Awas! Risiko Penyakit Diabetes Mengintai si Buah Hati

14 July 2011 Awas! Risiko Diabetes Mengintai si Buah Hati Semua anak kecil pasti suka makan permen, coklat, kue, serta berbagai makanan manis lainnya. Anda mungkin membiarkan sang buah hati untuk makan makanan tersebut asalkan mereka tetap menurut dan bersikap manis. Bahkan tidak jarang juga, Anda menjanjikan makanan manis sebagai reward untuk mereka. Namun tahukah Anda, penyakit diabetes mengintai masa depan buah hati Anda? Sweets and Obesity Penyakit diabetes hanya penyakit orang tua? nanti dulu.. Masa balita dan kanak-kanak merupakan masa-masa penting dalam pembentukan kebiasaan dan gaya hidup buah hati Anda. Bukan tidak mungkin kebiasaan tersebut akan terbawa sampai dewasa. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan makan anak sejak usia dini dapat mempengaruhi kecenderungannya mengalami kegemukan atau bahkan obesitas. Sebagai contoh, anak-anak yang terbiasa makan makanan manis saat mereka sedang kesal, marah, atau bosan lebih rentan mengalami obesitas1. Mereka akan tetap makan dalam kondisi tersebut walaupun mereka tidak merasa lapar. Padahal, Semakin banyak lemak yang menumpuk, semakin besar juga bahaya kesehatan seperti penyakit diabetes yang mengancam. Tidak hanya pola makan, kebiasaan melakukan aktivitas fisik juga berpengaruh dalam risiko terjadinya obesitas dan penyakit diabetes pada si kecil. Anak-anak yang terbiasa menonton TV atau bermain game computer cenderung kurang melakukan aktivitas fisik, baik kini maupun di kemudian hari2. Yang lebih parah, kebanyakan anak-anak akan makan makanan manis saat mereka melakukan aktivitas tersebut. Hasilnya, asupan kalori menjadi lebih besar daripada jumlah kalori yang digunakan sehingga kegemukan pun terjadi. Obesity: How Early Does It Starts? Menurut para ahli, kegemukan dan obesitas dapat dimulai sejak dini, bahkan saat si kecil berusia kurang dari 5 tahun3. Di Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 10 anak usia sekolah (6 – 14 tahun) tergolong kegemukan4. Adapun prevalensi terjadinya obesitas ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Sungguh mengkhawatirkan bukan? Masalahnya, obesitas sejak dini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan sekarang saja, tetapi juga nanti. Anak-anak yang mengalami obesitas cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang juga mengalami obesitas. Obesitas berkaitan erat dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah serta peningkatan resiko terkena penyakit diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung yang berujung pada kematian dini5,6,7. Selain itu masalah kegemukan atau obesitas juga berkaitan erat dengan image seorang anak si masayarakat. Seorang anak yang kegemukan akan mempunyai self-esteem yang rendah kini dan nanti7. Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk cegah diabetes pada anak? Walaupun sulit untuk mengubah kebiasaan seorang anak, Anda dapat membantunya untuk beralih ke kebiasaan yang lebih baik. Berikan makanan dengan nutrisi seimbang dengan perbanyak porsi sayur dan buah serta kurangi pemberian makanan yang manis. Ganti penggunaan gula biasa yang tinggi kalori saat Anda membuat kue untuk si kecil dengan gula rendah kalori sehingga asupan kalorinya tetap terjaga. Hindari juga pemberian reward yang berupa makanan saat si kecil berhasil melakukan sesuatu. Di samping itu, ajaklah buah hati Anda untuk beraktivitas dan berekreasi bersama. Lakukan berbagai kegiatan olahraga yang aktif sehingga si kecil lebih banyak bergerak. Anda juga dapat memberi contoh kepada mereka untuk senantiasa menjalankan gaya hidup sehat, sehingga perlahan-lahan si kecil akan meniru kebiasaan baik Anda. Ingat, peran Anda sangat penting dalam tumbuh kembang si kecil serta kualitas hidupnya si kemudian hari. Let’s create a healthy lifestyle for our children, because sweet moments last longer… Tambah pengetahuan, baca juga: 1. Semua Hal Mengenai Lemak 2. Kuis Tingkat Risiko Penyakit Diabetes Reference:
  1. Strauss, R.S. 2000. Childhood Obesity and Self-Esteem. Pediatrics 105: 15.
  2. Liang, T., et. al. 2009. Nutrition and Body Weights of Canadian Children Watching Television and Eating While Watching Television. Public Health Nutrition 12: 2457-2463.
  3. Moffat, T. 2010. The “Childhood Obesity Epidemic.”Medical Anthropology Quarterly 24: 1-21.
  4. Usfar, A.A. 2010. Obesity as a Poverty-Related Emerging Nutrition Problems: The Case of Indonesia. Obesity Reviews – Published Ahead of Print
  5. Adolescent Health Research Updates. 1998. Obesity in Adolescent. AHAC 7:1-8
  6. Ramos, Elisabete. 2007. Cardiovascular Risk Factors in Adolescence. Arquivos de Medicina 21(1): 25-35.
  7. Gortmaker, S.L., et. al. 1993. “Social and Economic Consequences of Overweight in Adolescence and Young Adulthood.”New England Journal of Medicine 30: 1008-1012.

Related Post


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *