untuk mencegah diabetes adalah cermat memilih karbohidrat. Pilihlah karbohidrat kompleks yang memiliki nilai GI rendah dan dapat dicerna secara perlahan oleh tubuh sehingga tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah setelah makan. Anda bisa memperolehnya dari serelia atau bijian utuh, polong-polongan, buah-buahan dan sayuran.

 

2. Jaga berat badan dalam batas normal

Berat badan berlebih berkaitan erat dengan insiden diabetes, dimana risiko diabetes pada mereka yang memiliki berat badan berlebih bisa mencapai 7 kali lipat lebih tinggi. Untuk itu, jaga berat badan Anda dengan pola makan yang sehat dan seimbang serta rutin berolahraga.

 

3. Rutin berolahraga

Ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan rutin berolahraga, salah satunya adalah menjaga fungsi dan kerja hormon insulin agar tetap baik. Mulailah dengan gerakan sederhana seperti berjalan cepat setiap harinya selama 30 menit. Selain itu, olahraga secara teratur juga akan membantu Anda untuk menurunkan berat badan, terutama bagi Anda yang memiliki berat badan di atas rata-rata.

 

4. Batasi konsumsi gula

Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang merupakan faktor risiko diabetes. Bagi Anda yang menyukai rasa manis, gunakan pemanis rendah kalori untuk rasa manis yang lebih sehat.

 

5. Rutin cek kadar gula darah

Dengan rutin mengecek kadar gula darah, Anda dapat mengetahui seberapa besar pengaruh pola hidup sehat yang Anda jalankan. Dengan begitu, Anda akan memiliki target untuk menurunkan kadar gula darah Anda menuju batas normal.

 

6. Mengonsumsi lebih banyak serat

Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi bisa membantu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh Anda. Selain itu, kandungan serat dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Pasalnya, serat dapat mengurangi kadar kolesterol di dalam darah. Serat dapat membuat Anda merasa lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan. Untuk memperoleh kandungan serat alami yang baik untuk tubuh, konsumsi buah dan sayur setiap hari.

 

7. Batasi sejumlah makanan pantangan diabetes

Tahukah Anda? Selain gula, masih ada sejumlah makanan lain yang merupakan pantangan bagi penderita diabetes. Makanan tersebut di antaranya berupa fast food dan makanan instan. Fast food dan makanan instan sarat akan natrium, lemak, dan kalori. Oleh karena itu, para diabetesi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dari bahan-bahan segar yang diolah sendiri alih-alih mengonsumsi makanan fast food atau makanan instan. Semantara itu, minuman beralkohol juga harus dibatasi karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia atau turunnya kadar gula darah secara drastis. Sebaiknya, batasi sejumlah pantangan diabetes ini sejak Anda belum didiagnosis mengidap diabetes. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

 

8. Kurangi kebiasaan merokok

Banyak orang yang bertanya-tanya apa hubungan rokok dengan diabetes? Bukankah rokok hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru? Ya, perokok aktif memiliki risiko terkena diabetes yang lebih tinggi, hingga 30-40%, dibanding orang yang tidak merokok sama sekali. Selain itu, rokok juga meningkatkan risiko komplikasi pada penderita diabetes.

 

Cara mencegah diabetes melitus dapat diawali dengan pola hidup sehat. Lakukan sekarang sebelum terlambat. Agar Anda lebih termotivasi untuk melakukan pencegahan diabetes, maka Anda harus mengetahui komplikasi dan bahaya dari diabetes melitus. Diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Itu artinya Anda harus hidup dengan diabetes seumur hidup jika sudah terdiagnosis diabetes. Nah, jika sudah seperti ini tentu lebih baik Anda mencegah dibandingkan harus tergantung pada obat-obatan seumur hidup Anda, bukan?

 

 

Source:

tropicanaslim.com/mari-hindari-komplikasi-diabetes

kidshealth.org/parent/diabetes_center/words_know/diabetes_mellitus.html

medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=2974

hsph.harvard.edu/nutritionsource/preventing-diabetes-full-story/

my.clevelandclinic.org/health/diseases_conditions/hic_Diabetes_Basics/hic_Diabetes_Mellitus_An_Overview

betterhealth.vic.gov.au/health/tentips/10-tips-to-help-prevent-type-2-diabetes

mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/in-depth/diabetes-prevention/art-20047639

mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/expert-answers/diabetes/faq-20058540

Diakses pada 25 August 2014

 


Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *