11

Semua Hal Mengenai Lemak

  

All About Fat Sudah merupakan hal yang umum bahwa lemak yang berlebih dapat merusak hidup sehat Anda. Tapi ternyata lemak terbagi atas beberapa jenis yang juga memiliki banyak fungsi penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih jauh mengenai lemak.

Apa itu Lemak
Lemak merupakan sumber nutrisi yang disimpan dari tubuh dan berasal dari makanan yang dikonsumsi. Zat gizi ini menyumbangkan 60 % dari total energi yang dibutuhkan pada saat beristirahat dan juga dibutuhkan dalam jumlah lebih besar saat Anda berolahraga. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, maka akan terjadi penyimpanan dalam tubuh Anda. Selain itu jika terdapat kelebihan konsumsi protein dan karbohidrat, maka kedua zat ini akan dikonversi menjadi lemak. Namun, reaksi ini tidak terjadi sebaliknya, lemak tidak dapat diubah kembali menjadi protein dan karbohidrat (1).

Fungsi Lemak
Lemak merupakan nutrisi yang berfungsi sebagai(1):

  1. Sumber cadangan energi yang disimpan dalam tubuh
  2. Media untuk transportasi beberapa vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D,E, dan K)
  3. Membantu menekan lasa rapar dengan mekanisme memperlambat pengosongan pada lambung sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
  4. Merupakan zat gizi yang menambah citarasa pada makanan

Jenis- Jenis Lemak
Lemak merupakan senyawa yang tersusun dari asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian akan bergabung membentuk rangkaian tertentu membentuk lemak. Asam lemak tersebut digabungkan dengan ikatan tertentu. Perbedaan ikatan tersebut merupakan dasar penggolongan asam lemak. Berdasarkan perbedaan tersebut, lemak digolongkan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan, sebaliknya asam lemak tidak jenuh merupakan asam lemak yang merupakan sumber nutrisi yang baik untuk kesehatan. Contoh makanan dengan sumber asam lemak jenuh yang tinggi adalah gajih, mentega, dan lemak hewani. Sementara asam lemak tidak jenuh banyak terdapat pada sumber nabati seperi minyak zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat(1).

Selain jenis lemak diatas, terdapat juga beberapa jenis senyawa turunan lemak seperti sterol dan lipoprotein. Sterol yang terdapat pada sumber hewani dikenal dengan nama kolesterol sementara sterol pada sumber nabati dikenal dengan nama plant sterol. Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang berelasi kuat dengan resiko beberapa penyakit terutama yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung. Sementara plant sterol merupakan senyawa yang efektif membantu mengendalikan kadar gula dalam darah dan membantu menjaga fungsi metabolisme dalam tubuh. Kadar kolseterol harian yang disarankan adalah kurang dari 300 mg per hari (total kolesterol)(1).

Lipoprotein merupakan turunan lemak yang merupakan senyawa gabungan lemak-protein. Jenis senyawa ini terdiri atas Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lippoprotein (HDL). Perbedaan densitas ini menyebabkan efek yang berbeda bagi kesehatan. Semakin tinggi kandungan protein maka akan semakin besar pula densitas dari protein. Oleh karena itu semakin tinggi HDL dan semakin rendah LDL akan memberikan efek yang baik untuk hidup sehat Anda. Sementara kadar LDL yang semakin tinggi merupakan pertanda peningkatan resiko arterosklerosis(1).

Metabolisme Lemak dalam Tubuh

all-fat
Metabolisme Lemak:

  1. Di mulut, lemak mulai mengalami tahapan pencernaan, terjadi penyesuaian suhu tertentu pada saat lemak dikunyah di mulut
  2. Pada lambung, lemak mengalami proses pencernaan dengan bantuan asam dan enzim menjadi bentuk yang lebih sederhana>
  3. Selanjutnya lemak akan memasuki hati, empedu, dan masuk ke dalam usus kecil. Dari kantung empedu lemak akan bergabung dengan bile yang merupakan senyawa yang penting untuk proses pencernaan pada usus kecil
  4. Selanjutnya hasil pemecahan tersebut akan diubah oleh enzim lipase pankreas menjadi asam lemak dan gliserol
  5. Kelebihan lemak kemudian disimpan dalam tubuh, dan sebagai akan bergabung dengan senyawa lain seperti fiber yang akan di keluarkan melewat usus besar

Penyimpanan Lemak dalam Tubuh
Lemak yang disimpan dalam tubuh dibedakan menjadi dua jenis yaitu lemak subkutan dan lemak visceral. Lemak subkutan terdapat tepat dibawah jaringan kulit sementara lemak visceral terdapat di dekat organ tubuh bagian dalam. Lemak visceral ini berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam. Kedua jenis lemak tersebut dapat dikurangi dengan cara yang berbeda. Lemak visceral dapat dikontrol dengan menjaga pola makan lemak yang tidak berlebihan, sementara lemak yang terdapat langsung dibawah kulit dapat dikurangi dengan berolahraga. Kelebihan lemak ini biasanya akan menumpuk pada bagian tertentu pada tubuh seperti perut, pinggul, dan paha, namun yang paling jelas terlihat pada bagian perut. Faktor lain yang juga mempengaruhi penumpukan lemak tersebut adalah stress. Stress dapat mempengaruhi selera makan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak semakin meningkat, secara mudah mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut: Stress merupakan stimulus yang dikirimkan ke otak dan kemudian otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk meningkatkan nafsu makan. Hasilnya, kecenderungan untuk mengonsumsi makanan akan mengalami peningkatan (1).

Komposisi Lemak Yang Dianjurkan Dalam Menu Harian
Dalam 1 hari, Kebutuhan lemak total harian Orang Indonesia dianjurkan tidak melebihi 62 g, dimana total Lemak Jenuh nya tidak boleh melebihi 18g dan konsumsi kolesterolnya harus dibawah 300 mg/hari. Bahkan bagi mereka yang menderita penyakit hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi), asupan kolesterol yang berasal dari makanan tidak boleh melebihi 200 mg/hari. Oleh karena itu para penderita harus benar-benar memperhatikan asupan makanannya. Sebagai contoh dalam 1 butir kuning telur, kolesterol yang terkandung mencapai 213 mg. Nilainya sudah melebihi batas maksimum 200 mg/hari. Dan tentu asupan kolesterol yang berlebih apalagi pada penderita kolesterol tinggi sangat berbahaya bagi tubuh.

Pengaruh Diet Rendah Lemak Terhadap Kesehatan
Konsumsi lemak yang berlebihan memberikan efek buruk bagi kesehatan karena merupakan salah satu faktor yang dapat memicu berbagai gangguan dalam kesehatan, seperti hipertensi. Menjaga konsumsi lemak sejak dini merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari. Sebuah studi menunjukkan bahwa penumpukan lemak mulai terjadi pada saat masa pertumbuhan, sehingga diet rendah lemak akan membantu mengurangi risiko terjadinya peningkatan lemak di dalam tubuh di kemudian hari 3. Diet rendah lemak terbukti mampu mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti penyakit jantung dan penyakit lain yang terkait dengan penyempitan pembuluh darah. Diet rendah lemak dapat membantu menjaga kadar kolestrol dan LDL dalam darah.4,5.

Penelitian terbaru memperlihatkan bahwa lemak berlebihan dalam tubuh terutama pada pankreas dapat menganggu kerja insulin. Sebuah penelitian mempelajari tentang hubungan lemak pankreas dengan sensitivitas insulin. Lemak pada pankreas (pancreatic fat) merupakan lemak yang berhubungan dengan peningkatan Visceral Adipose Tissue(VAT), yaitu lemak yang melapisi organ-organ tubuh bagian dalam. Jika lemak ini mengalami peningkatan maka resiko obesitas juga akan semakin tinggi, karena kenaikan VAT juga mempengaruhi kenaikan BMI. Penelitian ini menemukan bahwa semakin tinggi pancreatic fat Anda, maka sensitivitas insulin akan semakin rendah. Artinya, jumlah insulin yang diproduksi dalam tubuh akan semakin sedikit dan resiko Anda terkena diabetes bisa jadi meningkat. Jadi, jagalah konsumsi lemak agar tidak berlebihan sehingga tidak menyebabkan peningkatan pancreatic fat (6).

References:

  1. Boyle, MA and SL Roth.2010. Personal Nutrition. Wadsworth, Cengage Learning
  2. Roizen, MF, and Mehmet. 2006. You on A Diet. Harper Collins Publisher.
  3. Goran MI, and BA. Gower. Relation between visceral fat and disease risk in children and adolescents 1999. Am J Clin Nutr;70(suppl):149S–56S.
  4. Ebbeling, et al. 2007.Effects of a Low–Glycemic Load Vs Low-Fat Diet in Obese Young Adults, JAMA : 297: 2092-2102.
  5. Parks, et al.1999.Effects of a low-fat, high-carbohydrate diet on VLDL triglyceride assembly, production, and clearance. J. Clin. Invest. 104:1087–1096.
  6. Heni, M, et al. 2010. Pancreatic Fat is negatively associated with insulin secretion in individuals with impaired fasting glucose and/ or impaired glucose tolerance: a nuclear magnetic resonance study. Diabetes Metab Res Rev (2010) (DOI : 10.1002/dmmr.1073).
Tags: , , ,

RELATED POST

Hati-hati, Diabetes itu Menurun
Sikatlah Gigi untuk Kesehatan Jantung Anda
All You Need to Know about Hypertension

14 Responses to Semua Hal Mengenai Lemak

Leave a Reply

Jawaban comment akan dikirim ke e-mail pribadi kamu.
Pastikan alamat e-mail yang tertulis sudah benar. Email tidak akan dipublikasikan.

Required fields are marked *

*