Apakah Anda Kecanduan Gula?

10 May 2011 Apakah Anda Kecanduan Gula?Terkejut membaca judul di atas? Mungkinkah kita “mencandu” gula? Manusia memang memiliki kesukaan terhadap rasa manis sejak kecil. Tak heran, kita menganggap semua yang rasanya manis sebagai hal yang enak dan menyenangkan. Coba saja membayangkan diri Anda menyantap donat dengan glaze coklat kesukaan Anda! Nyammm!
Keinginan untuk mengonsumsi makanan manis semakin meningkat, apalagi jika tidak dikonsumsi dalam jangka lama.
Sugar addiction, Kok Bisa? Dugaan adanya sugar addiction berasal dari penemuan bahwa banyak orang merasakan adanya keharusan mengonsumsi makanan yang manis. Hal ini diibaratkan seperti orang yang mengalami ketergantungan pada alkohol dan merasa harus terus minum alkohol. Selain itu, kecanduan biasanya dicirikan dengan konsumsi yang semakin meningkat, apalagi jika tidak dikonsumsi dalam jangka lama (craving). Oleh karena itu, dikenal adanya carbohydrate craver, yaitu keinginan menyantap makanan-makanan yang tersusun dari karbohidrat (misalnya roti manis, cake, atau minuman manis), setelah sekian lama tidak mengonsumsi makanan jenis ini3. Selain itu, penelitian juga memperlihatkan bahwa gula dan makanan yang enak memiliki efek yang sama pada otak dengan efek yang ditimbulkan oleh zat-zat yang memiliki efek kecanduan. Hal ini memicu kemungkinan bahwa gula dapat bersifat adiktif1,2,3. Sebuah ulasan berbagai studi mengenai sugar addiction di tahun 2010 akhirnya menyimpulkan bahwa belum dapat dipastikan bahwa seseorang dapat kecanduan gula. Akan tetapi, karena rasa manis umumnya memiliki sifat disukai, ada kemungkinan besar bahwa orang mengalami kelebihan konsumsi gula. Mengapa? Ternyata, seseorang yang sudah terbiasa mengonsumsi rasa manis, akan cenderung memilih makanan dan minuman yang rasanya manis pula1. Bahkan, orang yang menyukai makan makanan yang manis akan cenderung makan manis berlebihan lebih sering3. Bisa ditebak, risiko obesitas Anda pun naik! Efek lanjutannya, risiko diabetes Anda juga ikut meningkat! Rasa manis tanpa gula, mungkinkah? Mengapa tidak? Terlepas dari benar atau tidak gula dapat menyebabkan kecanduan, konsumsi gula dan kalori yang berlebih jelas tidak baik bagi kesehatan. Mari mulai membiasakan pola hidup sehat dengan mengurangi jumlah konsumsi gula dari sekarang. Pilihlah produk-produk manis yang rendah kalori dan bebas gula. Jadi kita bisa menikmati rasa manis tanpa khawatir akan konsumsi gula berlebih. Take the sweet, not the sugar! References :
  1. Benton D. 2010. The plausibility of sugar addiction and its role in obesity and eating disorders. Clinical Nutrition 29: 288–303.
  2. Avena NM, Rada P, Hoebel BG. 2008. Evidence for sugar addiction: Behavioral and neurochemical effects of intermittent, excessive sugar intake. Neuroscience and Biobehavioral Reviews 32: 20–39.
  3. Avena NM, Rada P, Hoebel BG. 2009. Sugar and fat bingeing have notable differences in addictive-like behavior. J Nutr 139: 623–628.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *