Beda Makanan, Beda Efek Terhadap Kadar Gula Darah

20 November 2012

Bagaimana Makanan bisa Menaikkan Kadar Gula Darah?1

Penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh makanan terhadap kadar gula darah. Hal ini dikarenakan kadar gula darah yang terlalu tinggi akan berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, misalnya seperti yang terjadi pada keadaan diabetes.

Darah mempertahankan kadar gula pada taraf tertentu di dalam tubuh kita untuk berbagai fungsi, utamanya fungsi otak dan sistem saraf pusat. Pertanyaan selanjutnya, darimana darah mendapatkan suplai gula? Jawabannya adalah dari makanan yang kita konsumsi, khususnya dari kelompok sumber karbohidrat. Di dalam tubuh, karbohidrat dipecah menjadi gula dan masuk ke dalam darah dan selanjutnya digunakan sebagai sumber energi berbagai aktifitas organ tubuh.Seberapa besar makanan dapat menaikkan kadar gula darah amat bergantung pada jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut, apakah makanan tersebut termasuk karbohidrat sederhana, atau karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana biasanya dipecah dengan cepat selama proses pencernaan sehingga makanan sumber karbohidrat sederhana (seperti gula pasir dan sirup) disebut memiliki indeks glikemik (IG) tinggi. Sebaliknya, karbohidrat kompleks bisanya dipecah lebih lambat sehingga memiliki IG relatif lebih rendah.

 

Kategori panganRentang Beban Glikemik
IG rendah< 55
IG sedang55-70
IG tinggi> 70

Miller et al, 1996

 

Menentukan Indeks Glikemik Tinggi: dari Rasa Makanan yang Manis ??!

Kita tidak dapat menentukan suatu makanan merupakan karbohidrat sederhana dengan IG tinggi atau sebaliknya hanya dengan mencicipinya. Jika manis, tinggalkan, jika tidak manis, makan sebanyak-banyaknya? Hati-hati dengan persepsi tersebut. Tidak semua makanan manis memiliki IG tinggi, dan sebaliknya. Pizza dan buah pir contohnya. Mana yang lebih manis? Pizza atau buah pir? Tentu kita akan jawab buah pir. Namun, pada kenyataannya, IG pir jauh lebih rendah daripada pizza, sehingga lebih aman dikonsumsi. Berikut perbandingannya2:

 

 

Makanan yang lebih tinggi serat cenderung memiliki IG yang lebih rendah. Rata-rata buah-buahan merupakan sumber serat. Selain itu, cara memproses suatu makanan juga memengaruhi IG makanan tersebut. Contohnya nasi merah dan nasi putih. Nasi merah memiliki IG yang relatif lebih rendah daripada nasi putih karena beras merah sangat sedikit mengalami proses penggilingan, sehingga serat dan zat gizi lain yang terkandung tidak hilang seperti yang terjadi selama proses pengolahan beras putih.7

Makanan Berlemak dapat Meningkatkan Kadar Gula Darah?

Ketika jumlah gula dalam darah berlebih, hormon kunci yang bernama insulin akan berkerja mengontrol kadar gula dalam darah, menyerapnya dan menyimpannya dalam hati dan otot sebagai glikogen. Intinya, metabolisme gula yang baik sangat ditentukan oleh tingkat sensitivitas atau awareness dari hormon insulin. Makanan berlemak seperti gorengan, kulit ayam, junk food, dll dapat mengurangi tingkat sensitivitas insulin.1,4 Hal ini akan berdampak buruk karena dapat mengakibatkan tumpukan gula dalam darah.

Kabar baiknya, tidak semua makanan yang mengandung lemak dapat mengurangi sensitivitas insulin. Lemak tak jenuh seperti omega 3 dan omega 6 justru baik bagi kesehatan, termasuk diabetisi.5,6 Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi setidaknya 2-3 gram omega 3 dalam sehari, yang setara dengan satu porsi ikan salmon (100 gram) dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar trigliserida pada penderita diabetes.3,5 Selain dalam ikan salmon, omega 3 juga terkandung dalam minyak zaitun, dll.  Sedangkan sumber omega 6 antara lain adalah minyak jagung dan kacang-kacangan.

 

Pilih Jenis Makanan yang Tepat untuk Gula Darah Terkontrol

Beberapa makanan yang biasa kita konsumsi mungkin adalah sumber makanan yang dapat memicu peningkatan kadar gula darah atau kerusakan insulin. Berikut beberapa alternatif makanan penggantinya agar kadar gula darah selalu terkontrol dengan baik.

 

 

References

  1. Rimbawan dan Siagian, Albiner. (2004). Indeks Glikemik Pangan.  Jakarta: Penebar Swadaya.
  2. Foster-Powell et al.. (2002). International table of glycemic index and glycemic load values: 2002. Am J Clin Nutr 2002;76:5–56.
  3. Popp-Snijders  et al.. Dietary supplementation of omega-3 polyunsaturated fatty acids improves insulin sensitivity in non-insulin-dependent diabetes. Diabetes Research (Edinburgh, Scotland) [1987, 4(3):141-147] (PMID:3038454).
  4. Yamauchi, et al. (2001). The fat-derived hormone adiponectin reverses insulin resistance associated with both lipoatrophy and obesity. Nature Medicine Vol. 8 No. 8, August 2001: page 941-946.
  5. Simopoulos. (2002). The importance of the ratio of omega-6/omega-3 essential fatty acids. Biomed Pharmacother 56 (2002): page 365–379.
  6. Kapoor, Rakesh and Huang, Yung-Sheng. (2006). Gamma Linolenic Acid: An antiimflamatory linolenic fatty acid. Current Pharmaceutical Biotechnology, vol.7:page 531-534.
  7. Hendrick. Bill. (2010). Brown Rice vs. White Rice: Which Is Better? Replacing White Rice With Brown Rice Reduces Risk of Type 2 Diabetes, Study Finds. WebMD Health News, June 14, 2010.


Comments

  1. kusniimam

    November 24, 2012, 1:06 am

    Bagus dan mantap

  2. Siti Kholimah

    April 23, 2013, 12:56 pm

    Tubuh saya gatal-gatal, setelah tes secara acak ternyata kadar gula darah saya 158, apakah saya ada kecenderuangan diabetes ?

    1. admintropicana

      April 23, 2013, 4:51 pm

      Hai siti,

      Sudah Kami kirim via email ya. Silahkan di check.

      Salam,
      Tropicana Slim

  3. wahid ashari

    February 4, 2014, 7:10 pm

    saya check kadar gula darah waktu
    puasa 140
    tdk puasa 142
    urine 3
    apakah saya termasuk kategori diabetes
    (mengingat jari – jari tangan gatal dan kulit kapalan (mengeras)).
    tanks sebelumnya…

  4. wahid ashari

    February 4, 2014, 7:52 pm

    saya check kadar gula darah waktu
    puasa 140
    tdk puasa 142
    urine 3
    apakah saya termasuk kategori diabetes
    (mengingat jari – jari tangan gatal dan kulit kapalan (mengeras)).
    makasih sebelumnya…

    1. INE

      May 16, 2014, 1:37 pm

      Gula darah puasa yg normal adalah < sama dengan 126. sedangkan gula puasa yg diperiksa sewaktu atau sehabis makan yg normal adalah < sama dengan 200. Gula puasa anda termasuk di atas normal, sedangkan gula tdk puasa anda termasuk batas normal.. saran sy sebaiknya anda periksa ulang kembali kadar gula anda di laboratorium yg terpercaya dan ada baiknya selain diperiksa GDP dan GDS anda, periksa juga kadar HbA1c anda.. itu adalah pemeriksaan kadar gula dalam sel anda yg tidak terpengaruh dengan kadar makanan yg anda konsumsi. trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *